{"id":25466,"date":"2026-04-09T19:28:14","date_gmt":"2026-04-09T19:28:14","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/09\/perkuat-peran-dai-dalam-pembangunan-kawasan-perbatasan\/"},"modified":"2026-04-09T19:28:14","modified_gmt":"2026-04-09T19:28:14","slug":"perkuat-peran-dai-dalam-pembangunan-kawasan-perbatasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/09\/perkuat-peran-dai-dalam-pembangunan-kawasan-perbatasan\/","title":{"rendered":"Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/10\/1775754217_ccff0f4ca4529a870ff9.jpeg\" alt=\"Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan\"\/><figcaption>Wamendagri Akhmad Wiyagus membuka seminar internasional bertema \u201cSinergitas Da\u2019i dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara\u201d yang digelar di Sambas, Selasa (7\/4),\u00a0(Dok.HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>BADAN Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menegaskan pentingnya sinergi para <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dai\" title=\"dai\">dai<\/a> dalam mendukung pembangunan kawasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perbatasan-negara\" title=\"perbatasan negara\">perbatasan negara<\/a>. Komitmen tersebut mengemuka dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/seminar-internasional\" title=\"seminar internasional\">seminar internasional<\/a> bertema \u201cSinergitas Da\u2019i dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara\u201d yang digelar di Sambas, Selasa (7\/4),\u00a0<\/p>\n<p>Wamendagri <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/akhmad-wiyagus\" title=\"Akhmad Wiyagus\">Akhmad Wiyagus<\/a>, dalam pembukaan, menegaskan peran dai tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi perlu diperluas untuk mendorong kemandirian masyarakat. Menurutnya, da\u2019i memiliki posisi strategis sebagai penggerak sosial yang mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat, terutama di kawasan perbatasan seperti Kabupaten Sambas.<\/p>\n<p>\u201cPara da\u2019i harus ikut mendorong kemandirian ekonomi, kemandirian pangan, hingga kemandirian di berbagai sektor kehidupan masyarakat,\u201d tegas Wiyagus.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/650608\/hak-cuti-suami-saat-istri-melahirkan-akan-pengaruhi-kesejahteraan-keluarga\" target=\"_blank\" title=\"Hak Cuti Suami Saat Istri Melahirkan akan Pengaruhi Kesejahteraan Keluarga\">Hak Cuti Suami Saat Istri Melahirkan akan Pengaruhi Kesejahteraan Keluarga<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia juga menekankan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan wilayah perbatasan sebagai prioritas pembangunan nasional melalui berbagai program strategis.<\/p>\n<h2><strong>Pendekatan ganda<\/strong><\/h2>\n<p>Senada, Kelompok Ahli BNPP RI Nur Kholis menekankan bahwa pengelolaan perbatasan Indonesia tidak lagi bertumpu pada pendekatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keamanan\" title=\"keamanan\">keamanan<\/a> semata. Ia menjelaskan bahwa Indonesia mengedepankan pendekatan ganda, yakni keamanan dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesejahteraan\" title=\"kesejahteraan\">kesejahteraan<\/a><em> (security and prosperity),<\/em> sebagai fondasi pengelolaan kawasan perbatasan.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia tidak membangun tembok di perbatasan, tetapi membangun kesejahteraan. Batas negara harus tegas dari sisi kedaulatan, namun dari sisi ekonomi, perbatasan justru harus menjadi penopang penguatan ekonomi masyarakat kedua negara,\u201d ujar Nur Kholis, Rabu (8\/4).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/606502\/momentum-hut-ke-78-ri-dpr-rakyat-rindu-hidup-berkeadilan\" target=\"_blank\" title=\"Momentum HUT ke-78 RI, DPR : Rakyat Rindu Hidup Berkeadilan\">Momentum HUT ke-78 RI, DPR : Rakyat Rindu Hidup Berkeadilan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurutnya, inilah esensi kebijakan perbatasan yang dikedepankan BNPP RI bersama kementerian dan lembaga terkait. Nur Kholis juga memaparkan bahwa BNPP RI berperan sebagai koordinator pengelolaan batas wilayah negara yang mencakup segmen darat dan laut.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menambahkan, paradigma pembangunan perbatasan ke depan diarahkan untuk menjadikan wilayah perbatasan tidak lagi identik dengan daerah tertinggal atau terisolasi, melainkan sebagai beranda depan negara yang maju dan sejahtera. Sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan perdagangan lintas batas dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara optimal.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati Sambas Satono menegaskan bahwa pembangunan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sumber-daya-manusia\" title=\"sumber daya manusia\">sumber daya manusia<\/a> (SDM) menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menyongsong kemajuan wilayah perbatasan. Menurutnya, kualitas SDM menjadi kunci agar berbagai potensi daerah dapat dikelola secara maksimal dan berkelanjutan. (M-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/878059\/perkuat-peran-dai-dalam-pembangunan-kawasan-perbatasan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wamendagri Akhmad Wiyagus membuka seminar internasional bertema \u201cSinergitas Da\u2019i dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara\u201d yang digelar di Sambas, Selasa (7\/4),\u00a0(Dok.HO) BADAN Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menegaskan pentingnya sinergi para dai dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan negara. Komitmen tersebut mengemuka dalam seminar internasional bertema \u201cSinergitas Da\u2019i dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara\u201d yang digelar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25467,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-25466","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25466"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25466\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}