{"id":26141,"date":"2026-04-11T01:25:43","date_gmt":"2026-04-11T01:25:43","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/pemangkasan-proyeksi-pertumbuhan-jadi-peringatan-bahwa-ekonomi-indonesia-rentan\/"},"modified":"2026-04-11T01:25:43","modified_gmt":"2026-04-11T01:25:43","slug":"pemangkasan-proyeksi-pertumbuhan-jadi-peringatan-bahwa-ekonomi-indonesia-rentan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/11\/pemangkasan-proyeksi-pertumbuhan-jadi-peringatan-bahwa-ekonomi-indonesia-rentan\/","title":{"rendered":"Pemangkasan Proyeksi Pertumbuhan jadi Peringatan bahwa Ekonomi Indonesia Rentan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/11\/1775870523_329a59a7658f9dd32a9d.jpg\" alt=\"Pemangkasan Proyeksi Pertumbuhan jadi Peringatan bahwa Ekonomi Indonesia Rentan\"\/><figcaption>ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/indef\" title=\"indef\">Indef<\/a>), M Rizal Taufikurahman menyatakan bahwa pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bank-dunia\" title=\"bank dunia\">Bank Dunia<\/a> perlu dibaca sebagai peringatan dini bahwa ekonomi Indonesia masih rentan terhadap tekanan global, terutama dari sisi nilai tukar, harga energi, dan pelemahan permintaan domestik.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cDalam kondisi rupiah tertekan dan risiko kenaikan harga minyak, dampaknya tidak hanya ke sektor eksternal, tetapi juga mulai merembet ke konsumsi dan investasi. Ini menunjukkan bahwa perlambatan yang terjadi bukan semata faktor global, tetapi juga mencerminkan daya tahan domestik yang belum cukup kuat,\u201d ucap Rizal saat dihubungi, Sabtu (11\/4).<\/p>\n<p>Meskipun hampir semua negara terdampak eskalasi geopolitik, lanjut dia, tetapi dampak dari eskalasi tersebut ternyata tidak merata. Terutama negara dengan basis industri dan ekspor bernilai tambah tinggi cenderung lebih tahan, sementara Indonesia masih menghadapi tekanan ganda antara menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/878404\/ekonomi-indonesia-2026-masih-berpotensi-tumbuh-di-atas-47-persen\" title=\"Ekonomi Indonesia 2026 masih Berpotensi Tumbuh di Atas 4,7 Persen\" target=\"_blank\">Ekonomi Indonesia 2026 masih Berpotensi Tumbuh di Atas 4,7 Persen<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKarena itu, pemerintah perlu menjaga keseimbangan kebijakan yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memastikan ruang fiskal tetap sehat agar tidak terbebani oleh subsidi dan intervensi jangka pendek,\u201d tegas dia.<\/p>\n<p>Rizal menegaskan, kunci utama keseimbangan tersebut adalah memperkuat mesin pertumbuhan domestik. Pemerintah, sambung dia, perlu menjaga daya beli, mengendalikan inflasi, serta mendorong investasi yang berkualitas dan produktif.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cArtinya, di saat yang sama, strategi seperti hilirisasi harus benar-benar meningkatkan nilai tambah dan produktivitas, bukan sekadar ekspansi output. Tanpa penguatan struktur ekonomi, setiap gejolak global akan terus berulang dampaknya ke pertumbuhan nasional,\u201d tandasnya.\u00a0(E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/878434\/pemangkasan-proyeksi-pertumbuhan-jadi-peringatan-bahwa-ekonomi-indonesia-rentan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ilustrasi(Antara) Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman menyatakan bahwa pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh Bank Dunia perlu dibaca sebagai peringatan dini bahwa ekonomi Indonesia masih rentan terhadap tekanan global, terutama dari sisi nilai tukar, harga energi, dan pelemahan permintaan domestik.\u00a0 \u201cDalam kondisi rupiah tertekan dan risiko [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26142,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-26141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26141"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26141\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}