{"id":24469,"date":"2026-04-07T05:09:38","date_gmt":"2026-04-07T05:09:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/07\/ancaman-deepfake-dan-jaringan-scam-internasional-vida-gita-wirjawan-ingatkan-keamanan-digital\/"},"modified":"2026-04-07T05:09:38","modified_gmt":"2026-04-07T05:09:38","slug":"ancaman-deepfake-dan-jaringan-scam-internasional-vida-gita-wirjawan-ingatkan-keamanan-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/07\/ancaman-deepfake-dan-jaringan-scam-internasional-vida-gita-wirjawan-ingatkan-keamanan-digital\/","title":{"rendered":"Ancaman Deepfake dan Jaringan Scam Internasional VIDA Gita Wirjawan Ingatkan Keamanan Digital"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/07\/1775538261_bcc80223c22e1ded1469.jpg\" alt=\"Ancaman Deepfake dan Jaringan Scam Internasional: VIDA &amp; Gita Wirjawan Ingatkan Keamanan Digital\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>LANSKAP<b> <\/b>keamanan siber di Indonesia kini menghadapi ancaman yang jauh lebih kompleks. Perkembangan pesat <em>Artificial Intelligence<\/em> (AI) telah mengubah pola serangan penipuan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/digital\" title=\"digital\">digital<\/a> (<em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/scam\" title=\"scam\">scam<\/a><\/em>) menjadi lebih adaptif, terstruktur, dan berskala masif.<\/p>\n<p>Isu krusial ini menjadi sorotan utama dalam diskusi antara Founder dan Group CEO <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/vida\" title=\"Vida\">VIDA<\/a>, Niki Luhur, bersama tokoh nasional <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gita-wirjawan\" title=\"Gita Wirjawan\">Gita Wirjawan<\/a> dalam podcast <em>Endgame<\/em>. Niki mengungkapkan bahwa pelaku kriminal digital saat ini bukan lagi individu amatir, melainkan jaringan profesional lintas negara yang didukung infrastruktur teknis canggih.<\/p>\n<p>&#8220;Penipuan sekarang tidak lagi bergerak secara acak atau dilakukan sendirian. Modusnya sudah makin rapi, terstruktur, bisa dijalankan dalam skala besar, dan kecanggihannya terus berkembang pesat,&#8221; tegas Niki Luhur dalam keterangan resminya, Kamis (2\/4\/2026).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/831371\/ancaman-berbasis-ai-kian-marak-keamanan-identitas-digital-harus-diperkuat\" title=\"Ancaman Berbasis AI kian Marak, Keamanan Identitas Digital harus Diperkuat\" target=\"_blank\">Ancaman Berbasis AI kian Marak, Keamanan Identitas Digital harus Diperkuat<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Transformasi Menjadi Bisnis Kriminal Global<\/h3>\n<p>Fenomena <em>scam<\/em> telah berevolusi dari sekadar gangguan digital menjadi industri kriminal lintas batas dengan nilai ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan data yang dipaparkan Niki, skala operasi ini melibatkan aset kripto dalam jumlah fantastis dan berdampak langsung pada kedaulatan serta kemanusiaan.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Indikator Dampak<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Data \/ Fakta<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Penyitaan Aset Bitcoin<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">US$14 Miliar (Sekitar Rp238 Triliun)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Lokasi Jaringan Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Kamboja dan Myanmar<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">WNI Terdampak (Repatriasi)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Sekitar 800 orang di KBRI Kamboja<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Teknologi Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/deepfake\" title=\"Deepfake\">Deepfake<\/a> &amp; Synthetic Identity<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Bahaya Deepfake dan Krisis Kepercayaan<\/h3>\n<p>Salah satu tantangan terberat yang muncul adalah penggunaan teknologi generatif seperti <em>deepfake<\/em>. Teknologi ini mampu menciptakan identitas sintetis berupa audio maupun visual yang sangat menyerupai aslinya, sehingga sulit dibedakan oleh mata awam.<\/p>\n<p>Gita Wirjawan menekankan bahwa tantangan terbesar di era ini bukan sekadar teknis, melainkan soal kepercayaan (<em>trust<\/em>). Kemampuan AI memalsukan identitas dengan presisi tinggi berisiko meruntuhkan rasa aman masyarakat di ruang digital.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/828307\/australia-dan-indonesia-perkuat-keamanan-platform-daring-bagi-anak\" title=\"Australia dan Indonesia Perkuat Keamanan Platform Daring bagi Anak\" target=\"_blank\">Australia dan Indonesia Perkuat Keamanan Platform Daring bagi Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Langkah Strategis: Literasi dan Teknologi<\/h3>\n<p>Merespons ancaman tersebut, VIDA meluncurkan <em>whitepaper<\/em> bertajuk <strong>&#8220;2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook&#8221;<\/strong>. Dokumen ini memberikan gambaran komprehensif mengenai peta jalan penipuan di Asia Tenggara, termasuk bagaimana pelaku memanfaatkan AI untuk memantau pergerakan likuiditas masyarakat.<\/p>\n<p>Sebagai upaya perlindungan publik, VIDA menginisiasi dua langkah utama:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kampanye #JanganAsalKlik:<\/strong> Gerakan literasi untuk mendorong masyarakat lebih kritis terhadap pesan atau tautan mencurigakan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Where\u2019s The Fraud Hub:<\/strong> Laman edukasi yang menyediakan panduan praktis bagi masyarakat untuk mengenali dan menghindari modus penipuan terbaru.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Penyedia solusi identitas digital ini menegaskan bahwa memerangi <em>scam<\/em> memerlukan sinergi antara sistem <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keamanan-digital\" title=\"keamanan digital\">keamanan digital<\/a> yang tangguh dan penguatan literasi masyarakat secara berkelanjutan untuk memutus rantai kejahatan siber. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/876915\/ancaman-deepfake-dan-jaringan-scam-internasional-vida--gita-wirjawan-ingatkan-keamanan-digital\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) LANSKAP keamanan siber di Indonesia kini menghadapi ancaman yang jauh lebih kompleks. Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah mengubah pola serangan penipuan digital (scam) menjadi lebih adaptif, terstruktur, dan berskala masif. Isu krusial ini menjadi sorotan utama dalam diskusi antara Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, bersama tokoh nasional Gita Wirjawan dalam podcast [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24470,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-24469","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24469","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24469"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24469\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24470"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}