{"id":29878,"date":"2026-04-19T18:12:06","date_gmt":"2026-04-19T18:12:06","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/19\/daftar-lengkap-kerajaan-di-indonesia-dari-kutai-hingga-kesultanan-terakhir\/"},"modified":"2026-04-19T18:12:06","modified_gmt":"2026-04-19T18:12:06","slug":"daftar-lengkap-kerajaan-di-indonesia-dari-kutai-hingga-kesultanan-terakhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/19\/daftar-lengkap-kerajaan-di-indonesia-dari-kutai-hingga-kesultanan-terakhir\/","title":{"rendered":"Daftar Lengkap Kerajaan di Indonesia Dari Kutai hingga Kesultanan Terakhir"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/19\/1776603128_19581beba87b3fcdc1d2.jpg\" alt=\"Daftar Lengkap Kerajaan di Indonesia: Dari Kutai hingga Kesultanan Terakhir\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sejarah-nusantara\" title=\"sejarah Nusantara\">SEJARAH Nusantara<\/a> ialah narasi panjang tentang bangkit dan runtuhnya peradaban besar. Sebelum berbentuk Republik, wilayah ini dipimpin oleh berbagai kerajaan yang menguasai daratan dan lautan. Memahami <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/daftar-kerajaan-di-indonesia\" title=\"daftar kerajaan di indonesia\">daftar kerajaan di Indonesia<\/a> bukan hanya soal angka tahun, melainkan memahami akar budaya dan sistem ekonomi yang kelak memengaruhi penggunaan mata uang\u00a0serta struktur sosial kita saat ini.<\/p>\n<h2>Era Kerajaan Hindu-Buddha (Abad ke-4 sampai Abad ke-15)<\/h2>\n<p>Periode ini ditandai dengan masuknya pengaruh budaya India yang membawa sistem pemerintahan monarki dan aksara.<\/p>\n<h3>1. Kerajaan Kutai Martadipura (350 M)<\/h3>\n<p>Terletak di muara Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, Kutai ialah kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Raja Mulawarman dikenal sebagai pemimpin yang membawa masa keemasan dengan memberikan sedekah 20.000 sapi kepada kaum Brahmana.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/881138\/daftar-kerajaan-di-indonesia-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan\" target=\"_blank\" title=\"Daftar Kerajaan di Indonesia: Sejarah, Masa Kejayaan, dan Peninggalan\">Daftar Kerajaan di Indonesia: Sejarah, Masa Kejayaan, dan Peninggalan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>2. Kerajaan Tarumanegara (358-669 M)<\/h3>\n<p>Berpusat di wilayah Bekasi dan Bogor, Jawa Barat. Raja terkenalnya, Purnawarman, membangun saluran irigasi Sungai Gomati sepanjang 12 km untuk mencegah banjir dan mengairi lahan pertanian.<\/p>\n<h3>3. Kerajaan Sriwijaya (Abad ke-7 sampai Abad ke-14)<\/h3>\n<p>Sebagai kekaisaran maritim (Thalassocracy), Sriwijaya menguasai Selat Malaka dan menjadi pusat studi agama Buddha internasional. Kekuasaannya membentang hingga Kamboja dan Thailand Selatan.<\/p>\n<h3>4. Kerajaan Mataram Kuno (Abad ke-8 sampai Abad ke-11)<\/h3>\n<p>Terkenal dengan toleransi beragamanya, kerajaan ini membangun Candi Borobudur (Dinasti Syailendra\/Buddha) dan Candi Prambanan (Dinasti Sanjaya\/Hindu) di Jawa Tengah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/846106\/jejak-migrasi-manusia-di-balik-misteri-babi-yang-menyeberangi-garis-wallace\" target=\"_blank\" title=\"Jejak Migrasi Manusia di Balik Misteri Babi yang Menyeberangi Garis Wallace\">Jejak Migrasi Manusia di Balik Misteri Babi yang Menyeberangi Garis Wallace<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>5. Kerajaan Majapahit (1293-1527 M)<\/h3>\n<p>Majapahit adalah puncak peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Di bawah Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, kerajaan ini berhasil menyatukan wilayah yang luasnya melebihi wilayah Indonesia modern.<\/p>\n<h2>Era Kesultanan Islam (Abad ke-13 sampai Abad ke-20)<\/h2>\n<p>Masuknya Islam melalui jalur perdagangan mengubah peta politik Nusantara menjadi kesultanan-kesultanan yang berdaulat.<\/p>\n<h3>1. Kesultanan Samudera Pasai (1267-1521 M)<\/h3>\n<p>Terletak di Aceh, merupakan kesultanan Islam pertama di Indonesia. Menjadi pusat perdagangan lada dan tempat persinggahan penjelajah dunia seperti Marco Polo dan Ibnu Battuta.