{"id":25758,"date":"2026-04-10T07:56:58","date_gmt":"2026-04-10T07:56:58","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/10\/mitos-atau-fakta-tembok-besar-tiongkok-terlihat-dari-luar-angkasa\/"},"modified":"2026-04-10T07:56:58","modified_gmt":"2026-04-10T07:56:58","slug":"mitos-atau-fakta-tembok-besar-tiongkok-terlihat-dari-luar-angkasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/10\/mitos-atau-fakta-tembok-besar-tiongkok-terlihat-dari-luar-angkasa\/","title":{"rendered":"Mitos atau Fakta Tembok Besar Tiongkok Terlihat dari Luar Angkasa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/10\/1775807600_9d7701c723e732f098ba.jpeg\" alt=\"Mitos atau Fakta: Tembok Besar Tiongkok Terlihat dari Luar Angkasa?\"\/><figcaption>Tembok Besar di Tiongkok atau The Great Wall of China\u00a0atau Tembok China.(Dok. Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SELAMA\u00a0bertahun-tahun, sebuah narasi populer menyebutkan bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tembok-besar-di-tiongkok\" title=\"Tembok Besar di Tiongkok\">Tembok Besar di Tiongkok<\/a> atau <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/the-great-wall-of-china\" title=\"The Great Wall of China\">The Great Wall of China<\/a><\/em>\u00a0atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tembok-china\" title=\"tembok china\">Tembok China<\/a> merupakan satu-satunya bangunan buatan manusia yang bisa dilihat dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/luar-angkasa\" title=\"LUAR ANGKASA\">luar angkasa<\/a>. Bahkan, ada anggapan ekstrem bahwa struktur raksasa ini dapat terlihat jelas hingga dari permukaan Bulan.<\/p>\n<p>Namun, berdasarkan data ilmiah dan kesaksian para penjelajah antariksa, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Mari kita bedah fakta di balik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mitos\" title=\"Mitos\">mitos<\/a> yang telah bertahan selama berabad-abad ini.<\/p>\n<h2>Sejarah Munculnya Mitos<\/h2>\n<p>Mitos ini sudah ada jauh sebelum era penjelajahan luar angkasa dimulai. Bahkan sebelum Yuri Gagarin melakukan penerbangan bersejarahnya atau misi Apollo mendarat di Bulan, kepercayaan ini sudah berkembang di kalangan masyarakat dan ilmuwan awal.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/travelista\/731689\/bukan-tembok-china-ini-4-bangunan-yang-terlihat-dari-luar-angkasa\" title=\"Bukan Tembok China, Ini 4 Bangunan yang Terlihat dari Luar Angkasa\" target=\"_blank\">Bukan Tembok China, Ini 4 Bangunan yang Terlihat dari Luar Angkasa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada tahun 1754, ilmuwan Inggris William Stukeley pernah menulis dalam suratnya bahwa Tembok Besar ini tampak cukup menonjol di permukaan Bumi dan diyakini dapat terlihat dari Bulan. Mengutip dari <em>BBC Sky at Night Magazine<\/em>, Stukeley menyatakan, &#8220;Tembok Cina membuat gambaran yang cukup jelas di permukaan Bumi dan dapat terlihat dari Bulan.&#8221;<\/p>\n<h2>Kesaksian Para Astronot: Tidak Terlihat dengan Mata Telanjang<\/h2>\n<p>Fakta ilmiah menunjukkan bahwa struktur ini terlalu sempit dan warnanya terlalu menyatu dengan alam sekitar untuk bisa ditangkap oleh mata manusia dari ketinggian ribuan kilometer.<\/p>\n<p>Astronot Alan Bean, yang pernah menginjakkan kaki di Bulan, menyatakan bahwa dari sana, Bumi hanya tampak seperti bola berwarna tanpa terlihat struktur buatan manusia sama sekali.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/876060\/4-astronaut-ini-siap-hadapi-hal-terburuk-di-misi-artemis-2-nasa\" title=\"4 Astronaut Ini Siap Hadapi Hal Terburuk di Misi Artemis 2 NASA\" target=\"_blank\">4 Astronaut Ini Siap Hadapi Hal Terburuk di Misi Artemis 2 NASA<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cSatu-satunya hal yang bisa Anda lihat dari Bulan adalah sebuah bola indah. Kebanyakan warnanya putih, sedikit biru dan kuning, serta sesekali hijau. Tidak ada objek buatan manusia yang terlihat pada skala ini,&#8221; ujar Alan.