{"id":27350,"date":"2026-04-14T03:55:16","date_gmt":"2026-04-14T03:55:16","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/14\/2-tewas-saat-militer-as-serang-kapal-penyelundup-narkoba-di-pasifik\/"},"modified":"2026-04-14T03:55:16","modified_gmt":"2026-04-14T03:55:16","slug":"2-tewas-saat-militer-as-serang-kapal-penyelundup-narkoba-di-pasifik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/14\/2-tewas-saat-militer-as-serang-kapal-penyelundup-narkoba-di-pasifik\/","title":{"rendered":"2 Tewas saat Militer AS Serang Kapal Penyelundup Narkoba di Pasifik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/14\/1776138102_3c0402039a20a26d41c7.jpg\" alt=\"2 Tewas saat Militer AS Serang Kapal Penyelundup Narkoba di Pasifik\"\/><figcaption>Pasukan militer AS kembali melakukan serangan mematikan terhadap kapal yang diduga milik kartel narkoba di Pasifik Timur.\u00a0(Media Sosial X)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KOMANDO Selatan Amerika Serikat (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/southcom\" title=\"SOUTHCOM\">SOUTHCOM<\/a>) mengonfirmasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/militer-as\" title=\"Militer AS\">militer AS<\/a> kembali melakukan serangan mematikan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di Pasifik Timur, Senin (13\/4). Insiden ini menambah panjang daftar korban dalam kampanye agresif Washington untuk memutus aliran narkotika ke Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Melalui unggahan di platform X, SOUTHCOM menyatakan serangan tersebut dilakukan Satuan Tugas Gabungan Southern Spear atas instruksi langsung dari Komandan SOUTHCOM, Jenderal Francis L. Donovan.<\/p>\n<p>\u201cPada 13 April, di bawah arahan komandan #SOUTHCOM Jenderal Francis L. Donovan, Satuan Tugas Gabungan Southern Spear melakukan serangan kinetik mematikan terhadap kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris yang Ditunjuk,\u201d tulis pihak SOUTHCOM.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/857808\/militer-as-kembali-gempur-kapal-narkoba-di-pasifik-2-tewas-legalitas-operasi-dipertanyakan\" title=\"Militer AS Kembali Gempur Kapal Narkoba di Pasifik, 2 Tewas, Legalitas Operasi Dipertanyakan\" target=\"_blank\">Militer AS Kembali Gempur Kapal Narkoba di Pasifik, 2 Tewas, Legalitas Operasi Dipertanyakan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Eskalasi Korban dan Operasi Penyelamatan<\/h2>\n<p>Berdasarkan pengumuman resmi dan analisis data pencarian serta penyelamatan, militer AS tercatat telah menewaskan sedikitnya 170 orang dalam rangkaian serangan yang menghancurkan 51 kapal. Dari total insiden tersebut, hanya 15 orang yang diketahui selamat, sementara 11 lainnya dinyatakan hilang dan diduga tewas setelah pencarian di laut tidak membuahkan hasil.<\/p>\n<p>Beberapa upaya pencarian dan penyelamatan yang dilakukan oleh Penjaga Pantai AS (US Coast Guard) sering kali berakhir tanpa hasil. Insiden pada 30 Desember, 27 Oktober, 23 Januari, dan 9 Februari menunjukkan pola yang sama, di mana pencarian dihentikan tanpa menemukan korban yang selamat di perairan internasional.<\/p>\n<h2>Kontroversi Status &#8220;Konflik Bersenjata&#8221;<\/h2>\n<p>Pemerintahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/donald-trump\" title=\"Donald Trump\">Donald Trump<\/a> telah menyampaikan kepada Kongres bahwa Amerika Serikat kini berada dalam status &#8220;konflik bersenjata&#8221; melawan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kartel-narkoba\" title=\"kartel narkoba\">kartel narkoba<\/a> sejak serangan pertama pada 2 September lalu. Dengan status ini, Washington melabeli mereka yang tewas sebagai &#8220;kombatan tidak sah&#8221;.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/868137\/6-orang-diduga-sindikat-narkoba-tewas-dalam-serangan-militer-as-di-pasifik-timur\" title=\"6 Orang Diduga Sindikat Narkoba Tewas dalam Serangan Militer AS di Pasifik Timur\" target=\"_blank\">6 Orang Diduga Sindikat Narkoba Tewas dalam Serangan Militer AS di Pasifik Timur<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah juga mengeklaim memiliki wewenang untuk melakukan serangan mematikan tanpa peninjauan yudisial, berdasarkan temuan rahasia Departemen Kehakiman. Namun, langkah ini menuai kritik tajam dari sejumlah anggota Kongres dan kelompok hak asasi manusia.<\/p>\n<p>Kritikus berpendapat bahwa terduga pengedar narkoba seharusnya menghadapi proses hukum dan penuntutan, sebagaimana kebijakan pencegahan yang diterapkan sebelum Trump menjabat. Selain itu, pemerintah hingga kini belum memberikan bukti publik mengenai keberadaan narkotika di kapal-kapal yang dihancurkan, maupun afiliasi pasti mereka dengan kartel tertentu.<\/p>\n<p>Sejauh ini, pejabat militer AS menyatakan bahwa tidak ada personel militer Amerika yang terluka dalam rangkaian operasi tersebut. Kunjungan militer di kawasan ini tetap berlanjut sebagai bagian dari strategi nasional untuk memerangi ancaman kartel lintas batas. (CNN\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/879321\/2-tewas-saat-militer-as-serang-kapal-penyelundup-narkoba-di-pasifik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasukan militer AS kembali melakukan serangan mematikan terhadap kapal yang diduga milik kartel narkoba di Pasifik Timur.\u00a0(Media Sosial X) KOMANDO Selatan Amerika Serikat (SOUTHCOM) mengonfirmasi militer AS kembali melakukan serangan mematikan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba di Pasifik Timur, Senin (13\/4). Insiden ini menambah panjang daftar korban dalam kampanye agresif Washington [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27351,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-27350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27350"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27350\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}