{"id":23712,"date":"2026-04-04T18:14:47","date_gmt":"2026-04-04T18:14:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/04\/analisis-teknologi-irst-iran-mampukah-melumpuhkan-jet-siluman-f-35\/"},"modified":"2026-04-04T18:14:47","modified_gmt":"2026-04-04T18:14:47","slug":"analisis-teknologi-irst-iran-mampukah-melumpuhkan-jet-siluman-f-35","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/04\/analisis-teknologi-irst-iran-mampukah-melumpuhkan-jet-siluman-f-35\/","title":{"rendered":"Analisis Teknologi IRST Iran Mampukah Melumpuhkan Jet Siluman F-35"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/04\/1775294360_fbfef786c45a242d4f6e.jpg\" alt=\"Analisis Teknologi IRST Iran: Mampukah Melumpuhkan Jet Siluman F-35?\"\/><figcaption>F-35.(Al Jazeera)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DALAM\u00a0dinamika peperangan asimetris, klaim mengenai kemampuan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/iran\" title=\"Iran\">Iran<\/a> menghancurkan jet siluman <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/f-35\" title=\"F-35\">F-35<\/a> tanpa bergantung pada teknologi radar Rusia (seperti seri Rezonans atau S-300) berfokus pada penggunaan sensor pasif. Salah satu teknologi kunci yang menjadi perbincangan adalah <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/infrared-search-and-track\" title=\"Infrared Search and Track\">Infrared Search and Track<\/a> (IRST)<\/strong>.<\/p>\n<p>Berbeda dengan radar konvensional yang memancarkan gelombang radio, IRST bekerja berdasarkan deteksi emisi panas (inframerah). Yuk simak terus tentang IRST.<\/p>\n<h3>Apa itu Teknologi IRST?<\/h3>\n<p>IRST adalah sistem sensor pasif yang mendeteksi dan melacak objek yang memancarkan radiasi inframerah. Pada jet tempur seperti F-35, panas dihasilkan dari dua sumber utama: mesin (<i>exhaust<\/i>) dan gesekan udara dengan badan pesawat (<i>aerodynamic heating<\/i>) saat terbang pada kecepatan tinggi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/876196\/strategi-pertahanan-udara-iran-taklukkan-jet-siluman-f-35-lightning-ii\" target=\"_blank\" title=\"Strategi Pertahanan Udara Iran Taklukkan Jet Siluman F-35 Lightning II\">Strategi Pertahanan Udara Iran Taklukkan Jet Siluman F-35 Lightning II<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Catatan Strategis:<\/strong> Teknologi siluman (stealth) F-35 dirancang untuk membelokkan gelombang radar (RF).\u00a0Namun hukum fisika membuat pesawat tetap memancarkan panas. Inilah celah\u00a0yang coba dimanfaatkan oleh sistem IRST.<\/p>\n<h3>Bagaimana <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/irst-iran\" title=\"IRST Iran\">IRST Iran<\/a> Bekerja Melawan F-35?<\/h3>\n<p>Iran telah mengembangkan berbagai sistem elektro-optik dan termal secara mandiri. Berikut\u00a0mekanisme bagaimana IRST dapat digunakan untuk menargetkan pesawat siluman:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Deteksi Pasif:<\/strong> Karena IRST tidak memancarkan sinyal apa pun, sistem peringatan dini pada F-35 (seperti RWR &#8211; <i>Radar Warning Receiver<\/i>) tidak akan mendeteksi bahwa pesawat sedang dilacak. Ini memberikan elemen kejutan bagi pertahanan udara Iran.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Visualisasi Termal:<\/strong> Sensor IRST jarak jauh dapat menangkap kontras suhu antara badan pesawat yang panas dengan latar belakang langit yang dingin. Iran mengklaim telah mengembangkan sistem elektro-optik seperti <i>Sepehr-14<\/i> yang mampu melacak target dari jarak signifikan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Integrasi dengan Rudal Pencari Panas:<\/strong> Setelah IRST menemukan koordinat kasar, data tersebut dapat diteruskan ke rudal permukaan-ke-udara (SAM) yang dilengkapi dengan pencari (<i>seeker<\/i>) inframerah atau pencitraan termal (IIR), sehingga tidak memerlukan radar Rusia untuk penguncian target (<i>lock-on<\/i>).<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/870544\/bedah-teknologi-33-rudal-iran-dari-era-shahab-hingga-generasi-hipersonik\">Bedah Teknologi 33 Rudal Iran Dari Era Shahab hingga Generasi Hipersonik<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kelebihan dan Kekurangan IRST dalam Melawan F-35<\/h3>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Kelebihan (Pros)<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; text-align: left;\">Kekurangan (Cons)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Kebal terhadap teknologi <i>Radar Absorbent Material<\/i> (RAM) pada F-35.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca (awan, kabut, dan hujan dapat menghalangi sensor).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Tidak dapat dideteksi oleh sistem pertahanan elektronik pesawat lawan.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Jarak deteksi umumnya lebih pendek dibandingkan radar frekuensi rendah (VHF).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Dapat diintegrasikan pada platform mobile yang sulit dilacak satelit.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Kesulitan menentukan jarak (range) target secara akurat tanpa bantuan laser rangefinder.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Information Gain: Tantangan Teknis bagi Iran<\/h3>\n<p>Meskipun IRST menawarkan solusi &#8220;anti-siluman&#8221;, F-35 memiliki sistem <strong>Engine Nozzle Design<\/strong> dan <strong>Fuel Heat Sink<\/strong> yang dirancang untuk meminimalkan jejak panas. Selain itu, F-35 dilengkapi dengan <i>Distributed Aperture System<\/i> (DAS) yang memungkinkan pilot melihat ancaman dari segala arah, termasuk rudal pencari panas yang mendekat.<\/p>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/876076\/kontroversi-doa-franklin-graham-klaim-iran-ingin-musnahkan-yahudi\">Kontroversi Doa Franklin Graham Klaim Iran Ingin Musnahkan Yahudi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk benar-benar menghancurkan F-35 menggunakan IRST tanpa bantuan radar Rusia, Iran memerlukan jaringan sensor yang sangat rapat (<i>dense sensor network<\/i>). Strategi ini melibatkan penempatan banyak sensor IRST di berbagai titik untuk melakukan triangulasi posisi pesawat secara akurat guna memberikan solusi tembakan (<i>firing solution<\/i>) kepada baterai rudal seperti Sayyad atau sistem lokal lainnya.<\/p>\n<p><strong>Data Validasi:<\/strong> Hingga saat ini, belum ada laporan resmi atau bukti medan perang yang menunjukkan penghancuran F-35 oleh sistem IRST Iran. Informasi mengenai efektivitas sistem ini sebagian besar berasal dari klaim media militer domestik Iran dan analisis teknis mengenai potensi sensor elektro-optik dalam menghadapi teknologi stealth. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/876198\/analisis-teknologi-irst-iran-mampukah-melumpuhkan-jet-siluman-f-35\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>F-35.(Al Jazeera) DALAM\u00a0dinamika peperangan asimetris, klaim mengenai kemampuan Iran menghancurkan jet siluman F-35 tanpa bergantung pada teknologi radar Rusia (seperti seri Rezonans atau S-300) berfokus pada penggunaan sensor pasif. Salah satu teknologi kunci yang menjadi perbincangan adalah Infrared Search and Track (IRST). Berbeda dengan radar konvensional yang memancarkan gelombang radio, IRST bekerja berdasarkan deteksi emisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23713,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-23712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23712"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23712\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}