{"id":29161,"date":"2026-04-18T07:53:54","date_gmt":"2026-04-18T07:53:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/18\/core-ingatkan-pentingnya-kualitas-sdm-manajer-kopdes-merah-putih\/"},"modified":"2026-04-18T07:53:54","modified_gmt":"2026-04-18T07:53:54","slug":"core-ingatkan-pentingnya-kualitas-sdm-manajer-kopdes-merah-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/18\/core-ingatkan-pentingnya-kualitas-sdm-manajer-kopdes-merah-putih\/","title":{"rendered":"CORE Ingatkan Pentingnya Kualitas SDM Manajer Kopdes Merah Putih"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/18\/1776498580_c9f0e4e6f5d24668d304.jpg\" alt=\"CORE Ingatkan Pentingnya Kualitas SDM Manajer Kopdes Merah Putih\"\/><figcaption>PENELITI\u00a0Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PENELITI\u00a0<em>Center of Reform on Economics<\/em> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/core\" title=\"Core\">CORE<\/a>) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memberikan catatan kritis terkait program rekrutmen 30 ribu manajer Kopdes\u00a0Merah Putih. Ia menekankan pentingnya kesesuaian keterampilan sumber daya manusia (SDM) dengan kebutuhan riil di lapangan agar program lowongan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kopdes-merah-putih\" title=\"Kopdes Merah Putih\">Kopdes Merah Putih<\/a> tersebut\u00a0tidak sekadar menjadi rekrutmen massal tanpa dampak signifikan.<\/p>\n<p>Yusuf menilai, meski program ini membuka peluang besar bagi tenaga terdidik, pemerintah harus memastikan SDM yang terpilih memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni. Ia menyoroti kriteria rekrutmen yang dianggap terlalu umum.<\/p>\n<p>\u201cDengan kriteria yang relatif umum\u2014lulusan berbagai jurusan, tanpa keharusan pengalaman bisnis yang kuat\u2014program ini lebih terlihat seperti rekrutmen <em>fresh graduate<\/em> (lulusan baru) dalam skala besar,\u201d ujar Yusuf di Jakarta, Jumat (17\/4\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/880827\/program-30-ribu-manajer-kopdes-merah-putih-dampak-konsumsi-dan-risiko-apbn\" title=\"Program 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih: Dampak Konsumsi dan Risiko APBN\" target=\"_blank\">Program 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih: Dampak Konsumsi dan Risiko APBN<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Risiko Kesenjangan Keterampilan<\/h2>\n<p>Menurut Yusuf, kriteria yang longgar berpotensi menimbulkan kesenjangan antara profil tenaga kerja dengan kompleksitas tugas di lapangan. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/manajer-kopdes-merah-putih\" title=\"manajer kopdes merah putih\">Manajer Kopdes Merah Putih<\/a> nantinya akan langsung berhadapan dengan dinamika usaha yang menantang, mulai dari tekanan likuiditas, pengelolaan rantai pasok, hingga kewajiban kredit.<\/p>\n<p>Selain aspek teknis, Yusuf mengingatkan agar prinsip dasar koperasi tetap terjaga. \u201cKoperasi pada dasarnya adalah organisasi berbasis anggota, dengan prinsip partisipasi dan kepemilikan bersama,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<h2>Soroti Skema Kontrak dan Dampak Urbanisasi<\/h2>\n<p>Aspek lain yang disoroti CORE Indonesia adalah daya tarik program di pasar tenaga kerja. Skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun dinilai memiliki risiko <em>adverse selection<\/em>.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/880826\/skema-penempatan-manajer-kopdes-merah-putih-harus-jelas-untuk-cegah-konflik\" title=\"Skema Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Harus Jelas untuk Cegah Konflik\" target=\"_blank\">Skema Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Harus Jelas untuk Cegah Konflik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cRisiko yang muncul adalah talenta terbaik mungkin tidak tertarik karena masa depan yang tidak jelas setelah kontrak berakhir. Akhirnya, yang masuk adalah mereka yang tidak punya alternatif pekerjaan lain yang lebih stabil,\u201d jelas Yusuf.<\/p>\n<p>Terkait upaya pemerintah menahan laju urbanisasi melalui penempatan di desa, Yusuf berpendapat efeknya bisa bersifat sementara. Tanpa fondasi bisnis koperasi yang kuat, para tenaga kerja ini diprediksi akan kembali mencari peluang di kota besar setelah masa kontrak dua tahun selesai.<\/p>\n<p>\u201cJadi efek terhadap urbanisasi berpotensi hanya sementara, bukan perubahan struktural,\u201d tegasnya.<\/p>\n<h2>Informasi Rekrutmen<\/h2>\n<p>Sebagai informasi, pemerintah secara resmi telah membuka rekrutmen untuk 30.000 formasi manajer Kopdes Merah Putih. Pendaftaran dibuka pada 15 hingga 24 April 2026 dengan skema\u00a0PKWT (Kontrak 2 Tahun).<\/p>\n<p>Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi perdesaan, namun CORE Indonesia menekankan bahwa keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas seleksi dan pendampingan SDM di lapangan. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/880828\/core-ingatkan-pentingnya-kualitas-sdm-manajer-kopdes-merah-putih\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENELITI\u00a0Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet.(Dok. Antara) PENELITI\u00a0Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memberikan catatan kritis terkait program rekrutmen 30 ribu manajer Kopdes\u00a0Merah Putih. Ia menekankan pentingnya kesesuaian keterampilan sumber daya manusia (SDM) dengan kebutuhan riil di lapangan agar program lowongan Kopdes Merah Putih tersebut\u00a0tidak sekadar menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29162,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-29161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29161"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29161\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}