{"id":26250,"date":"2026-04-11T07:14:28","date_gmt":"2026-04-11T07:14:28","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/sahroni-bongkar-aksi-pegawai-kpk-gadungan-minta-rp300-juta-di-ruang-rapat-dpr\/"},"modified":"2026-04-11T07:14:28","modified_gmt":"2026-04-11T07:14:28","slug":"sahroni-bongkar-aksi-pegawai-kpk-gadungan-minta-rp300-juta-di-ruang-rapat-dpr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/sahroni-bongkar-aksi-pegawai-kpk-gadungan-minta-rp300-juta-di-ruang-rapat-dpr\/","title":{"rendered":"Sahroni Bongkar Aksi Pegawai KPK Gadungan, Minta Rp300 Juta di Ruang Rapat DPR"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/11\/1775891054_92424f137dde048c9ee3.png\" alt=\"Sahroni Bongkar Aksi Pegawai KPK Gadungan, Minta Rp300 Juta di Ruang Rapat DPR\"\/><figcaption>Politikus NasDem Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5\/3\/2025).(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>WAKIL Ketua Komisi III DPR RI, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ahmad-sahroni\" title=\"Ahmad Sahroni\">Ahmad Sahroni<\/a> mengungkap kronologi penangkapan seorang perempuan yang mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaku diketahui nekat masuk ke ruang rapat DPR RI untuk meminta uang sebesar Rp300 juta dengan mencatut nama pimpinan lembaga antirasuah tersebut.<\/p>\n<p>Sahroni menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Senin, 6 April 2026, sekitar pukul 10:30 WIB saat dirinya sedang memimpin rapat. Pelaku mendatangi ruangannya dan mengaku sebagai Kepala Biro (Kabiro) Penindakan KPK.<\/p>\n<p>&#8220;Nah itu, staf saya tuh yang <em>nemuin, <\/em>tuh Askar, menerima yang bersangkutan atas informasi dari Pamdal kalau ada tamu mengatasnamakan pimpinan KPK. <em>WhatsApp, <\/em>saya bilang &#8216;<em>Wuih, ngapain<\/em>?&#8217; <em>Gitu<\/em>. &#8216;Enggak, ada yang mau disampaikan dari pimpinan KPK, atas nama pimpinan KPK,&#8221; kata Sahroni saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Sabtu (11\/4\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/878157\/ahmad-sahroni-diduga-diperas-pegawai-kpk-gadungan-rp300-juta\" title=\"Ahmad Sahroni Diduga Diperas Pegawai KPK Gadungan Rp300 Juta\" target=\"_blank\">Ahmad Sahroni Diduga Diperas Pegawai KPK Gadungan Rp300 Juta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam pertemuan singkat yang berlangsung kurang dari dua menit, pelaku langsung mengutarakan niatnya meminta sejumlah uang. Sahroni yang saat itu masih harus melanjutkan agenda rapat memilih untuk memberikan nomor teleponnya guna memantau pergerakan pelaku.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, yang bersangkutan juga menyampaikan sebagai Kabiro Penindakan. Nah, setelah itu duduk, itu pun duduk enggak sampai 2 menit lah kalau enggak salah. <em>Nyampein <\/em>langsung, &#8216;Ini permintaan dari pimpinan KPK, jumlah uangnya 300 juta.&#8217; &#8216;Oke, Bu, nanti ya saya lagi mimpin rapat.&#8217; Balik. Dan dia minta nomor telepon saya. Karena minta telepon, saya kasih,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Setelah pertemuan tersebut, pelaku gencar menghubungi Sahroni melalui telepon dan pesan singkat untuk menagih kepastian uang tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/877933\/dukung-usulan-bnn-pimpinan-komisi-iii-setuju-vape-dilarang-dalam-ruu-narkotika\" title=\"Dukung Usulan BNN, Pimpinan Komisi III Setuju Vape Dilarang dalam RUU Narkotika\" target=\"_blank\">Dukung Usulan BNN, Pimpinan Komisi III Setuju Vape Dilarang dalam RUU Narkotika<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Nah, jadi setelah mimpin rapat, siang jam-jamnya lupa <em>gua, udah nanyain<\/em>, &#8216;Pak, <em>gimana<\/em>?