{"id":27262,"date":"2026-04-13T18:15:46","date_gmt":"2026-04-13T18:15:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/13\/tata-ulang-jalur-lingkar-kaldera-tengger-di-kawasan-gunung-bromo-untuk-dongkrak-wisata\/"},"modified":"2026-04-13T18:15:46","modified_gmt":"2026-04-13T18:15:46","slug":"tata-ulang-jalur-lingkar-kaldera-tengger-di-kawasan-gunung-bromo-untuk-dongkrak-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/13\/tata-ulang-jalur-lingkar-kaldera-tengger-di-kawasan-gunung-bromo-untuk-dongkrak-wisata\/","title":{"rendered":"Tata Ulang Jalur Lingkar Kaldera Tengger di Kawasan Gunung Bromo untuk Dongkrak Wisata"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/14\/1776099864_46b60355e9eee15712c2.jpeg\" alt=\"Tata Ulang Jalur Lingkar Kaldera Tengger di Kawasan Gunung Bromo untuk Dongkrak Wisata\"\/><figcaption>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kawasan wisata Gunung Bromo.(MI\/Faishol Taselan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur bersama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melakukan penataan ulang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jalur-lingkar-kaldera-tengger\" title=\"Jalur Lingkar Kaldera Tengger\">Jalur Lingkar Kaldera Tengger<\/a> (JLKT) di sekitar wilayah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-bromo\" title=\"Gunung Bromo\">Gunung Bromo<\/a> untuk memudahkan wisatawan menuju sejumlah lokasi wisata di Gunung Bromo.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKita bersyukur JLKT ini ketemu dengan programnya TNBTS dan Kementerian Kehutanan. Lalu kita harmonisasikan dengan apa yang menjadi kekuatan adat pada Suku Tengger ini, ketemulah rute-rutenya,\u201d kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa usai groundbreaking penataan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Kabupaten Probolinggo, Senin (13\/4).<\/p>\n<p>Penataan ulang ini, menurut Gubernur, akan mentransformasi kawasan wisata TNBTS menjadi lebih tertib, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Terutama karena JLKT ini akan menjadi penghubung antar wilayah di sekitar kaldera Bromo.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/861371\/7-koper-wisatawan-thailand-hilang-di-bromo-polisi-bentuk-tim-khusus\" title=\"7 Koper Wisatawan Thailand Hilang di Bromo, Polisi Bentuk Tim Khusus\" target=\"_blank\">7 Koper Wisatawan Thailand Hilang di Bromo, Polisi Bentuk Tim Khusus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selama ini, katanya, JLKT hanya terpusat satu titik, dengan penataan ini tekanan terhadap lingkungan dapat dikurangi dan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Program ini merupakan sinergi TNBTS dan Kementerian Kehutanan dalam mengharmonisasikan kekuatan daya dukung alam dan lingkungan. Tak kalah pentingnya juga bagaimana menjaga ekosistem mulai adat, budaya yang menjadi bagian dari penyangga dan pengawal pelestarian Bromo Tengger Semeru.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana JLKT ini bisa menjadi bagian dari penguatan daya dukung alam, daya dukung lingkungan itu tetap terjaga. Kalau dari ekosistem Bromo Tengger Semeru, disini ada adat, budaya yang menjadi bagian dari penyangga dan pengawal pelestarian. Berikutnya tentu sumber ekonomi yang bisa dihasilkan dari proses maksimalisasi wisatawan dalam maupun luar negeri,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/811135\/pulang-wisata-bromo-8-nakes-tewas-usai-bus-tabrak-pagar-rumah-\" title=\"Pulang Wisata Bromo, 8 Nakes Tewas Usai Bus Tabrak Pagar Rumah \" target=\"_blank\">Pulang Wisata Bromo, 8 Nakes Tewas Usai Bus Tabrak Pagar Rumah <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia kemudian menjelaskan, penataan ini mencakup pembangunan jalur sepanjang kurang lebih 13 kilometer dengan lebar 18 meter, dilengkapi dengan 3 titik rest area, 4 titik kantong parkir, 9.725 patok pembatas jalur, serta 60 sumur resapan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cKalau dihitung ada 13 km, kita butuh 9 ribu lebih patok, kita tidak melakukan pengaspalan karena kita menjaga daya dukung alam dan daya dukung lingkungan. Itu kita juga merespon banyak sekali yang menyampaikan untuk kebutuhan <em>restroom<\/em>,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cAda 3 <em>rest area<\/em> rencananya dan <em>restroom <\/em>ada di masing-masing area. Mudah mudahan jumlahnya cukup untuk bisa memberikan layanan kepada wisatawan. Kita juga siapkan sumber airnya supaya bisa <em>cover<\/em> kebutuhan di 3 <em>rest area<\/em> itu. Ada juga area parkir, harapannya wisatawan bisa menikmati indahnya Bromo,\u201d tambahnya.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cMari kita kawal bersama pembangunan ini agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kawasan dan masyarakat sekitar. Kami optimis ke depan Jalur Lingkar Kaldera Tengger akan menjadi wajah baru pengelolaan kawasan Bromo yang lebih tertib, lebih berkelas, dan berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Secara khusus Khofifah pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas program Kementerian Kehutanan yang terus berkomitmen kuat menjaga sekaligus mengoptimalkan kawasan konservasi sebagai ruang hidup bersama.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cJadi ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari upaya besar menghadirkan model pengelolaan kawasan konservasi yang modern tanpa mengesampingkan aspek perlindungan lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun sepenuhnya mendukung arah kebijakan pembangunan kehutanan nasional. Bahwa pembangunan di kawasan konservasi harus dilakukan secara bijak, tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan, tetapi juga perlindungan ekosistem, penguatan budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya penataan ini maka akan mewujudkan transformasi tata kelola destinasi wisata alam menuju arah yang lebih tertib, aman, nyaman, dan berkelanjutan,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>\u201cMari kita kawal bersama pembangunan ini agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kawasan dan masyarakat sekitar. Kami optimis ke depan Jalur Lingkar Kaldera Tengger akan menjadi wajah baru pengelolaan kawasan Bromo yang lebih tertib, lebih berkelas, dan berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut Satyawan Pudyatmoko menyampaikan, JLKT menjadi penguat daya dukung alam, lingkungan sekaligus membangun harmoni di antara tokoh adat budaya Tengger.<\/p>\n<p>\u201cJLKT ini bagaimana kita membangun harmoni dengan kekuatan adat dan budaya, menyiapkan format titik kekuatan spiritual dan adat suku Tengger supaya tetap terjaga,\u201d kata Satyawan.<\/p>\n<p>\u201cIni komitmen kita bersama, semoga menjadi hal yang bisa berjalan dengan baik. Desainnya terencana dengan baik, terintegrasi dengan UMKM, rest area, dan jalur wisata,\u201d katanya. (FL\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/879218\/tata-ulang-jalur-lingkar-kaldera-tengger-di-kawasan-gunung-bromo-untuk-dongkrak-wisata\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kawasan wisata Gunung Bromo.(MI\/Faishol Taselan) PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur bersama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melakukan penataan ulang Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di sekitar wilayah Gunung Bromo untuk memudahkan wisatawan menuju sejumlah lokasi wisata di Gunung Bromo.\u00a0 \u201cKita bersyukur JLKT ini ketemu dengan programnya TNBTS dan Kementerian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":27263,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-27262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27262"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27262\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}