{"id":28255,"date":"2026-04-16T04:33:38","date_gmt":"2026-04-16T04:33:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/16\/krisis-energi-global-pengamat-jangan-bebankan-pada-pertamina\/"},"modified":"2026-04-16T04:33:38","modified_gmt":"2026-04-16T04:33:38","slug":"krisis-energi-global-pengamat-jangan-bebankan-pada-pertamina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/16\/krisis-energi-global-pengamat-jangan-bebankan-pada-pertamina\/","title":{"rendered":"Krisis Energi Global, Pengamat Jangan Bebankan pada Pertamina"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/16\/1776313740_2580b9f76469baff1bd0.jpg\" alt=\"Krisis Energi Global, Pengamat: Jangan Bebankan pada Pertamina\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/Usman Iskandar)<\/figcaption><\/figure>\n<p>LONJAKAN<b> <\/b>harga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/minyak\" title=\"minyak\">minyak<\/a> mentah global yang kian tak terkendali mulai menebar ancaman serius bagi stabilitas ekonomi nasional. Tekanan ini tidak hanya berpotensi membengkakkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, tetapi juga menempatkan PT <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertamina\" title=\"pertamina\">Pertamina<\/a> (Persero) dalam posisi keuangan yang berisiko.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan BUMN <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/energi\" title=\"energi\">energi<\/a> bekerja sendirian dalam menghadapi krisis ini. Menurutnya, tantangan energi saat ini bersifat sistemik sehingga memerlukan solusi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>\u201cDalam situasi harga minyak yang berada di kisaran US$100\u2013115 per barel, jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel, tekanan fiskal menjadi sangat besar,\u201d ujar Komaidi dalam Forum Diskusi yang digelar Energy &amp; Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Kamis (16\/4\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/674390\/pertamina-dinilai-sukses-kelola-blok-raksasa\" title=\"Pertamina Dinilai Sukses Kelola Blok Raksasa\" target=\"_blank\">Pertamina Dinilai Sukses Kelola Blok Raksasa<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Ancaman Defisit dan Kesehatan Keuangan BUMN<\/h3>\n<p>Komaidi menjelaskan bahwa berdasarkan simulasi Reforminer Institute, lonjakan <em>Indonesia Crude Price<\/em> (ICP) memicu penggerusan ruang fiskal (<em>fiscal space erosion<\/em>) yang signifikan. Jika tidak ada penyesuaian kebijakan yang cepat, defisit APBN diprediksi bisa melampaui batas aman 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada pertengahan tahun ini.<\/p>\n<p>Lebih mengkhawatirkan lagi, Pertamina sebagai operator utama distribusi energi nasional terancam mengalami gangguan kemampuan pasokan jangka panjang jika terus dipaksa menjadi peredam kejut (<em>shock absorber<\/em>) tanpa dukungan fiskal yang memadai.<\/p>\n<p>\u201cPertamina bukanlah instrumen fiskal. Hitung-hitungan kami, bila tidak ada intervensi apa pun dari pemerintah, mereka hanya mampu bertahan sampai akhir Juni ini,\u201d tegas pengajar Universitas Trisakti tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/599673\/pengamat-phe-miliki-pengalaman-untuk-kelola-blok-masela\" title=\"Pengamat: PHE Miliki Pengalaman untuk Kelola Blok Masela\" target=\"_blank\">Pengamat: PHE Miliki Pengalaman untuk Kelola Blok Masela<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Data Simulasi Dampak Harga Minyak<\/h3>\n<p>Berikut adalah ringkasan data perbandingan asumsi dan dampak ekonomi berdasarkan analisis Reforminer Institute:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Indikator<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Data \/ Estimasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Asumsi Harga Minyak APBN 2026<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">US$70 per barel<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Realisasi Harga Minyak Global Saat Ini<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">US$100 \u2013 US$115 per barel<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Komponen Pembentuk Harga BBM (Eksternal)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">70% (Harga Minyak Mentah &amp; Nilai Tukar)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Potensi Penghematan APBN<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Rp47,9 Triliun (per kenaikan Rp1.000\/liter)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Risiko Defisit APBN<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\">Berpotensi menembus &gt;3% PDB<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Mencari Titik Keseimbangan<\/h3>\n<p>Meskipun penyesuaian harga BBM dapat mengurangi beban utang negara secara signifikan, Komaidi mengakui adanya dilema (<em>trade-off<\/em>). Kenaikan harga energi dipastikan akan merambat ke sektor logistik dan transportasi, yang pada akhirnya memicu inflasi pada barang konsumsi masyarakat.<\/p>\n<p>Untuk memitigasi dampak tersebut, Reforminer Institute merekomendasikan empat langkah strategis bagi pemerintah:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Melakukan penyesuaian harga energi secara terukur dan bertahap untuk menjaga daya beli.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Memperkuat jaring pengaman sosial (perlindungan sosial) bagi kelompok masyarakat rentan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Optimalisasi belanja negara serta mencari sumber pembiayaan alternatif guna menutup celah fiskal.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mendorong efisiensi konsumsi energi secara masif di tingkat masyarakat.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>\u201cKetahanan energi nasional tidak bisa hanya bergantung pada satu institusi. Ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,\u201d pungkas Komaidi. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/880087\/krisis-energi-global-pengamat-jangan-bebankan-pada-pertamina\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/Usman Iskandar) LONJAKAN harga minyak mentah global yang kian tak terkendali mulai menebar ancaman serius bagi stabilitas ekonomi nasional. Tekanan ini tidak hanya berpotensi membengkakkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, tetapi juga menempatkan PT Pertamina (Persero) dalam posisi keuangan yang berisiko. Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":28256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-28255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28255"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28255\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}