{"id":30046,"date":"2026-04-20T03:02:17","date_gmt":"2026-04-20T03:02:17","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/20\/tingkat-eksposur-kementerian-dan-lembaga-pengaruhi-narasi-program\/"},"modified":"2026-04-20T03:02:17","modified_gmt":"2026-04-20T03:02:17","slug":"tingkat-eksposur-kementerian-dan-lembaga-pengaruhi-narasi-program","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/20\/tingkat-eksposur-kementerian-dan-lembaga-pengaruhi-narasi-program\/","title":{"rendered":"Tingkat Eksposur Kementerian dan Lembaga Pengaruhi Narasi Program"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/20\/1776653747_50a6758d13d1e4e76672.jpg\" alt=\"Tingkat Eksposur Kementerian dan Lembaga Pengaruhi Narasi Program \"\/><figcaption>Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.(Dok.Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>PENELITI CSIS, Arya Fernandes, menyoroti pentingnya tingkat eksposur dalam membentuk persepsi masyarakat. Menurut Arya, Kementerian atau lembaga yang sering muncul di publik dan memiliki narasi program yang jelas cenderung dinilai lebih baik.<\/p>\n<p>Arya menunjukkan beberapa institusi seperti Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet (Setkab) memiliki tingkat kemunculan yang relatif tinggi dibandingkan lembaga lainnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/878591\/seskab-teddy-soroti-inflasi-pengamat-ingatkan-pentingnya-opini-berbasis-data-dan-fakta\" title=\"Seskab Teddy Soroti Inflasi Pengamat, Ingatkan Pentingnya Opini Berbasis Data dan Fakta\" target=\"_blank\">Seskab Teddy Soroti Inflasi Pengamat, Ingatkan Pentingnya Opini Berbasis Data dan Fakta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Kedekatan Setkab dengan pusat pengambilan keputusan di lingkaran kepresidenan turut menjadi faktor strategis. Di bawah kepemimpinan Teddy (Indra Wijaya), Setkab dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus memastikan komunikasi kebijakan tetap jelas dan tidak menimbulkan polemik,&#8221; ungkap Arya.<\/p>\n<p>Hal itu dikatakan Arya menanggapi keberhasilan Setkab menorehkan capaian penting dengan masuk dalam tiga besar lembaga pemerintah dengan kinerja terbaik berdasarkan persepsi publik.<\/p>\n<p>Berdasarkan survei Cyrus Network pada April 2026, Setkab memperoleh skor 86,3%, berada di bawah Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Peneliti utama Cyrus Network, Syahril Ilhami, mengatakan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari faktor komunikasi publik yang dijalankan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sekretaris-kabinet-teddy-indra-wijaya\" title=\"Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya\">Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya<\/a>. \u201cPublik saat ini menyukai cara komunikasi yang disampaikan,\u201d ujar Syahril dalam keterangannya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/874310\/prabowo-terbang-ke-jepang-temui-kaisar-naruhito\" title=\"Prabowo Terbang ke Jepang Temui Kaisar Naruhito\" target=\"_blank\">Prabowo Terbang ke Jepang Temui Kaisar Naruhito<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa selain komunikasi, efisiensi dalam pengelolaan administrasi juga memperkuat citra positif Setkab. \u201cTata kelola yang rapi dan penyampaian kebijakan yang jelas membuat kepercayaan publik meningkat,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Syahril menilai pendekatan komunikasi yang adaptif menjadi kunci. \u201cGaya komunikasi yang terukur membuat program pemerintah lebih mudah diterima masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Survei tersebut juga menunjukkan adanya hubungan kuat antara popularitas lembaga dan persepsi kinerjanya. Hanya beberapa institusi yang konsisten berada di lima besar dalam kedua aspek tersebut, termasuk Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet.<\/p>\n<p>Pakar komunikasi digital, Anthony Leong, menilai salah satu momen penting adalah saat Teddy menghadapi puluhan wartawan dalam sesi wawancara. \u201cKetika seorang pejabat mampu menjawab banyak pertanyaan secara tenang, jelas, dan terstruktur, itu menunjukkan kapasitas komunikasi yang kuat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa kemampuan tersebut bukan hanya soal berbicara, tetapi juga penguasaan substansi dan konsistensi pesan. \u201cKeterbukaan dan respons cepat di depan media menjadi kunci membangun kredibilitas,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Anthony juga menilai pendekatan komunikasi seperti ini semakin relevan di tengah tuntutan transparansi publik yang semakin tinggi. \u201cTidak harus sering tampil, tetapi muncul pada momen yang tepat untuk merespons isu strategis, itu justru efektif,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Capaian ini menegaskan bahwa komunikasi publik yang responsif, transparan, dan berbasis substansi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan di era informasi yang serba cepat. (Ant\/E-2)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/881273\/tingkat-eksposur-kementerian-dan-lembaga-pengaruhi-narasi-program-\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.(Dok.Istimewa) \u00a0 PENELITI CSIS, Arya Fernandes, menyoroti pentingnya tingkat eksposur dalam membentuk persepsi masyarakat. Menurut Arya, Kementerian atau lembaga yang sering muncul di publik dan memiliki narasi program yang jelas cenderung dinilai lebih baik. Arya menunjukkan beberapa institusi seperti Kementerian Keuangan dan Sekretariat Kabinet (Setkab) memiliki tingkat kemunculan yang relatif tinggi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30047,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-30046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30046"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30046\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30047"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}