{"id":26485,"date":"2026-04-11T20:15:23","date_gmt":"2026-04-11T20:15:23","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/13-dampak-kurang-hb-pada-ibu-hamil\/"},"modified":"2026-04-11T20:15:23","modified_gmt":"2026-04-11T20:15:23","slug":"13-dampak-kurang-hb-pada-ibu-hamil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/13-dampak-kurang-hb-pada-ibu-hamil\/","title":{"rendered":"13 Dampak Kurang HB pada Ibu Hamil"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/11\/1775910537_1b68adec0ce0e7b7c8bb.jpg\" alt=\"13 Dampak Kurang HB pada Ibu Hamil\"\/><figcaption>Berikut Dampak Kurang HB pada Ibu Hamil(freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kurang-hb\" title=\"Kurang HB\">KURANG HB<\/a> adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal. Kondisi ini dikenal sebagai Anemia.<\/p>\n<p>Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika Hb rendah, tubuh akan kekurangan oksigen sehingga organ tidak bekerja optimal.<\/p>\n<h3><strong>1. Mudah lelah dan lemas<\/strong><\/h3>\n<p>Tubuh kekurangan oksigen sehingga cepat capek.<\/p>\n<h3><strong>2. Pusing dan sering sakit kepala<\/strong><\/h3>\n<p>Aliran oksigen ke otak berkurang.<\/p>\n<h3><strong>3. Sesak napas<\/strong><\/h3>\n<p>Jantung dan paru-paru bekerja lebih keras.<\/p>\n<h3><strong>4. Jantung berdebar<\/strong><\/h3>\n<p>Akibat tubuh berusaha mengalirkan oksigen lebih banyak.<\/p>\n<h3><strong>5. Kulit pucat<\/strong><\/h3>\n<p>Ciri umum anemia pada ibu hamil.<\/p>\n<h3><strong>6. Daya tahan tubuh menurun<\/strong><\/h3>\n<p>Lebih mudah terkena infeksi.<\/p>\n<h3><strong>7. Risiko perdarahan saat persalinan<\/strong><\/h3>\n<p>Kondisi ini bisa memperparah kehilangan darah.<\/p>\n<h3><strong>8. Pertumbuhan janin terhambat<\/strong><\/h3>\n<p>Nutrisi dan oksigen tidak optimal.<\/p>\n<h3><strong>9. Berat badan lahir rendah<\/strong><\/h3>\n<p>Bayi lahir dengan berat kurang dari normal.<\/p>\n<h3><strong>10. Risiko kelahiran prematur<\/strong><\/h3>\n<p>Bayi lahir sebelum waktunya.<\/p>\n<h3><strong>11. Perkembangan otak terganggu<\/strong><\/h3>\n<p>Kurangnya oksigen memengaruhi perkembangan saraf.<\/p>\n<h3><strong>12. Bayi lahir dengan anemia<\/strong><\/h3>\n<p>Kondisi Hb rendah bisa ikut terjadi pada bayi.<\/p>\n<h3><strong>13. Risiko kematian ibu dan bayi meningkat<\/strong><\/h3>\n<p>Pada kasus anemia berat yang tidak ditangani.<\/p>\n<p>Kurang Hb pada ibu hamil bukan hal sepele karena bisa berdampak pada kesehatan ibu dan perkembangan janin. Oleh karena itu, penting menjaga kadar Hb dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, minum tablet tambah darah, serta rutin kontrol ke dokter. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>primayahospital, halodoc<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/878582\/13-dampak-kurang-hb-pada-ibu-hamil\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Dampak Kurang HB pada Ibu Hamil(freepik) KURANG HB adalah kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah normal. Kondisi ini dikenal sebagai Anemia. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika Hb rendah, tubuh akan kekurangan oksigen sehingga organ tidak bekerja optimal. 1. Mudah lelah dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26486,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-26485","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26485","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26485"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26485\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26486"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}