{"id":29892,"date":"2026-04-19T18:53:05","date_gmt":"2026-04-19T18:53:05","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/19\/daftar-kerajaan-di-indonesia-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan\/"},"modified":"2026-04-19T18:53:05","modified_gmt":"2026-04-19T18:53:05","slug":"daftar-kerajaan-di-indonesia-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/19\/daftar-kerajaan-di-indonesia-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan\/","title":{"rendered":"Daftar Kerajaan di Indonesia Sejarah, Masa Kejayaan, dan Peninggalan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/19\/1776601730_d11e44b3f82dc449dc7f.jpg\" alt=\"Daftar Kerajaan di Indonesia: Sejarah, Masa Kejayaan, dan Peninggalan\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>INDONESIA<span style=\"font-size: 13px;\"> memiliki sejarah panjang yang diwarnai oleh berdirinya berbagai kerajaan besar. Mulai dari pengaruh Hindu-Buddha hingga masuknya ajaran Islam, kerajaan-kerajaan ini membentuk identitas bangsa dan meninggalkan warisan budaya yang tak ternilai harganya dalam sejarah\u00a0dan sistem pemerintahan.<\/span><\/p>\n<h2>Kerajaan Bercorak Hindu-Buddha di Indonesia<\/h2>\n<p>Periode ini menandai awal mula sejarah tertulis di Nusantara dengan penggunaan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta.<\/p>\n<h3>1. Kerajaan Kutai (Abad ke-4)<\/h3>\n<p>Terletak di Kalimantan Timur, Kutai diakui sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Bukti keberadaannya ditemukan melalui tujuh buah Yupa (tiang batu) yang menceritakan kedermawanan Raja Mulawarman.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/595467\/kerajaan-kutai-dengan-tujuh-artefak-peninggalan\">Kerajaan Kutai dengan Tujuh Artefak Peninggalan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Kerajaan Tarumanegara (Abad ke-4-7)<\/h3>\n<p>Berpusat di wilayah Jawa Barat, kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bawah Raja Purnawarman. Peninggalan terkenalnya ialah Prasasti Ciaruteun yang menampilkan cetakan telapak kaki raja.<\/p>\n<h3>3. Kerajaan Sriwijaya (Abad ke-7 &#8211; 14)<\/h3>\n<p>Sebagai kerajaan maritim terbesar, Sriwijaya yang berpusat di Sumatra Selatan menguasai jalur perdagangan Selat Malaka. Kerajaan ini juga menjadi pusat pengajaran agama Buddha di Asia Tenggara.<\/p>\n<h3>4. Kerajaan Majapahit (Abad ke-13-16)<\/h3>\n<p>Majapahit dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar yang berhasil menyatukan sebagian besar wilayah Nusantara. Di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada dengan Sumpah Palapa-nya, Majapahit mencapai masa keemasan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/610904\/faktor-yang-menyebabkan-runtuhnya-kerajaan-majapahit\">Faktor yang Menyebabkan Runtuhnya Kerajaan Majapahit<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia<\/h2>\n<p>Seiring dengan berkembangnya jalur perdagangan, pengaruh Islam mulai masuk dan melahirkan kesultanan-kesultanan besar.<\/p>\n<h3>1. Samudera Pasai (Abad ke-13)<\/h3>\n<p>Terletak di Aceh, ini kerajaan Islam pertama di Indonesia. Letaknya yang strategis menjadikannya pusat perdagangan internasional dan penyebaran Islam.<\/p>\n<h3>2. Kesultanan Demak (Abad ke-15)<\/h3>\n<p>Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Patah. Kerajaan ini memiliki peran vital dalam meruntuhkan dominasi Majapahit dan menyebarkan Islam melalui dakwah Wali Songo.<\/p>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/515186\/kerajaan-yang-bercorak-islam-di-indonesia\">Kerajaan yang Bercorak Islam di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>3. Kesultanan Mataram Islam (Abad ke-16)<\/h3>\n<p>Berpusat di Kotagede, Yogyakarta, kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bawah Sultan Agung. Mataram Islam kemudian terbagi menjadi dua melalui Perjanjian Giyanti, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.<\/p>\n<h3>4. Kesultanan Gowa-Tallo (Abad ke-16)<\/h3>\n<p>Dikenal dengan julukan Ayam Jantan dari Timur\u00a0melalui keberanian Sultan Hasanuddin, kerajaan di Sulawesi Selatan ini merupakan kekuatan maritim yang tangguh di wilayah timur Nusantara.<\/p>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/521629\/ini-silsilah-keluarga-kerajaan-inggris\">Ini Silsilah Keluarga Kerajaan Inggris<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Catatan Redaksi:<\/strong> Daftar di atas hanyalah sebagian dari ratusan kerajaan kecil dan besar yang pernah berdiri di Nusantara. Setiap kerajaan memiliki kontribusi unik terhadap hukum, seni, dan struktur sosial Indonesia modern.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Memahami <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/daftar-kerajaan-di-indonesia\" title=\"daftar kerajaan di indonesia\">daftar kerajaan di Indonesia<\/a> bukan sekadar menghafal nama raja, melainkan mengapresiasi bagaimana nilai-nilai luhur, sistem perdagangan, dan diplomasi telah dibangun sejak berabad-abad lalu. Peninggalan mereka, baik berupa candi, keraton, maupun tradisi, tetap menjadi bagian dari kekayaan nasional hingga saat ini.<\/p>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/758970\/kerajaan-singasari-sejarah-dan-warisannya\">Kerajaan Singasari Sejarah dan Warisannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>FAQ (Pertanyaan Umum)<\/h2>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apa kerajaan tertua di Indonesia?<\/strong> Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur (sekitar tahun 400 Masehi).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apa kerajaan terbesar di Indonesia?<\/strong> Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sriwijaya sering disebut sebagai dua kerajaan dengan wilayah kekuasaan terluas.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kapan masa berakhirnya kerajaan di Indonesia?<\/strong> Sebagian besar kerajaan mulai kehilangan kedaulatan politiknya saat masa kolonialisme Belanda. Namun beberapa keraton masih eksis sebagai lembaga adat hingga kini.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/760391\/kerajaan-kalingga-sejarah-dan-warisan-budaya\">Kerajaan Kalingga Sejarah dan Warisan Budaya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/832464\/7-peninggalan-kerajaan-kalingga-yang-wajib-kamu-kunjungi-untuk-wisata-sejarah-indonesia\">7 Peninggalan Kerajaan Kalingga yang Wajib Kamu Kunjungi untuk Wisata Sejarah Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/881138\/daftar-kerajaan-di-indonesia-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Freepik) INDONESIA memiliki sejarah panjang yang diwarnai oleh berdirinya berbagai kerajaan besar. Mulai dari pengaruh Hindu-Buddha hingga masuknya ajaran Islam, kerajaan-kerajaan ini membentuk identitas bangsa dan meninggalkan warisan budaya yang tak ternilai harganya dalam sejarah\u00a0dan sistem pemerintahan. Kerajaan Bercorak Hindu-Buddha di Indonesia Periode ini menandai awal mula sejarah tertulis di Nusantara dengan penggunaan aksara Pallawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29893,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-29892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29892"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29892\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}