{"id":28365,"date":"2026-04-16T13:12:07","date_gmt":"2026-04-16T13:12:07","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/16\/jateng-bakal-dibangun-peternakan-sapi-perah-terbesar-kapasitasnya-capai-30-ribu-ekor\/"},"modified":"2026-04-16T13:12:07","modified_gmt":"2026-04-16T13:12:07","slug":"jateng-bakal-dibangun-peternakan-sapi-perah-terbesar-kapasitasnya-capai-30-ribu-ekor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/16\/jateng-bakal-dibangun-peternakan-sapi-perah-terbesar-kapasitasnya-capai-30-ribu-ekor\/","title":{"rendered":"Jateng Bakal Dibangun Peternakan Sapi Perah Terbesar, Kapasitasnya Capai 30 Ribu Ekor"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/16\/1776344664_6ca18817103870f5b84b.jpg\" alt=\"Jateng Bakal Dibangun Peternakan Sapi Perah Terbesar, Kapasitasnya Capai 30 Ribu Ekor\"\/><figcaption>Jawa Tengah akan dibangun peternakan sapi perah terpadu dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor(Doc Pemprov Jateng)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KABUPATEN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/brebes\" title=\"Brebes\">Brebes<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jawa-tengah\" title=\"Jawa Tengah\">Jawa Tengah<\/a> akan dibangun <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/peternakan-sapi-perah-terpadu\" title=\"peternakan sapi perah terpadu\">peternakan sapi perah terpadu<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mega-farm\" title=\"mega farm\">mega farm<\/a>) berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor. Peternakan tersebut digadang-gadang menjadi terbesar se-Indonesia. \u00a0 \u00a0<\/p>\n<p>Proyek yang dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini diyakini tak hanya mengerek produksi susu nasional, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara signifikan.<\/p>\n<p>\u201cKalau ini terbangun, ini akan jadi yang terbesar di Indonesia,\u201d kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda saat melakukan audiensi dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gubernur-jawa-tengah\" title=\"Gubernur Jawa Tengah\">Gubernur Jawa Tengah<\/a>, Ahmad Luthfi di Semarang pada Kamis, 16 April 2026.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/875696\/momen-kedekatan-ahmad-luthfi-dengan-dedi-mulyadi-di-acara-lkpd\" title=\"Momen Kedekatan Ahmad Luthfi dengan Dedi Mulyadi di Acara LKPD\" target=\"_blank\">Momen Kedekatan Ahmad Luthfi dengan Dedi Mulyadi di Acara LKPD<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dikatakan dia, mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional. Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton. Artinya, sekitar 80 persen kebutuhan masih dipenuhi dari impor.<\/p>\n<p>\u201cDengan tambahan produksi dari Brebes, ini akan sangat signifikan menekan ketergantungan impor,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, tambahan produksi tersebut juga berpotensi mendongkrak posisi Jawa Tengah sebagai salah satu produsen susu nasional. Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga, di bawah Jawa Timur dan Jawa Barat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/870912\/gubernur-ahmad-luthfi-lepas-16186-peserta-mudik-gratis-ke-jawa-tengah\" title=\"Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jawa Tengah\" target=\"_blank\">Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jawa Tengah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKalau ini berjalan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Brasil, hingga penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease).\u00a0<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Perwakilan PT Global Dairy Bersama (GDB), Ihsan Mulia Putri, menyampaikan bahwa proyek ini dirancang sebagai peternakan sapi terpadu berbasis teknologi modern dan berkelanjutan, dengan luas lahan mencapai 710 hektare.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Proyek ini akan mengusung konsep close loop system, di mana seluruh proses saling terhubung. Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, sementara residunya dimanfaatkan sebagai pupuk untuk lahan pakan ternak. Air juga akan dikelola dengan sistem daur ulang.<\/p>\n<p>Mega farm ini ditargetkan memproduksi mencapai 180 ribu ton susu per tahun. Selain itu, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan.<\/p>\n<p>\u201cDengan skala ini, kontribusi terhadap produksi susu nasional bisa mencapai 18 persen. Bahkan untuk Jawa Tengah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini juga akan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan seluas 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Adapun untuk Cut and fill untuk persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026. PT GDB menargetkan pembangunan selesai dan mulai operasional pada akhir 2027, dengan first milking direncanakan pada Desember tahun tersebut.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar untuk mengangkat perekonomian daerah.<\/p>\n<p>\u201cIni kebanggaan bagi kami. Investasi ini bukan hanya skala kabupaten, tapi nasional. Ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kehadiran mega farm ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sektor peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan.<\/p>\n<p>Setali tiga uang, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, mendukung penuh pendirian peternakan tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menegaskan, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu destinasi utama investasi, baik nasional maupun internasional. Hal itu didukung oleh stabilitas keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.<\/p>\n<p>Gubernur menekankan bahwa Jawa Tengah juga membuka ruang bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan dan produksi susu.<\/p>\n<p>\u201cRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Maka investasi seperti ini sangat strategis dan akan kami dukung penuh,\u201d tegasnya. (Adv)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/880276\/jateng-bakal-dibangun-peternakan-sapi-perah-terbesar-kapasitasnya-capai-30-ribu-ekor\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jawa Tengah akan dibangun peternakan sapi perah terpadu dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor(Doc Pemprov Jateng) KABUPATEN Brebes, Jawa Tengah akan dibangun peternakan sapi perah terpadu (mega farm) berskala besar dengan kapasitas mencapai 30 ribu ekor. Peternakan tersebut digadang-gadang menjadi terbesar se-Indonesia. \u00a0 \u00a0 Proyek yang dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini diyakini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28366,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-28365","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28365"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28365\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}