{"id":26868,"date":"2026-04-12T19:47:43","date_gmt":"2026-04-12T19:47:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/12\/motif-pengkritik-prabowo-cenderung-miliki-preferensi-politik-tertentu\/"},"modified":"2026-04-12T19:47:43","modified_gmt":"2026-04-12T19:47:43","slug":"motif-pengkritik-prabowo-cenderung-miliki-preferensi-politik-tertentu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/12\/motif-pengkritik-prabowo-cenderung-miliki-preferensi-politik-tertentu\/","title":{"rendered":"Motif Pengkritik Prabowo Cenderung Miliki Preferensi Politik Tertentu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/12\/1775988014_a0a8ca34963aab230c40.jpg\" alt=\"Motif Pengkritik Prabowo Cenderung Miliki Preferensi Politik Tertentu\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>AKTIVIS <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yulian-paonganan\" title=\"Yulian Paonganan\">Yulian Paonganan<\/a> atau akrab disapa Ongen melontarkan kritik tajam kepada sejumlah tokoh yang belakangan vokal mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>Melalui akun X (Twitter) <em>@ongen_id<\/em>, Ongen menyindir beberapa nama yang dinilainya terlalu mudah membawa narasi &#8216;1998&#8217; dalam kritik politik saat ini. Dalam cuitannya, Ongen menegaskan peristiwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/reformasi-1998\" title=\"Reformasi 1998\">Reformasi 1998<\/a> bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan.<\/p>\n<p>\u201cReformasi 1998 itu bukan ujug-ujug pidato halal bihalal lalu tiba-tiba mahasiswa dan rakyat turun ke jalan. Itu butuh proses panjang sejak akhir 1980-an,\u201d tulis Ongen, Minggu (12\/4\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/857482\/mahfud-md-ungkap-sejarah-polri-dipisahkan-dari-kementerian-hankam\" title=\"Mahfud MD Ungkap Sejarah Polri Dipisahkan dari Kementerian Hankam\" target=\"_blank\">Mahfud MD Ungkap Sejarah Polri Dipisahkan dari Kementerian Hankam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia juga menyindir pihak-pihak yang menurutnya tidak terlibat langsung dalam gerakan reformasi, tetapi kini merasa paling memahami dinamika perjuangan saat itu.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Ongen menyinggung perubahan sikap sebagian pengkritik yang dulu disebut-sebut justru mengkritik Joko Widodo (Jokowi) dan cenderung mendukung Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2014 dan 2019.\u00a0\u201cDulu para pengkritik Prabowo ini menghujat Jokowi dan cenderung berharap Prabowo menang pada 2014 dan 2019. Ketika Prabowo menang 2024, baru satu setengah tahun sudah dihujat,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Ia pun mempertanyakan motif kritik yang dilayangkan saat ini, bahkan menyinggung kemungkinan preferensi politik tertentu.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/878768\/motif-pengkritik-prabowo-cenderung-miliki-preferensi-politik-tertentu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Istimewa) AKTIVIS Yulian Paonganan atau akrab disapa Ongen melontarkan kritik tajam kepada sejumlah tokoh yang belakangan vokal mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui akun X (Twitter) @ongen_id, Ongen menyindir beberapa nama yang dinilainya terlalu mudah membawa narasi &#8216;1998&#8217; dalam kritik politik saat ini. Dalam cuitannya, Ongen menegaskan peristiwa Reformasi 1998 bukanlah sesuatu yang terjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26869,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-26868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26868"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26868\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}