{"id":29283,"date":"2026-04-18T12:42:42","date_gmt":"2026-04-18T12:42:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/18\/viral-siswa-acungkan-jari-tengah-dan-lecehkan-guru-di-purwakarta-ini-kronologinya\/"},"modified":"2026-04-18T12:42:42","modified_gmt":"2026-04-18T12:42:42","slug":"viral-siswa-acungkan-jari-tengah-dan-lecehkan-guru-di-purwakarta-ini-kronologinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/18\/viral-siswa-acungkan-jari-tengah-dan-lecehkan-guru-di-purwakarta-ini-kronologinya\/","title":{"rendered":"Viral Siswa Acungkan Jari Tengah dan Lecehkan Guru di Purwakarta, Ini Kronologinya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/18\/1776514831_36bdb4ffd3f8e676fe39.jpg\" alt=\"Viral Siswa Acungkan Jari Tengah dan Lecehkan Guru di Purwakarta, Ini Kronologinya\"\/><figcaption>Viral video siswa mengacungkan jari tengah dan mengerubungi seorang guru perempuan di Purwakarta.(Dok Istimewa )<\/figcaption><\/figure>\n<p data-end=\"498\" data-start=\"235\">JAGAT\u00a0media sosial dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa melakukan tindakan tidak pantas terhadap guru di dalam kelas. Peristiwa tersebut terjadi di SMAN 1 Purwakarta dan menuai kecaman luas dari masyarakat.<\/p>\n<p data-end=\"671\" data-start=\"500\">Dalam video yang beredar, para siswa terlihat mengejek hingga mengacungkan jari tengah kepada guru, tindakan yang dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap sosok pendidik.<\/p>\n<h2 data-end=\"694\" data-section-id=\"d2qk48\" data-start=\"673\">Kronologi Kejadian<\/h2>\n<p data-end=\"886\" data-start=\"696\">Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi pada Kamis (16\/4) setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Aksi tersebut dilakukan oleh sekitar sembilan siswa di dalam kelas.<\/p>\n<p data-end=\"972\" data-start=\"888\">Kepala Dinas Pendidikan setempat, Purwanto, menjelaskan kronologi kejadian tersebut:<\/p>\n<p data-end=\"972\" data-start=\"888\">&#8220;Kronologinya mereka telah selesai pelajaran kebhinekaan, soal aneka makanan yang diolah oleh mereka berdasarkan penuturan kepala sekolah. Lalu setelah itu terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak itu.&#8221;<\/p>\n<p data-end=\"1381\" data-start=\"1224\">Video kejadian kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari publik karena dianggap mencerminkan krisis etika di lingkungan pendidikan.<\/p>\n<h2 data-end=\"1424\" data-section-id=\"1gg4qik\" data-start=\"1383\">Sanksi untuk Siswa dan Respons Sekolah<\/h2>\n<p data-end=\"1604\" data-start=\"1426\">Pihak sekolah langsung mengambil tindakan dengan memanggil siswa yang terlibat beserta orang tua mereka. Para siswa diketahui telah mengakui kesalahan dan menunjukkan penyesalan.<\/p>\n<p data-end=\"1734\" data-start=\"1606\">Sekolah pun menjatuhkan sanksi berupa skorsing selama 19 hari disertai pembinaan di rumah.<\/p>\n<h2 data-end=\"1766\" data-section-id=\"wy5rzo\" data-start=\"1736\">Respons Gubernur Jawa Barat<\/h2>\n<p data-end=\"1916\" data-start=\"1768\">Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut angkat bicara terkait kejadian ini. Ia mengaku prihatin setelah menerima laporan dari Dinas Pendidikan.<\/p>\n<p data-end=\"1916\" data-start=\"1768\">&#8220;Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologinya saya sudah mendengarkan paparan dari Dinas Pendidikan,&#8221; kata Dedi, Sabtu (18\/4).<\/p>\n<p data-end=\"2204\" data-start=\"2109\">Ia juga mengungkapkan bahwa orang tua siswa telah dipanggil dan menyesali tindakan anak mereka:<\/p>\n<p data-end=\"2204\" data-start=\"2109\">&#8220;Berdasarkan informasi anak tersebut orangtuanya sudah dipanggil ke sekolah dan orangtuanya <em>nangis<\/em> merasa menyesal atas tindakan anaknya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p data-end=\"2531\" data-start=\"2397\">Namun, Dedi menilai sanksi skorsing belum tentu efektif dalam membentuk karakter siswa. Ia mengusulkan pendekatan yang lebih edukatif:<\/p>\n<p data-end=\"2531\" data-start=\"2397\">&#8220;Tapi saya memberikan saran anak itu tidak skorsing selama 19 hari.\u00a0Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p data-end=\"2814\" data-start=\"2753\">Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya hukuman yang mendidik.<\/p>\n<p data-end=\"2814\" data-start=\"2753\">&#8220;Prinsip dasar setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan gurunya,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/880868\/viral-siswa-acungkan-jari-tengah-dan-lecehkan-guru-di-purwakarta-ini-kronologinya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Viral video siswa mengacungkan jari tengah dan mengerubungi seorang guru perempuan di Purwakarta.(Dok Istimewa ) JAGAT\u00a0media sosial dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa melakukan tindakan tidak pantas terhadap guru di dalam kelas. Peristiwa tersebut terjadi di SMAN 1 Purwakarta dan menuai kecaman luas dari masyarakat. Dalam video yang beredar, para siswa terlihat mengejek [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-29283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29283"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29283\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}