{"id":30639,"date":"2026-04-21T06:44:31","date_gmt":"2026-04-21T06:44:31","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/piala-dunia-1958-lahirnya-legenda-pele-dan-dominasi-awal-brasil\/"},"modified":"2026-04-21T06:44:31","modified_gmt":"2026-04-21T06:44:31","slug":"piala-dunia-1958-lahirnya-legenda-pele-dan-dominasi-awal-brasil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/piala-dunia-1958-lahirnya-legenda-pele-dan-dominasi-awal-brasil\/","title":{"rendered":"Piala Dunia 1958 Lahirnya Legenda Pele dan Dominasi Awal Brasil"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/21\/1776720055_98df70e2921dcce391f9.jpg\" alt=\"Piala Dunia 1958: Lahirnya Legenda Pele dan Dominasi Awal Brasil\"\/><figcaption>Pele melakukan selebrasi bersama rekannya di timnas Brasil usai mencetak gol ke gawang timnas Swedia di laga final Piala Dunia 1958.(AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"piala dunia\">PIALA Dunia<\/a> FIFA 1958, yang diselenggarakan di Swedia, tercatat dalam sejarah sebagai salah satu turnamen paling ikonik. Edisi keenam ini menjadi saksi bisu lahirnya megabintang sepak bola dunia, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pele\" title=\"pele\">Pele<\/a>, serta keberhasilan Brasil merengkuh trofi yang tak ternilai harganya bagi sejarah sepak bola mereka.<\/p>\n<h3>Tuan Rumah dan Peserta<\/h3>\n<p>Turnamen ini diselenggarakan di <strong>Swedia<\/strong> pada 8 hingga 29 Juni 1958. Sebanyak 16 negara berpartisipasi dalam putaran final yang dibagi ke dalam empat grup. Berikut adalah daftar peserta <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia-1958\" title=\"piala dunia 1958\">Piala Dunia 1958<\/a>:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Eropa (UEFA):<\/strong> Swedia (Tuan Rumah), Jerman Barat (Juara Bertahan), Austria, Prancis, Cekoslowakia, Hungaria, Uni Soviet, Yugoslavia, Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Selatan (CONMEBOL):<\/strong> Brasil, Argentina, dan Paraguay.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Amerika Utara (CONCACAF):<\/strong> Meksiko.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h3>Laga Final dan Hasil Pertandingan<\/h3>\n<p>Pertandingan final mempertemukan tuan rumah <strong>Swedia melawan Brasil<\/strong>. Laga puncak ini digelar di <strong>Stadion Rasunda<\/strong>, Solna, pada 29 Juni 1958 di hadapan sekitar 50.000 penonton.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/612097\/brasil-vs-bolivia-neymar-lampaui-rekor-pele\" title=\"Brasil Vs Bolivia, Neymar Lampaui Rekor Pele\" target=\"_blank\">Brasil Vs Bolivia, Neymar Lampaui Rekor Pele<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Brasil berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Swedia dengan skor telak <strong>5-2<\/strong>. Gol kemenangan Brasil dicetak oleh Vava (2 gol), Pele (2 gol), dan Mario Zagallo (1 gol). Sementara itu, Swedia hanya mampu membalas lewat gol Nils Liedholm dan Agne Simonsson. Kemenangan ini menjadikan Brasil sebagai negara pertama yang memenangkan Piala Dunia di luar benua mereka sendiri.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Detail Final<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Keterangan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Stadion<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Stadion Rasunda, Solna<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Skor Akhir<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Brasil 5 &#8211; 2 Swedia<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Pencetak Gol Brasil<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Vava (9&#8242;, 32&#8242;), Pele (55&#8242;, 90&#8242;), Zagallo (68&#8242;)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Kisah Menarik dan Kontroversi<\/h3>\n<p>Berdasarkan data sejarah dan laporan dari <em>Al Jazeera<\/em> serta <em>The Athletic<\/em>, terdapat beberapa fakta menarik yang mewarnai turnamen ini:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li><strong>Debut Sang Raja (Pele):<\/strong> Dunia pertama kali mengenal Edson Arantes do Nascimento atau Pele di turnamen ini. Di usia 17 tahun, ia menjadi pemain termuda yang mencetak gol di final Piala Dunia, sebuah rekor yang masih bertahan hingga saat ini.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Rekor Gol Just Fontaine:<\/strong> Penyerang Prancis, Just Fontaine, mencetak 13 gol hanya dalam satu edisi turnamen. Hingga kini, jumlah tersebut tetap menjadi rekor gol terbanyak oleh satu pemain dalam satu edisi Piala Dunia.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kehadiran Britania Raya:<\/strong> Tahun 1958 adalah satu-satunya momen dalam sejarah ketika empat negara Britania Raya (Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara) semuanya lolos ke putaran final secara bersamaan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Inovasi Taktis Brasil:<\/strong> Brasil memperkenalkan formasi 4-2-4 yang revolusioner pada masanya. Taktik ini memberikan keseimbangan antara pertahanan yang solid dan serangan yang mematikan, yang kemudian menjadi standar baru dalam sepak bola modern.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Boikot dan Kualifikasi:<\/strong> Terdapat kontroversi di babak kualifikasi ketika beberapa negara menolak bermain melawan Israel karena alasan politik. Hal ini menyebabkan FIFA harus mengatur laga <em>play-off<\/em> khusus antara Wales dan Israel agar tidak ada tim yang lolos tanpa bertanding.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p><strong>Catatan Redaksi:<\/strong> Kemenangan Brasil di Swedia 1958 menghapus trauma &#8220;Maracanazo&#8221; tahun 1950 dan memulai era keemasan sepak bola Brasil di panggung dunia.<\/p>\n<p>PENAFIAN<\/p>\n<p>Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881603\/piala-dunia-1958-lahirnya-legenda-pele-dan-dominasi-awal-brasil\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pele melakukan selebrasi bersama rekannya di timnas Brasil usai mencetak gol ke gawang timnas Swedia di laga final Piala Dunia 1958.(AFP) PIALA Dunia FIFA 1958, yang diselenggarakan di Swedia, tercatat dalam sejarah sebagai salah satu turnamen paling ikonik. Edisi keenam ini menjadi saksi bisu lahirnya megabintang sepak bola dunia, Pele, serta keberhasilan Brasil merengkuh trofi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30640,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-30639","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30639"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30639\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}