{"id":25673,"date":"2026-04-10T04:17:48","date_gmt":"2026-04-10T04:17:48","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/10\/makna-filosofis-poster-ghost-in-the-cell-joko-anwar-lawan-trypophobia\/"},"modified":"2026-04-10T04:17:48","modified_gmt":"2026-04-10T04:17:48","slug":"makna-filosofis-poster-ghost-in-the-cell-joko-anwar-lawan-trypophobia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/10\/makna-filosofis-poster-ghost-in-the-cell-joko-anwar-lawan-trypophobia\/","title":{"rendered":"Makna Filosofis Poster Ghost in the Cell Joko Anwar Lawan Trypophobia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/10\/1775794427_686d20b9ac5b401223eb.jpg\" alt=\"Makna Filosofis Poster Ghost in the Cell Joko Anwar Lawan Trypophobia\"\/><figcaption>Sutradara Joko Anwar saat konferensi pers seusai pemutaran pratayang film &#8220;Ghost in the Cell&#8221; di kawasan Setiabudi, Jakarta, Kamis (9\/4\/2026).(ANTARA\/Abdu Faisal)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sutradara\" title=\"sutradara\">SUTRADARA<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/joko-anwar\" title=\"Joko Anwar\">Joko Anwar<\/a> kembali menggebrak industri layar lebar melalui karya terbarunya bertajuk <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ghost-in-the-cell\" title=\"Ghost in The Cell\">Ghost in the Cell<\/a><\/em>. Namun, ada cerita unik sekaligus mendalam di balik visual poster film tersebut yang menampilkan banyak lubang. Joko mengaku harus melawan ketakutan pribadinya, yakni fobia terhadap lubang atau <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/trypophobia\" title=\"Trypophobia\">trypophobia<\/a><\/em>, demi menyampaikan pesan filosofis yang kuat.<\/p>\n<p>Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9\/4), Joko mengungkapkan bahwa dirinya dan produser Tia Hasibuan dari Come and See Pictures merupakan pengidap <em>trypophobia<\/em> akut. Meski merasa ngeri, ia sengaja memilih visual tersebut sebagai bentuk konfrontasi terhadap rasa takut sekaligus metafora atas kondisi sosial saat ini.<\/p>\n<h3>Metafora Sistem Sosial yang Busuk<\/h3>\n<p>Visual lubang-lubang pada tubuh karakter hantu dalam poster tersebut bukan sekadar elemen estetika horor. Menurut Joko, lubang-lubang itu merepresentasikan sistem sosial yang telah membusuk. Rasa jijik yang muncul saat audiens melihat poster tersebut diharapkan menjadi refleksi dari kejenuhan masyarakat terhadap sistem yang ada.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/864596\/kedalaman-karakter-dan-refleksi-sosial-bedah-kreatif-ghost-in-the-cell-karya-joko-anwar\" title=\"Kedalaman Karakter dan Refleksi Sosial: Bedah Kreatif Ghost in the Cell Karya Joko Anwar\" target=\"_blank\">Kedalaman Karakter dan Refleksi Sosial: Bedah Kreatif Ghost in the Cell Karya Joko Anwar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Hantu ini sebenarnya mewakili sesuatu yang tidak kita pahami. Kita sering melabeli sesuatu sebagai hantu atau ancaman kalau kita tidak paham. Kalau merasa jijik dengan itu, kita sebenarnya jijik pada keadaan di dalamnya,&#8221; jelas Joko Anwar.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lubang tersebut tidaklah kosong. Di dalamnya terdapat karakter-karakter yang terpenjara oleh sistem tertentu tanpa mereka sadari. Hal ini menggambarkan bagaimana manusia sering kali terjebak dalam struktur sosial yang merusak tanpa melihatnya sebagai sebuah ancaman nyata.<\/p>\n<h3>Simbol Harapan di Tengah Kengerian<\/h3>\n<p>Menariknya, Joko Anwar menyelipkan sisi keindahan di balik kengerian tersebut. Untuk menghadapi fobianya, ia membayangkan setiap lubang pada tubuh karakter mengeluarkan bunga seroja atau tumbuhan (<em>plants<\/em>). Tumbuhan ini menjadi simbol harapan (<em>hope<\/em>) yang tumbuh di tengah situasi yang mencekam.<\/p>\n<p>Film ini juga memosisikan sosok hantu bukan sebagai entitas mistik semata, melainkan representasi dari sisi terburuk manusia yang muncul saat kehilangan harapan atau terjerat dalam praktik korupsi. Melalui <em>Ghost in the Cell<\/em>, Joko mengajak penonton untuk melihat realitas sosial dan menjadikan film sebagai sarana menyuarakan keresahan kolektif.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Informasi Film<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Detail<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Judul Film<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Ghost in the Cell<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Sutradara<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Joko Anwar<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Produser \/ Produksi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Tia Hasibuan \/ Come and See Pictures<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Tema Visual Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Trypophobia (Lubang-lubang metaforis)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Simbolisme Tumbuhan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Harapan (Hope) di tengah kebusukan sistem<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Tanggal Tayang<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">16 April (Seluruh bioskop Indonesia)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Bagi para pecinta sinema yang ingin merasakan pengalaman horor psikologis dengan kedalaman makna sosial, <em>Ghost in the Cell<\/em>\u00a0dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 16 April mendatang. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/878124\/makna-filosofis-poster-ghost-in-the-cell-joko-anwar-lawan-trypophobia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sutradara Joko Anwar saat konferensi pers seusai pemutaran pratayang film &#8220;Ghost in the Cell&#8221; di kawasan Setiabudi, Jakarta, Kamis (9\/4\/2026).(ANTARA\/Abdu Faisal) SUTRADARA Joko Anwar kembali menggebrak industri layar lebar melalui karya terbarunya bertajuk Ghost in the Cell. Namun, ada cerita unik sekaligus mendalam di balik visual poster film tersebut yang menampilkan banyak lubang. Joko mengaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-25673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25673"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25673\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}