&#8217; <em>Gitu <\/em>ya. Karena sebelum balik lagi memimpin rapat, dia udah bilang, &#8216;Pak kalau bisa hari ini atau besok,&#8217; yang dimaksud uang yang diminta. &#8216;Bu nanti ya, saya dalam keadaan lagi enggak baik,&#8217; <em>gua <\/em>jawab nih,&#8221; ungkap Sahroni.<\/p>\n<p>Menaruh kecurigaan, Sahroni langsung melakukan konfirmasi kepada pimpinan KPK yang kemudian memastikan bahwa tidak ada permintaan uang tersebut. Ia lantas berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan penangkapan.<\/p>\n<p>&#8220;Langsung <em>gua <\/em>bilang, &#8216;Tangkap nih kalau begini enggak bener,&#8217; <em>gitu. Gua <\/em>minta kerja samanya untuk melakukan tangkap itu si yang gadungan. Tanggal 9 lah akhirnya berproses itu, 9 malam tuh penangkapannya perkiraan hampir jam 12-an lah,&#8221; ucap politikus Partai NasDem tersebut.<\/p>\n<p>Untuk menjerat pelaku, Sahroni sengaja memberikan uang melalui stafnya senilai 17.400 dolar AS. Ia bahkan memantau proses penyerahan uang melalui panggilan video untuk memastikan bukti pidana terpenuhi.<\/p>\n<p>&#8220;Pertanyaannya, uangnya sudah dikasih belum? Bagaimana <em>lu <\/em>mau <em>nangkap <\/em>orang kalau uangnya enggak dikasih? Kita suruh nih staf untuk kasih, bukan Askar. Adalah tuh sampai untuk memastikan orang yang <em>nerima <\/em>itu, maka <em>gua video call-<\/em>an sama yang <em>gua <\/em>suruh untuk kasihin duit. Untuk memastikan, jangan sampai <em>entar <\/em>uang itu enggak diterima sama yang bersangkutan, nanti bagaimana mau <em>nangkap <\/em>orang <em>gitu<\/em>,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Sahroni menegaskan bahwa aksi ini murni penipuan dan tidak terkait dengan pengurusan perkara hukum apa pun. Ia membantah narasi liar yang menyebut dirinya panik karena memiliki masalah hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, jangan ber-narasi seolah-olah <em>ngurus <\/em>perkara, <em>kagak <\/em>ada perkara sama sekali. Cuma minta duit <em>aja, <\/em>cuma mintanya maksa <em>gitu. <\/em>Nah kalau minta maksa, kalau dibilang pemerasan tapi hukum tidak bilang pemerasan, itu adalah penipuan mengatasnamakan lembaga,&#8221; cetus Sahroni.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa langkahnya mempublikasikan kejadian ini di media sosial bertujuan agar para pejabat publik maupun pihak swasta lebih waspada terhadap oknum yang mencatut lembaga negara.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi kalau dibilang dia maksa, <em>bener <\/em>maksa. Karena telepon terus, sampailah ada <em>voice note,<\/em> &#8216;Bu, bener nih buat pimpinan?&#8217; &#8216;Bener Pak, nih saya mau kasih nih uangnya langsung setelah diterima.&#8217; <em>Gitulah <\/em>ceritanya. Nah, tafsiran kita adalah, wah ini makin bahaya. Berkerja samalah saya dengan Polda Metro untuk melakukan penangkapan itu,&#8221; tutupnya. (Faj\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/878494\/sahroni-bongkar-aksi-pegawai-kpk-gadungan-minta-rp300-juta-di-ruang-rapat-dpr\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Politikus NasDem Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5\/3\/2025).(Antara) WAKIL Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengungkap kronologi penangkapan seorang perempuan yang mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaku diketahui nekat masuk ke ruang rapat DPR RI untuk meminta uang sebesar Rp300 juta dengan mencatut nama pimpinan lembaga antirasuah tersebut. Sahroni menjelaskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26251,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-26250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26250"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26250\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}