{"id":26414,"date":"2026-04-11T16:18:46","date_gmt":"2026-04-11T16:18:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/27-miliar-rupiah-hasil-pemerasan-digunakan-bupati-tulungagung-untuk-jamuan-makan-thr\/"},"modified":"2026-04-11T16:18:46","modified_gmt":"2026-04-11T16:18:46","slug":"27-miliar-rupiah-hasil-pemerasan-digunakan-bupati-tulungagung-untuk-jamuan-makan-thr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/27-miliar-rupiah-hasil-pemerasan-digunakan-bupati-tulungagung-untuk-jamuan-makan-thr\/","title":{"rendered":"2,7 Miliar Rupiah Hasil Pemerasan Digunakan Bupati Tulungagung untuk Jamuan Makan-THR"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/11\/1775923965_bf0cb5f2ade7724403ab.png\" alt=\"2,7 Miliar Rupiah Hasil Pemerasan Digunakan Bupati Tulungagung untuk Jamuan Makan-THR\"\/><figcaption>Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu(MGN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KOMISI Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kpk\" title=\"KPK\">KPK<\/a>) menetapkan Bupati Tulungagung <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gatot-sunu-wibowo\" title=\"Gatot Sunu Wibowo\">Gatot Sunu Wibowo<\/a> (GSW) dan Ajudannya Dwi Yoga Ambal (YOG), sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya. Uang yang terkumpul dipakai untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n<p>\u201cDiduga digunakan untuk kepentingan pribadi seperti membeli sepati, berobat, jamuan makan, dan keperluan pribadi lainnya,\u201d kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (11\/4).<\/p>\n<p>Dalam kasus ini, Gatot meminta disiapkan Rp5 miliar oleh 16 oerganisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Tulungagung. Dari total itu, uang yang berhasil dikumpulkan cuma Rp2,7 miliar.<\/p>\n<p>KPK juga mengungkap sebagian kebutuhan Gatot dibebankan langsung kepada anggaran OPD. Dalam hasil pemeriksaan pascaoperasi tangkap tangan (OTT). KPK mengungkap bahwa Gatot juga meminta uang untuk pembagian tunjangan hari raya (THR).<\/p>\n<p>\u201cUang tersebut juag digunakan GSW untuk pemberian THR kepada sejumlah forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Pemkab Tulungagung,\u201d ujar Asep.<\/p>\n<p>Dalam kasus ini, ada 18 orang tertangkap di Tulungagung. Dari total itu, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.<br \/>&#13;<br \/>\n\u00a0<\/p>\n<p>Sebanyak sebelas orang dilepas karena dinilai tidak terlibat. Gatot dan Yoga kini ditahan selama 20 hari pertama sampai 30 April 2026.<\/p>\n<p>\u201cPenahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara cabang Gedung Merah Putih KPK,\u201d ucap Asep.<\/p>\n<p>Perpanjangan penahanan itu bisa diperpanjang jika dibutuhkan. KPK akan memanggil saksi dan melakukan penggeledahan untuk membanyak bukti. (Can\/P-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/878636\/27-miliar-rupiah-hasil-pemerasan-digunakan-bupati-tulungagung-untuk-jamuan-makan-thr\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu(MGN) KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Tulungagung Gatot Sunu Wibowo (GSW) dan Ajudannya Dwi Yoga Ambal (YOG), sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya. Uang yang terkumpul dipakai untuk kepentingan pribadi. \u201cDiduga digunakan untuk kepentingan pribadi seperti membeli sepati, berobat, jamuan makan, dan keperluan pribadi lainnya,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26415,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-26414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26414"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26414\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}