{"id":27933,"date":"2026-04-15T13:28:29","date_gmt":"2026-04-15T13:28:29","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/15\/8-bahaya-menjadi-perokok-pasif\/"},"modified":"2026-04-15T13:28:29","modified_gmt":"2026-04-15T13:28:29","slug":"8-bahaya-menjadi-perokok-pasif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/15\/8-bahaya-menjadi-perokok-pasif\/","title":{"rendered":"8 Bahaya Menjadi Perokok Pasif"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/15\/1776258656_c29a81ba34d9295ea1d3.jpg\" alt=\"8 Bahaya Menjadi Perokok Pasif\"\/><figcaption>Berikut Bahaya Menjadi Perokok Pasif(freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PEROKOKk pasif adalah orang yang tidak merokok, tetapi secara tidak langsung menghirup asap rokok dari orang lain yang sedang merokok di sekitarnya.<\/p>\n<p>Asap yang dihirup <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perokok-pasif\" title=\"Perokok pasif\">perokok pasif<\/a> berasal dari asap yang dihembuskan oleh perokok dan asap dari ujung rokok yang menyala.<\/p>\n<p>Meskipun tidak merokok, perokok pasif tetap terpapar zat berbahaya yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kanker paru-paru, penyakit Jantung hingga asma.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/849992\/8-bahaya-menjadi-perokok-pasif\" title=\"8 Bahaya Menjadi Perokok Pasif\" target=\"_blank\">8 Bahaya Menjadi Perokok Pasif<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>1. Meningkatkan Risiko Kanker Paru-paru<\/strong><\/h3>\n<p>Asap rokok mengandung zat karsinogen yang dapat memicu Kanker Paru-paru meskipun tidak merokok langsung.<\/p>\n<h3><strong>2. Penyakit Jantung<\/strong><\/h3>\n<p>Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko Penyakit Jantung karena merusak pembuluh darah.<\/p>\n<h3><strong>3. Gangguan Pernapasan<\/strong><\/h3>\n<p>Dapat menyebabkan iritasi paru-paru dan memperparah penyakit seperti Asma.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/821447\/12-bahaya-menjadi-perokok-pasif\" title=\"12 Bahaya Menjadi Perokok Pasif\" target=\"_blank\">12 Bahaya Menjadi Perokok Pasif<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>4. Infeksi Saluran Pernapasan<\/strong><\/h3>\n<p>Lebih rentan terkena batuk, flu, hingga infeksi paru-paru.<\/p>\n<h3><strong>5. Berbahaya bagi Bayi dan Anak<\/strong><\/h3>\n<p>Paparan asap rokok bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang dan masalah kesehatan serius pada anak.<\/p>\n<h3><strong>6. Mengganggu Fungsi Otak<\/strong><\/h3>\n<p>Zat beracun dalam asap rokok dapat memengaruhi konsentrasi dan fungsi otak.<\/p>\n<h3><strong>7. Iritasi Mata dan Tenggorokan<\/strong><\/h3>\n<p>Menyebabkan mata perih, tenggorokan kering, dan rasa tidak nyaman.<\/p>\n<h3><strong>8. Risiko pada Ibu Hamil<\/strong><\/h3>\n<p>Dapat meningkatkan risiko gangguan kehamilan dan kesehatan janin.<\/p>\n<p>Menjadi perokok pasif tetap sangat berbahaya karena tubuh tetap terpapar zat beracun dari asap rokok. Sebaiknya hindari lingkungan dengan asap rokok demi menjaga kesehatan. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, columbiaasia<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/879930\/8-bahaya-menjadi-perokok-pasif\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Bahaya Menjadi Perokok Pasif(freepik) PEROKOKk pasif adalah orang yang tidak merokok, tetapi secara tidak langsung menghirup asap rokok dari orang lain yang sedang merokok di sekitarnya. Asap yang dihirup perokok pasif berasal dari asap yang dihembuskan oleh perokok dan asap dari ujung rokok yang menyala. Meskipun tidak merokok, perokok pasif tetap terpapar zat berbahaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27934,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-27933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27933"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27933\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}