{"id":26475,"date":"2026-04-11T19:40:03","date_gmt":"2026-04-11T19:40:03","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/seskab-teddy-soroti-inflasi-pengamat-ingatkan-pentingnya-opini-berbasis-data-dan-fakta\/"},"modified":"2026-04-11T19:40:03","modified_gmt":"2026-04-11T19:40:03","slug":"seskab-teddy-soroti-inflasi-pengamat-ingatkan-pentingnya-opini-berbasis-data-dan-fakta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/seskab-teddy-soroti-inflasi-pengamat-ingatkan-pentingnya-opini-berbasis-data-dan-fakta\/","title":{"rendered":"Seskab Teddy Soroti Inflasi Pengamat, Ingatkan Pentingnya Opini Berbasis Data dan Fakta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/11\/1775912114_8a5a256101ec80436cb9.jpg\" alt=\"Seskab Teddy Soroti Inflasi Pengamat, Ingatkan Pentingnya Opini Berbasis Data dan Fakta\"\/><figcaption>Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya(Dok.Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sekretaris Kabinet\u00a0Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena meningkatnya jumlah pihak yang mengemukakan pendapat di ruang publik tanpa didukung keahlian maupun data yang akurat. Teddy menyebut fenomena tersebut sebagai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/inflasi-pengamat\" title=\"inflasi pengamat\">inflasi pengamat<\/a>.<\/p>\n<p>Menurut Teddy, belakangan ini semakin banyak individu yang tampil sebagai pengamat di berbagai isu, namun tidak seluruhnya memiliki latar belakang yang relevan atau menyampaikan data yang tepat. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/874310\/prabowo-terbang-ke-jepang-temui-kaisar-naruhito\" title=\"Prabowo Terbang ke Jepang Temui Kaisar Naruhito\" target=\"_blank\">Prabowo Terbang ke Jepang Temui Kaisar Naruhito<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Sekarang ini ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat,&#8221; kata Seskab Teddy saat ditemui di Pressroom Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10\/4).<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa sebagian pengamat kerap menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. &#8220;Dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,&#8221; ujarnya lagi.<\/p>\n<p>Teddy juga menyoroti adanya kecenderungan pengamat yang berbicara di luar bidang keahliannya. Ia mencontohkan, terdapat pihak yang mengomentari isu pangan seperti beras, meskipun tidak memiliki latar belakang di sektor tersebut. &#8220;Ada pengamat beras tapi dia background-nya bukan di situ, ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri,&#8221; tutur Teddy.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/873565\/pemerintah-intensif-pantau-arus-balik-lebaran-2026\" title=\"Pemerintah Intensif Pantau Arus Balik Lebaran 2026\" target=\"_blank\">Pemerintah Intensif Pantau Arus Balik Lebaran 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebagian dari pengamat tersebut telah lama aktif membentuk opini publik, bahkan sejak sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden. Namun demikian, menurut Teddy, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi,&#8221; jelas Teddy.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Seskab menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka ruang kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Perbedaan pandangan dinilai sebagai hal yang wajar, selama disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan keresahan.<\/p>\n<p>&#8220;Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini ya. Semuanya stabil, semuanya terkendali, dan ya, mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan,&#8221; tandas Teddy.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media dan pengamat, untuk berkontribusi dalam menjaga optimisme serta membangun narasi positif bagi masa depan bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini,&#8221; kata Seskab.<\/p>\n<p>&#8220;Tentu belum sempurna. Kami terima kritik, terima masukan. Secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin,&#8221; ujarnya menambahkan. (Ant\/E-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/878591\/seskab-teddy-soroti-inflasi-pengamat-ingatkan-pentingnya-opini-berbasis-data-dan-fakta\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya(Dok.Istimewa) \u00a0 Sekretaris Kabinet\u00a0Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena meningkatnya jumlah pihak yang mengemukakan pendapat di ruang publik tanpa didukung keahlian maupun data yang akurat. Teddy menyebut fenomena tersebut sebagai inflasi pengamat. Menurut Teddy, belakangan ini semakin banyak individu yang tampil sebagai pengamat di berbagai isu, namun tidak seluruhnya memiliki latar belakang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26476,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-26475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26475"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26475\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}