{"id":29714,"date":"2026-04-19T10:43:47","date_gmt":"2026-04-19T10:43:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/19\/hadapi-musim-kemarau-bmkg-imbau-warga-cirebon-hemat-air-dan-manfaatkan-hujan\/"},"modified":"2026-04-19T10:43:47","modified_gmt":"2026-04-19T10:43:47","slug":"hadapi-musim-kemarau-bmkg-imbau-warga-cirebon-hemat-air-dan-manfaatkan-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/19\/hadapi-musim-kemarau-bmkg-imbau-warga-cirebon-hemat-air-dan-manfaatkan-hujan\/","title":{"rendered":"Hadapi Musim Kemarau, BMKG Imbau Warga Cirebon Hemat Air dan Manfaatkan Hujan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/19\/1776595075_c22ad2367a2f9c3dff8b.png\" alt=\"Hadapi Musim Kemarau, BMKG Imbau Warga Cirebon Hemat Air dan Manfaatkan Hujan\"\/><figcaption>Ilustrasi Petugas BPBD Majalengka Bersihkan material longsor di Kecamatan Rajagaluh.(Dok)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a> mengingatkan masyarakat wilayah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cirebon\" title=\"Cirebon\">Cirebon<\/a> untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang.<\/p>\n<p>Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Muhammad Syifaul Fuad, mengatakan puncak musim kemarau di wilayah Cirebon diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026.<\/p>\n<p>\u201cPuncak musim kemarau diprediksi Agustus, September,\u201d tutur Fuad, Minggu (19\/4).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/880975\/prakiraan-cuaca-dki-jakarta-19-april-2026-waspada-potensi-hujan-di-sore-hari\" title=\"Prakiraan Cuaca DKI Jakarta 19 April 2026: Waspada Potensi Hujan di Sore Hari\" target=\"_blank\">Prakiraan Cuaca DKI Jakarta 19 April 2026: Waspada Potensi Hujan di Sore Hari<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menjelaskan musim kemarau tahun ini tidak hanya datang lebih cepat, tetapi juga berpotensi lebih kering dan lebih panjang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena cuaca global berupa El Ni\u00f1o dengan intensitas lemah hingga sedang.<\/p>\n<p>\u201cEl Nino ini identik dengan berkurangnya hujan di Indonesia,\u201d ujar Fuad.<\/p>\n<p>Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau mulai melakukan penghematan air sejak dini. Selain itu, hujan yang masih turun saat masa peralihan dapat dimanfaatkan sebagai cadangan air.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/880811\/curah-hujan-menurun-bmkg-siaga-hadapi-karhutla\" title=\"Curah Hujan Menurun, BMKG Siaga Hadapi Karhutla\" target=\"_blank\">Curah Hujan Menurun, BMKG Siaga Hadapi Karhutla<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cHemat air dari sekarang. Masyarakat juga bisa memanfaatkan hujan yang masih turun di wilayah masing-masing,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Fuad menyarankan agar air hujan ditampung untuk kebutuhan sehari-hari serta memperbaiki instalasi pipa yang bocor guna mencegah pemborosan.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.<\/p>\n<p>\u201cWaspadai kebakaran hutan dan lahan. Warga jangan membakar sampah atau lahan sembarangan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Selain itu, warga diminta mengatur manajemen stok pangan rumah tangga serta menyiapkan masker untuk mengantisipasi polusi asap. Asupan air minum juga perlu ditingkatkan untuk mencegah dehidrasi.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, Fuad menyebut wilayah Cirebon yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan saat ini masih berada dalam masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau.<\/p>\n<p>\u201cMasa pancaroba memiliki karakteristik cuaca yang berubah dinamis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pada periode ini, cuaca umumnya panas pada pagi hingga siang hari, namun masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore atau malam hari dengan durasi singkat.<\/p>\n<p>\u201cHujan dapat disertai angin kencang, petir, puting beliung, dan hujan es,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>BMKG memprakirakan awal musim kemarau di wilayah Cirebon terjadi pada April dasarian III hingga Mei dasarian II 2026. (UL\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/881099\/hadapi-musim-kemarau-bmkg-imbau-warga-cirebon-hemat-air-dan-manfaatkan-hujan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi Petugas BPBD Majalengka Bersihkan material longsor di Kecamatan Rajagaluh.(Dok) BMKG mengingatkan masyarakat wilayah Cirebon untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Muhammad Syifaul Fuad, mengatakan puncak musim kemarau di wilayah Cirebon diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026. \u201cPuncak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29715,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-29714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29714"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29714\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}