{"id":30467,"date":"2026-04-21T00:08:29","date_gmt":"2026-04-21T00:08:29","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/pssi-kutuk-keras-kericuhan-di-laga-epa-u-20\/"},"modified":"2026-04-21T00:08:29","modified_gmt":"2026-04-21T00:08:29","slug":"pssi-kutuk-keras-kericuhan-di-laga-epa-u-20","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/21\/pssi-kutuk-keras-kericuhan-di-laga-epa-u-20\/","title":{"rendered":"PSSI Kutuk Keras Kericuhan di Laga EPA U-20"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/21\/1776726598_bb5598d94472d5305217.jpg\" alt=\"PSSI Kutuk Keras Kericuhan di Laga EPA U-20\"\/><figcaption>Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri).(ANTARA\/Fauzan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>FEDERASI<b> <\/b>Sepak Bola Seluruh Indonesia (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pssi\" title=\"pssi\">PSSI<\/a>) bereaksi keras atas insiden kekerasan yang mencoreng kompetisi usia muda <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/elite-pro-academy\" title=\"Elite Pro Academy\">Elite Pro Academy<\/a> (EPA) U-20. Sekretaris Jenderal PSSI, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yunus-nusi\" title=\"Yunus Nusi\">Yunus Nusi<\/a>, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan anarkis yang terjadi dalam laga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dewa-united-development\" title=\"Dewa United Development\">Dewa United Development<\/a> melawan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bhayangkara-youth\" title=\"Bhayangkara Youth\">Bhayangkara Youth<\/a> itu.<\/p>\n<p>Kericuhan pecah di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu (19\/4), sesaat setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan Dewa United 2-1. Ketegangan yang bermula dari aksi dorong-dorongan antarpemain meningkat menjadi keributan fisik, bahkan terekam adanya tindakan agresif berupa tendangan berbahaya ke arah pemain Dewa United.<\/p>\n<h2>Sanksi Berat Menanti Pelaku<\/h2>\n<p>Yunus Nusi menyatakan bahwa Ketua Umum PSSI beserta jajaran pengurus mengutuk keras kejadian tersebut. Kasus ini telah diserahkan kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk segera diproses secara hukum sepak bola.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/514905\/kompetisi-elite-pro-academy-kembali-bergulir\" title=\"Kompetisi Elite Pro Academy Kembali Bergulir\" target=\"_blank\">Kompetisi Elite Pro Academy Kembali Bergulir<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;PSSI termasuk Ketua Umum sangat mengutuk keras kejadian ini dan pemain yang melakukan hal itu. PSSI segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,&#8221; ujar Yunus Nusi dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20\/4).<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa sanksi tegas tidak hanya menyasar pemain yang terlibat langsung, tetapi juga semua pihak yang terbukti memicu atau terlibat dalam peristiwa memalukan tersebut.<\/p>\n<h2>Evaluasi Wasit oleh Yoshimi Ogawa<\/h2>\n<p>Selain menyoroti perilaku pemain, PSSI juga menaruh perhatian serius pada kinerja perangkat pertandingan. Ada dugaan bahwa kepemimpinan wasit yang tidak maksimal menjadi salah satu pemicu situasi di lapangan menjadi tidak terkendali.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/881542\/bhayangkara-fc-tanggapi-ancaman-jalur-hukum-dari-dewa-united-usai-insiden-tendangan-kungfu\" title=\"Bhayangkara FC Tanggapi Ancaman Jalur Hukum dari Dewa United usai Insiden Tendangan Kungfu\u00a0\" target=\"_blank\">Bhayangkara FC Tanggapi Ancaman Jalur Hukum dari Dewa United usai Insiden Tendangan Kungfu\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Yunus mengungkapkan bahwa Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, telah diinstruksikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan yang bertugas di Stadion Citarum.<\/p>\n<p>&#8220;Itu menjadi atensi PSSI. Kami menyerahkan kepada Ketua Komite Wasit Yoshimi Ogawa untuk mengevaluasi kejadian tersebut, lalu memberikan edukasi serta sanksi kepada perangkat pertandingan jika ternyata terbukti lalai,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>Detail Pertandingan &amp; Insiden:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Kompetisi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Elite Pro Academy (EPA) U-20<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Laga<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Dewa United Development vs Bhayangkara Youth<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Skor Akhir<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2 &#8211; 1<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Lokasi<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Stadion Citarum, Semarang<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Waktu Kejadian<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Minggu, 19 April 2026<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h2>Pesan untuk Pemain Muda<\/h2>\n<p>PSSI mengaku sangat prihatin karena kekerasan justru terjadi di level kompetisi usia muda yang seharusnya menjadi kawah candradimuka bagi calon bintang masa depan Timnas Indonesia. Yunus mengingatkan para pemain untuk lebih dewasa dalam mengontrol emosi di lapangan hijau.<\/p>\n<p>&#8220;Kami memohon kepada pemain, apa pun yang terjadi di lapangan tidak perlu ditanggapi dengan emosional, harus sabar. Kalau seperti ini akan merugikan pemain dan klub,&#8221; pungkas Yunus.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, Komite Disiplin PSSI tengah mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk rekaman video dan laporan pengawas pertandingan, sebelum merilis keputusan resmi terkait besaran sanksi dan denda bagi pihak-pihak yang bersalah. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/881624\/pssi-kutuk-keras-kericuhan-di-laga-epa-u-20\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekjen PSSI Yunus Nusi (kiri).(ANTARA\/Fauzan) FEDERASI Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bereaksi keras atas insiden kekerasan yang mencoreng kompetisi usia muda Elite Pro Academy (EPA) U-20. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan anarkis yang terjadi dalam laga Dewa United Development melawan Bhayangkara Youth itu. Kericuhan pecah di Stadion Citarum, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30468,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-30467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30467"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30467\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30468"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}