{"id":30156,"date":"2026-04-20T07:38:20","date_gmt":"2026-04-20T07:38:20","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/20\/edukasi-tingkatkan-kepatuhan-dan-pencegahan-tuberkulosis-anak-di-pontianak\/"},"modified":"2026-04-20T07:38:20","modified_gmt":"2026-04-20T07:38:20","slug":"edukasi-tingkatkan-kepatuhan-dan-pencegahan-tuberkulosis-anak-di-pontianak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/20\/edukasi-tingkatkan-kepatuhan-dan-pencegahan-tuberkulosis-anak-di-pontianak\/","title":{"rendered":"Edukasi Tingkatkan Kepatuhan dan Pencegahan Tuberkulosis Anak di Pontianak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/20\/1776670134_92692b0f0a90056dd480.jpeg\" alt=\"Edukasi Tingkatkan Kepatuhan dan Pencegahan Tuberkulosis Anak di Pontianak\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SAAT ini di Indonesia jumlah kematian karena kasus <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tuberkulosis\" title=\"tuberkulosis\">tuberkulosis<\/a> (Tb) tergolong tertinggi di dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), di kawasan Western Pacific Regional Office (WPRO) terdapat sekitar 2,9 juta kasus Tb. Indonesia, Filipina, dan Cina termasuk negara dengan kontribusi besar terhadap beban kasus Tb. Selain itu, Tb juga masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat penyakit menular di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) tahun ini menjadi momentum untuk menyoroti posisi Indonesia dalam mengakhiri Tb. Indonesia kini tergabung dalam kawasan WPRO yang mencatat beban Tb sangat tinggi di kawasan tersebut.<\/p>\n<p>Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) bekerja sama dengan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) pada 17-18 April 2026 menggelar penyuluhan TB kepada masyarakat di Puskesmas Pal Tiga, Sungai Jawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/879574\/dukung-eliminasi-tbc-zero-tb-yogyakarta-dan-dinkes-gunungkidul-gelar-acf\" title=\"Dukung Eliminasi TBC, Zero TB Yogyakarta dan Dinkes Gunungkidul Gelar ACF\" target=\"_blank\">Dukung Eliminasi TBC, Zero TB Yogyakarta dan Dinkes Gunungkidul Gelar ACF<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Program yang didanai LPDP ini berfokus pada penguatan edukasi dan pencegahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tb-pada-anak\" title=\"Tb pada anak\">Tb pada anak<\/a> melalui pendekatan berbasis keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya beban Tb secara nasional.<\/p>\n<p>Di Kalimantan Barat, capaian deteksi kasus dan keberhasilan pengobatan masih belum optimal, sementara cakupan Terapi Pencegahan Tb (TPT) pada anak juga masih terbilang rendah.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk intervensi, kegiatan ini menghadirkan penyuluhan interaktif dipadukan dengan sesi read aloud dua buku cerita anak bertema Tb. Buku hasil karya bersama Kelompok Ilustrasi Buku Anak (KIBA) ITB dan DKV Institut Teknologi Nasonal (Itenas) mengangkat perspektif anak sebagai pasien Tb, serta anak yang harus menjalani TPT akibat kontak erat dengan pasien Tb di lingkungan keluarga. Sesi ini difasilitasi mahasiswa SF-ITB dan dibagi berdasarkan kelompok usia untuk memastikan penyampaian pesan sesuai dan efektif.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/876902\/setiap-4-menit-1-nyawa-hilang-karena-tuberkulosis\" title=\"Setiap 4 Menit, 1 Nyawa Hilang Karena Tuberkulosis\" target=\"_blank\">Setiap 4 Menit, 1 Nyawa Hilang Karena Tuberkulosis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ketua panitia kegiatan Pratiwi Wikaningtyas menegaskan pentingnya kepatuhan pengobatan Tb sebagai kunci keberhasilan terapi.\u00a0\u201cMinum obat harus patuh dan tuntas. Jika tidak, kuman Tb bisa menjadi kebal terhadap obat sehingga pengobatan menjadi lebih lama dan lebih berat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menambahkan pendekatan edukasi kreatif melalui buku cerita dan kartu minum obat dapat membantu orang tua dalam mendampingi anak menjalani terapi secara rutin. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dan komunitas.<\/p>\n<p>\u201cPengobatan Tb pada anak bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh orang tua dan lingkungan. Prinsipnya peduli, dukung, dan rutin cek kesehatan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kegiatan ini dibuka Kepala Puskesmas Pal Tiga Riris Ariestiasanny yang menyampaikan apresiasi kolaborasi yang terjalin. \u201cKami sangat mengapresiasi program ini karena memberikan manfaat besar, tidak hanya meningkatkan kapasitas apoteker puskesmas, tetapi juga membantu kader Tb menyampaikan edukasi kepada masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program. \u201cMateri dan media edukasi menjadi alat bagi kader sebagai perpanjangan tangan informasi di masyarakat. Kami berharap kolaborasi terus berlanjut dan ditingkatkan ke depan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Dalam sesi edukasi, dosen Fakultas Kedokteran Unair Rika Hapsari menjelaskan stigma terhadap pasien Tb masih menjadi tantangan utama di masyarakat. \u201cMasih banyak yang menganggap Tb sebagai penyakit turunan, padahal sebagian besar kasus pada anak justru ditularkan orang dewasa di lingkungan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan pengobatan rutin dapat menurunkan risiko penularan. \u201cSetelah dua minggu pengobatan yang patuh, penularan sudah jauh berkurang. Selain itu, Tb ekstra paru pada anak tidak menular. Anak tetap bisa bersekolah dan beraktivitas,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Melalui pendekatan berbasis keluarga dan penggunaan media edukasi inovatif, kegiatan ini diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat, mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam terapi pencegahan Tb, dan menjadi model intervensi yang dapat direplikasi di daerah.<br \/>&#13;<br \/>\nProgram ini sekaligus mendukung target nasional bebas Tb pada 2050 dengan menekankan pentingnya deteksi dini, kepatuhan pengobatan, dan kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian dan pencegahan Tb berkelanjutan.<\/p>\n<p>Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 menjadi pengingat upaya mengakhiri Tb membutuhkan komitmen kuat, kebijakan berpihak pada masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan langkah lebih cepat dan terintegrasi, Indonesia memiliki peluang besar untuk menurunkan beban Tb dan mencapai target eliminasi di masa depan. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/881341\/edukasi-tingkatkan-kepatuhan-dan-pencegahan-tuberkulosis-anak-di-pontianak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) SAAT ini di Indonesia jumlah kematian karena kasus tuberkulosis (Tb) tergolong tertinggi di dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), di kawasan Western Pacific Regional Office (WPRO) terdapat sekitar 2,9 juta kasus Tb. Indonesia, Filipina, dan Cina termasuk negara dengan kontribusi besar terhadap beban kasus Tb. Selain itu, Tb juga masih menjadi salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30157,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-30156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30156"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30156\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}