{"id":26583,"date":"2026-04-12T03:35:04","date_gmt":"2026-04-12T03:35:04","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/12\/5-momen-paling-kontroversial-dalam-sejarah-piala-dunia\/"},"modified":"2026-04-12T03:35:04","modified_gmt":"2026-04-12T03:35:04","slug":"5-momen-paling-kontroversial-dalam-sejarah-piala-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/12\/5-momen-paling-kontroversial-dalam-sejarah-piala-dunia\/","title":{"rendered":"5 Momen Paling Kontroversial dalam Sejarah Piala Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/12\/1775927518_56dcc443fa52272e06a1.jpg\" alt=\"5 Momen Paling Kontroversial dalam Sejarah Piala Dunia\"\/><figcaption>Zinedine Zidane menanduk bek Italia Marco Materazzi saat final Piala Dunia 2006.(Doc The Guardian)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/piala-dunia\" title=\"Piala Dunia\">Piala Dunia<\/a> FIFA selalu menjadi panggung bagi drama, sportivitas, dan keajaiban sepak bola. Namun, di balik kemegahannya, turnamen empat tahunan ini tidak luput dari keputusan-keputusan yang memicu perdebatan panjang. Dari gol ilegal yang disahkan hingga aksi kekerasan di lapangan hijau, sejarah mencatat momen-momen yang tetap dibicarakan hingga puluhan tahun kemudian.<\/p>\n<p>Berikut adalah lima <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/momen-paling-kontroversial-dalam-sejarah-piala-dunia\" title=\"momen paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia\">momen paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia<\/a> yang telah mengubah arah pertandingan dan meninggalkan luka mendalam bagi tim yang dirugikan.<\/p>\n<h2><strong>1. Gol &#8220;Tangan Tuhan&#8221; <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diego-maradona\" title=\"Diego Maradona\">Diego Maradona<\/a> (1986)<\/strong><\/h2>\n<p>Mungkin inilah kontroversi paling ikonik sepanjang masa. Pada perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko, Diego Maradona mencetak gol pembuka Argentina ke gawang Inggris dengan menggunakan tangannya. Meskipun pemain Inggris melakukan protes keras, wasit Ali Bin Nasser asal Tunisia tetap mengesahkan gol tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/810055\/kylian-mbappe-dukung-zinedine-zidane-jadi-pelatih-timnas-prancis\" target=\"_blank\" title=\"Kylian Mbappe Dukung Zinedine Zidane Jadi Pelatih Timnas Prancis\">Kylian Mbappe Dukung Zinedine Zidane Jadi Pelatih Timnas Prancis<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pascapertandingan, Maradona melontarkan kalimat legendaris bahwa gol itu dicetak &#8220;sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan.&#8221; Argentina menang 2-1 dan akhirnya keluar sebagai juara dunia.<\/p>\n<p>Final Piala Dunia 2006 di Olympiastadion, Berlin, seharusnya menjadi laga perpisahan yang manis bagi Zinedine Zidane. Namun, pertandingan berubah menjadi kelam ketika kapten Prancis itu menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi, pada masa perpanjangan waktu.<\/p>\n<p>Zidane langsung diganjar kartu merah, meninggalkan timnya yang kemudian kalah dalam adu penalti. Belakangan terungkap bahwa provokasi verbal Materazzi menjadi pemicu kemarahan sang maestro. Momen ini tetap menjadi salah satu akhir karier paling dramatis dalam sejarah olahraga.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/719463\/argentina-vs-peru-tim-tango-menang-tipis\" target=\"_blank\" title=\"Argentina vs Peru, Tim Tango Menang Tipis\">Argentina vs Peru, Tim Tango Menang Tipis<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>3. Gol Hantu Frank Lampard (2010)<\/strong><\/h2>\n<p>Pada babak 16 besar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Inggris berhadapan dengan Jerman. Saat Inggris tertinggal 1-2, Frank Lampard melepaskan tembakan keras yang membentur mistar dan memantul jelas di dalam garis gawang Manuel Neuer sebelum memantul keluar.<\/p>\n<p>Wasit Jorge Larrionda tidak mengesahkan gol tersebut, memicu kemarahan publik Inggris. Jerman akhirnya menang 4-1. Insiden ini menjadi katalisator utama bagi FIFA untuk mulai serius mempertimbangkan penggunaan Teknologi Garis Gawang (Goal-Line Technology).<\/p>\n<h2><strong>4. &#8220;The Battle of Nuremberg&#8221; (2006)<\/strong><\/h2>\n<p>Pertandingan babak 16 besar antara Portugal dan Belanda di Jerman 2006 memegang rekor sebagai laga dengan kartu terbanyak dalam sejarah Piala Dunia. Wasit Valentin Ivanov mengeluarkan total 16 kartu kuning dan 4 kartu merah.<\/p>\n<p>Laga ini lebih mirip medan perang daripada pertandingan sepak bola, dengan tekel-tekel brutal dan konfrontasi fisik antar pemain. Meskipun Portugal menang 1-0, kualitas permainan tertutup oleh perilaku tidak sportif yang ditunjukkan kedua tim di Frankenstadion, Nuremberg.<\/p>\n<h2><strong>5. Drama VAR dan Penalti Korea Selatan vs Italia (2002)<\/strong><\/h2>\n<p>Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang penuh dengan kejutan, namun laga Korea Selatan melawan Italia di babak 16 besar dianggap sebagai salah satu yang paling kontroversial. Wasit Byron Moreno memberikan kartu merah kepada Francesco Totti karena dianggap melakukan <i>diving<\/i>, serta menganulir gol emas Damiano Tommasi karena <i>offside<\/i> yang diperdebatkan.<\/p>\n<p>Di era modern, kehadiran <i>Video Assistant Referee<\/i> (VAR) sejak 2018 bertujuan meminimalisir kesalahan manusia seperti ini. Namun, VAR sendiri tetap memicu kontroversi baru, seperti penalti &#8220;tipis&#8221; atau keputusan <i>offside<\/i> milimeter yang sering dianggap merusak ritme permainan alami sepak bola.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Tahun<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Pertandingan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Jenis Kontroversi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">1986<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Argentina vs Inggris<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Handball (Tangan Tuhan)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2002<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Korsel vs Italia<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Keputusan Wasit Bias<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2006<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Prancis vs Italia<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kekerasan (Tandukan Zidane)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2010<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Jerman vs Inggris<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Gol Hantu (Garis Gawang)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Kontroversi-kontroversi ini membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar angka di papan skor, melainkan emosi dan sejarah yang terus hidup. Meskipun teknologi kini membantu wasit, perdebatan mengenai momen-momen ikonik ini dipastikan tidak akan pernah usai. (Z-4)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/878650\/5-momen-paling-kontroversial-dalam-sejarah-piala-dunia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zinedine Zidane menanduk bek Italia Marco Materazzi saat final Piala Dunia 2006.(Doc The Guardian) Piala Dunia FIFA selalu menjadi panggung bagi drama, sportivitas, dan keajaiban sepak bola. Namun, di balik kemegahannya, turnamen empat tahunan ini tidak luput dari keputusan-keputusan yang memicu perdebatan panjang. Dari gol ilegal yang disahkan hingga aksi kekerasan di lapangan hijau, sejarah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26584,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-26583","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26583","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26583"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26583\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26583"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26583"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26583"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}