{"id":29882,"date":"2026-04-19T18:21:54","date_gmt":"2026-04-19T18:21:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/19\/rekor-gol-terbanyak-satu-edisi-piala-dunia-just-fontaine-belum-terkalahkan\/"},"modified":"2026-04-19T18:21:54","modified_gmt":"2026-04-19T18:21:54","slug":"rekor-gol-terbanyak-satu-edisi-piala-dunia-just-fontaine-belum-terkalahkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/19\/rekor-gol-terbanyak-satu-edisi-piala-dunia-just-fontaine-belum-terkalahkan\/","title":{"rendered":"Rekor Gol Terbanyak Satu Edisi Piala Dunia Just Fontaine belum Terkalahkan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/19\/1776602765_6686225d3a8d8cbea072.jpg\" alt=\"Rekor Gol Terbanyak Satu Edisi Piala Dunia: Just Fontaine belum Terkalahkan\"\/><figcaption>Just Fontaine dibopong rekan-rekan di timnas Prancis usai mencetak empat gol ke gawang timnas Jerman di laga Piala Dunia 1958.(AFP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DALAM sejarah panjang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"piala dunia\">Piala Dunia<\/a> FIFA, mencetak gol adalah tugas tersulit sekaligus paling prestisius. Namun, bagi segelintir pemain, membobol gawang lawan tampak begitu mudah dalam satu turnamen tunggal. Hingga saat ini, nama legenda Prancis, <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/just-fontaine\" title=\"Just Fontaine\">Just Fontaine<\/a><\/strong>, tetap kokoh di puncak singgasana sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.<\/p>\n<p>Berdasarkan data sejarah yang dihimpun, rekor Fontaine tercipta pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Dalam turnamen tersebut, ia berhasil menyarangkan 13 gol hanya dalam enam pertandingan. Pencapaian ini dianggap sebagai salah satu rekor olahraga yang paling sulit dipecahkan di era sepak bola modern.<\/p>\n<h3>Dominasi Just Fontaine di Swedia 1958<\/h3>\n<p>Just Fontaine memulai turnamen dengan <i>hat-trick<\/i> melawan Paraguay dan menutupnya dengan empat gol ke gawang Jerman Barat dalam perebutan tempat ketiga. Ketajaman Fontaine di Stadion Rasunda, Solna, dan beberapa kota lain di Swedia kala itu memastikan namanya tertulis dengan tinta emas, meski Prancis gagal menjadi juara setelah dihentikan Brasil di semifinal.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881136\/daftar-pencetak-gol-terbanyak-piala-dunia-sepanjang-masa-dan-prediksi-2026\" title=\"Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia Sepanjang Masa dan Prediksi 2026\" target=\"_blank\">Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia Sepanjang Masa dan Prediksi 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Daftar Pencetak Gol Terbanyak dalam Satu Edisi<\/h3>\n<p>Sebelum era Fontaine, dunia mengenal Sandor Kocsis dari Hungaria yang tampil fenomenal pada 1954. Berikut adalah daftar pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam satu perhelatan Piala Dunia:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Pemain<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Negara<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: center;\">Jumlah Gol<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Edisi Piala Dunia<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Just Fontaine<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Prancis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: center;\">13<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Swedia 1958<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Sandor Kocsis<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Hungaria<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: center;\">11<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Swiss 1954<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Gerd Muller<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Jerman Barat<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: center;\">10<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Meksiko 1970<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Ademir<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Brasil<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: center;\">9<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Brasil 1950<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Eusebio<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Portugal<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: center;\">9<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Inggris 1966<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Tantangan di Era Modern<\/h3>\n<p>Di era sepak bola modern, mencetak lebih dari 10 gol dalam satu turnamen menjadi misi yang hampir mustahil. Sebagai perbandingan, Kylian Mbappe yang tampil luar biasa di Piala Dunia 2022 Qatar &#8220;hanya&#8221; mampu mengoleksi 8 gol, jumlah yang sama dengan Ronaldo Nazario pada edisi 2002.<\/p>\n<p>Sistem pertahanan yang lebih terorganisir dan intensitas pertandingan yang tinggi membuat catatan 13 gol milik Fontaine tetap menjadi standar emas yang belum terlampaui selama lebih dari enam dekade. Apakah rekor ini akan pecah di masa depan? Mengingat jumlah peserta Piala Dunia yang akan bertambah, peluang itu tetap ada, namun ketajaman murni seperti yang ditunjukkan Fontaine di Swedia akan selalu menjadi tolok ukur kehebatan seorang penyerang.<\/p>\n<p>PENAFIAN<\/p>\n<p>Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/881145\/rekor-gol-terbanyak-satu-edisi-piala-dunia-just-fontaine-belum-terkalahkan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Just Fontaine dibopong rekan-rekan di timnas Prancis usai mencetak empat gol ke gawang timnas Jerman di laga Piala Dunia 1958.(AFP) DALAM sejarah panjang Piala Dunia FIFA, mencetak gol adalah tugas tersulit sekaligus paling prestisius. Namun, bagi segelintir pemain, membobol gawang lawan tampak begitu mudah dalam satu turnamen tunggal. Hingga saat ini, nama legenda Prancis, Just [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29883,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-29882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29882"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29882\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}