{"id":25756,"date":"2026-04-10T07:51:35","date_gmt":"2026-04-10T07:51:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/10\/bahan-baku-uang-kertas-rupiah-bukan-kertas-biasa-ini-faktanya\/"},"modified":"2026-04-10T07:51:35","modified_gmt":"2026-04-10T07:51:35","slug":"bahan-baku-uang-kertas-rupiah-bukan-kertas-biasa-ini-faktanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/10\/bahan-baku-uang-kertas-rupiah-bukan-kertas-biasa-ini-faktanya\/","title":{"rendered":"Bahan Baku Uang Kertas Rupiah Bukan Kertas Biasa, Ini Faktanya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/10\/1775807304_6483fbb51b72781388a7.jpg\" alt=\"Bahan Baku Uang Kertas Rupiah: Bukan Kertas Biasa, Ini Faktanya\"\/><figcaption>Petugas Bank Indonesia menunjukkan briket Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) yang akan dikirim ke PLTSa di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI), Solo, Jawa Tengah, Kamis (17\/7\/2025)( ANTARA FOTO\/Mohammad Ayudha\/tom.)<\/figcaption><\/figure>\n<p>BANYAK masyarakat yang mengira bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/uang-kertas-rupiah\" title=\"uang kertas rupiah\">uang kertas Rupiah<\/a> terbuat dari bubuk kayu sebagaimana kertas tulis pada umumnya. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa uang kertas Rupiah tetap kuat dan tidak mudah hancur meski tidak sengaja terendam air atau tercuci di dalam saku pakaian? Jawabannya terletak pada bahan bakunya yang sangat khusus.<\/p>\n<h2>Bahan Utama: Serat Kapas<\/h2>\n<p>Berdasarkan informasi resmi dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bank-indonesia\" title=\"Bank Indonesia\">Bank Indonesia<\/a>, bahan utama pembuatan uang kertas Rupiah bukanlah kertas dari selulosa kayu, melainkan <strong>serat kapas<\/strong>. Penggunaan serat kapas ini memiliki alasan fungsional yang sangat krusial bagi ketahanan mata uang.<\/p>\n<p>Serat kapas dipilih karena memiliki fleksibilitas yang tinggi, tidak mudah sobek, dan tahan terhadap tarikan serta lipatan yang ekstrem. Hal inilah yang membuat uang kertas Rupiah terasa lebih lentur dan memiliki tekstur yang berbeda dibandingkan kertas biasa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/878162\/daftar-uang-kertas-mata-uang-rupiah-yang-ditarik-bank-indonesia-dan-cara-menukarkannya\" title=\"Daftar Uang Kertas Mata Uang Rupiah yang Ditarik Bank Indonesia dan Cara Menukarkannya\" target=\"_blank\">Daftar Uang Kertas Mata Uang Rupiah yang Ditarik Bank Indonesia dan Cara Menukarkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Mengapa Menggunakan Serat Kapas?<\/h2>\n<p>Pemilihan serat kapas sebagai bahan dasar Mata Uang Rupiah didasarkan pada beberapa keunggulan berikut:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Ketahanan Fisik:<\/strong> Uang kertas harus beredar dari tangan ke tangan dalam waktu lama. Serat kapas memastikan uang tidak mudah hancur meski terkena kelembapan atau gesekan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Fitur Keamanan:<\/strong> Bahan serat kapas memungkinkan penanaman fitur keamanan seperti benang pengaman (security thread) dan tanda air (watermark) dengan lebih sempurna selama proses produksi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Tekstur Khas:<\/strong> Saat diraba, uang yang terbuat dari serat kapas memiliki kekasaran tertentu yang sulit ditiru oleh kertas biasa, membantu masyarakat mengenali keaslian uang melalui metode &#8220;Dilihat, Diraba, Diterawang&#8221;.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Fitur Keamanan pada Bahan Baku<\/h2>\n<p>Selain serat kapas, dalam proses pembuatannya, Bank Indonesia juga menambahkan berbagai unsur pengaman yang menyatu dengan bahan tersebut, di antaranya:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Fitur<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Deskripsi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Watermark<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Gambar pahlawan yang terlihat jika diterawang ke arah cahaya.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Electrotype<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Variasi dari watermark yang terlihat lebih terang.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Benang Pengaman<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Ditanam di tengah ketebalan bahan sehingga tampak seperti garis melintang.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Uang kertas Rupiah adalah produk teknologi tinggi yang dirancang untuk tahan lama dan sulit dipalsukan. Dengan menggunakan serat kapas berkualitas tinggi, Bank Indonesia memastikan bahwa alat pembayaran sah kita memiliki standar fisik yang kuat untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/878164\/bahan-baku-uang-kertas-rupiah-bukan-kertas-biasa-ini-faktanya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petugas Bank Indonesia menunjukkan briket Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) yang akan dikirim ke PLTSa di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI), Solo, Jawa Tengah, Kamis (17\/7\/2025)( ANTARA FOTO\/Mohammad Ayudha\/tom.) BANYAK masyarakat yang mengira bahwa uang kertas Rupiah terbuat dari bubuk kayu sebagaimana kertas tulis pada umumnya. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa uang kertas Rupiah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25757,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-25756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25756"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25756\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}