<\/p>\n<h3>2. Kesultanan Demak (1475-1568 M)<\/h3>\n<p>Didirikan oleh Raden Patah, Demak menjadi pelopor penyebaran Islam di Pulau Jawa dengan dukungan dari Wali Songo.<\/p>\n<h3>3. Kesultanan Mataram Islam (1588-1755 M)<\/h3>\n<p>Berbeda dengan Mataram Kuno, kesultanan ini mencapai puncak kejayaan di bawah Sultan Agung yang gigih melawan VOC di Batavia. Melalui Perjanjian Giyanti, kerajaan ini terpecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.<\/p>\n<h3>4. Kesultanan Gowa-Tallo (Abad ke-16 sampai\u00a01667 M)<\/h3>\n<p>Kerajaan kembar di Sulawesi Selatan yang menjadi kekuatan maritim utama di Indonesia Timur. Sultan Hasanuddin memimpin perlawanan sengit terhadap monopoli perdagangan Belanda.<\/p>\n<h3>5. Kesultanan Ternate dan Tidore<\/h3>\n<p>Dikenal sebagai The Spice Islands, kedua kesultanan di Maluku ini merupakan penghasil utama cengkih dan pala dunia, yang memicu kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara.<\/p>\n<p><strong>Fakta Strategis:<\/strong> Transisi dari kerajaan ke bentuk negara modern terjadi secara bertahap. Kesultanan Yogyakarta, misalnya, secara resmi bergabung dengan Republik Indonesia pada 5 September 1945 melalui Amanat 5 September.<\/p>\n<h2>Daftar Kerajaan Berdasarkan Wilayah<\/h2>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Wilayah<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Nama Kerajaan\/Kesultanan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sumatra<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sriwijaya, Samudera Pasai, Malaka, Aceh Darussalam, Siak.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Jawa<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Tarumanegara, Pajajaran, Majapahit, Demak, Banten, Mataram Islam.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kalimantan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kutai, Banjar, Pontianak, Sambas.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sulawesi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Gowa-Tallo, Bone, Buton, Luwu.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Maluku &amp; Papua<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Ternate, Tidore, Jailolo, Bacan, Waigeo.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Daftar kerajaan di Indonesia menunjukkan betapa dinamisnya sejarah Nusantara. Dari sistem pemerintahan berbasis kasta hingga kesultanan yang demokratis secara adat, warisan ini tetap hidup dalam bentuk tradisi, arsitektur, dan hukum adat yang masih dihormati hingga hari ini.<\/p>\n<h2>FAQ (Pertanyaan Umum)<\/h2>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apa kerajaan terakhir di Indonesia?<\/strong> Secara politik, Kesultanan Yogyakarta adalah salah satu yang terakhir berdaulat penuh sebelum mengintegrasikan diri ke NKRI pada 1945.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Siapa raja paling berpengaruh di Nusantara?<\/strong> Gajah Mada (Majapahit), Sultan Agung (Mataram), dan Sultan Hasanuddin (Gowa) sering disebut sebagai tokoh paling berpengaruh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apakah masih ada kerajaan yang eksis sekarang?<\/strong> Banyak kerajaan masih eksis sebagai lembaga adat dan pelestari budaya, tetapi\u00a0tidak lagi memiliki otoritas politik pemerintahan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/881147\/daftar-lengkap-kerajaan-di-indonesia-dari-kutai-hingga-kesultanan-terakhir\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Freepik) SEJARAH Nusantara ialah narasi panjang tentang bangkit dan runtuhnya peradaban besar. Sebelum berbentuk Republik, wilayah ini dipimpin oleh berbagai kerajaan yang menguasai daratan dan lautan. Memahami daftar kerajaan di Indonesia bukan hanya soal angka tahun, melainkan memahami akar budaya dan sistem ekonomi yang kelak memengaruhi penggunaan mata uang\u00a0serta struktur sosial kita saat ini. Era [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29879,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-29878","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29878"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29878\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}