<\/p>\n<p>Hal serupa ditegaskan oleh Yang Liwei, astronot pertama Tiongkok yang mengorbit Bumi dalam misi Shenzhou 5 pada 2003. Ia mengakui bahwa meskipun pemandangan Bumi sangat indah, ia tidak dapat menemukan Tembok Besar dari jendela kapsulnya. \u201cBumi terlihat sangat indah dari luar angkasa, tetapi saya tidak melihat Tembok Besar kami,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<h2>Bisa Difoto, Tapi Sulit Dikenali<\/h2>\n<p>Meski mustahil dilihat dengan mata telanjang, teknologi kamera modern mampu menangkap keberadaan Tembok Besar dari luar angkasa. Namun, ini memerlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan lensa dengan perbesaran tinggi.<\/p>\n<p>Astronot Leroy Chiao pernah berhasil memotret sebagian kecil Tembok Besar dari orbit rendah menggunakan kamera dengan lensa tele. Begitu pula dengan Alexander Gerst yang mencoba mengabadikan gambar serupa menggunakan lensa 800 mm dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).<\/p>\n<p>Kendala utamanya tetap pada material bangunan. Karena Tembok Besar dibangun menggunakan material lokal seperti tanah dan batu yang warnanya serupa dengan lanskap sekitarnya, struktur ini sering kali &#8220;menghilang&#8221; dalam foto satelit jika tidak menggunakan teknik pencitraan khusus.<\/p>\n<h2>Asal-usul Kesalahpahaman<\/h2>\n<p>Salah satu penyebab munculnya mitos ini diduga berasal dari kesalahpahaman ilmiah di masa lalu. Astronom Italia Giovanni Schiaparelli pernah mengamati garis-garis di Mars yang ia sebut <em>\u201ccanali\u201d<\/em> (saluran alami).<\/p>\n<p>Istilah tersebut kemudian diterjemahkan secara keliru menjadi <em>\u201ccanals\u201d<\/em> (kanal buatan manusia), sehingga memunculkan spekulasi adanya peradaban cerdas di planet lain. Dari sinilah muncul asumsi bahwa jika manusia bisa melihat &#8220;kanal&#8221; di Mars, maka struktur besar di Bumi seperti Tembok Besar pasti bisa terlihat dari jarak jauh.<\/p>\n<h2>Apa yang Benar-benar Terlihat dari Luar Angkasa?<\/h2>\n<p>Menariknya, meskipun Tembok Besar sulit terlihat, beberapa jejak aktivitas manusia justru tampak jelas dari orbit:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Piramida Giza: Dalam kondisi pencahayaan tertentu, bayangan piramida dapat membantu astronot mengenalinya dari orbit rendah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Cahaya Kota di Malam Hari: Ini adalah bukti paling mencolok dari keberadaan manusia. Dari luar angkasa, area perkotaan terlihat terang benderang, membentuk pola yang menunjukkan kepadatan populasi dunia.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Kesimpulannya, klaim bahwa Tembok Besar Tiongkok terlihat dari luar angkasa adalah mitos jika konteksnya adalah penglihatan mata telanjang. Namun, ia tetap menjadi salah satu pencapaian arsitektur terbesar manusia yang jejaknya bisa terekam oleh lensa teknologi tinggi dari antariksa.<\/p>\n<p><em>(BBC Sky at Night Magazine\/H-3)<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/878165\/mitos-atau-fakta-tembok-besar-tiongkok-terlihat-dari-luar-angkasa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tembok Besar di Tiongkok atau The Great Wall of China\u00a0atau Tembok China.(Dok. Freepik) SELAMA\u00a0bertahun-tahun, sebuah narasi populer menyebutkan bahwa Tembok Besar di Tiongkok atau The Great Wall of China\u00a0atau Tembok China merupakan satu-satunya bangunan buatan manusia yang bisa dilihat dari luar angkasa. Bahkan, ada anggapan ekstrem bahwa struktur raksasa ini dapat terlihat jelas hingga dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25759,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-25758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25758"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25758\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}