{"id":23696,"date":"2026-04-04T17:33:37","date_gmt":"2026-04-04T17:33:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/04\/aktivitas-gunung-slamet-meningkat-radius-aman-diperluas-3-kilometer\/"},"modified":"2026-04-04T17:33:37","modified_gmt":"2026-04-04T17:33:37","slug":"aktivitas-gunung-slamet-meningkat-radius-aman-diperluas-3-kilometer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/04\/aktivitas-gunung-slamet-meningkat-radius-aman-diperluas-3-kilometer\/","title":{"rendered":"Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Radius Aman Diperluas 3 Kilometer"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/04\/1775310474_04ad81f49943e8bc20ba.jpg\" alt=\"Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Radius Aman Diperluas 3 Kilometer\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok Badan Geologi)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/badan-geologi\" title=\"Badan Geologi\">BADAN Geologi<\/a> Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas jarak rekomendasi aman di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gunung-slamet\" title=\"Gunung Slamet\">Gunung Slamet<\/a> di Jawa Tengah menjadi radius 3 kilometer dari kawah puncak. Kebijakan ini diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau dalam beberapa waktu terakhir.<\/p>\n<p>Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan status Gunung Slamet hingga saat ini masih berada pada Level II atau Waspada, namun sejumlah indikator menunjukkan adanya peningkatan aktivitas yang perlu diantisipasi.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan data pemantauan instrumental terkini, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/aktivitas-gunung-slamet\" title=\"aktivitas gunung slamet\">aktivitas Gunung Slamet<\/a> masih tinggi sehingga direkomendasikan untuk dilakukan perluasan jarak aman menjadi 3 kilometer dari kawah,\u201d ujar Lana dalam laporan tertulis yang dikeluarkan pada Sabtu (4\/4).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/671629\/aktivitas-vulkanik-meningkat-badan-geologi-perluas-jarak-bahaya-gunung-slamet\" title=\"Aktivitas Vulkanik Meningkat, Badan Geologi Perluas Jarak Bahaya Gunung Slamet\" target=\"_blank\">Aktivitas Vulkanik Meningkat, Badan Geologi Perluas Jarak Bahaya Gunung Slamet<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menjelaskan, perubahan visual mulai terlihat sejak 3 April 2026 berupa embusan gas putih yang keluar secara terus-menerus dari kawah dengan ketinggian mencapai 300 meter. Fenomena ini menandakan adanya aktivitas degassing atau pelepasan gas magmatik dari dalam perut gunung.<\/p>\n<p>Selain itu, hasil analisis citra termal menunjukkan peningkatan suhu kawah yang signifikan. Jika pada September 2024 suhu maksimum tercatat sekitar 247,4 derajat Celsius, maka pada awal April 2026 meningkat hingga 463 derajat Celsius.<\/p>\n<p>\u201cPeningkatan suhu ini menunjukkan aktivitas termal yang semakin intens dan berkembangnya sistem rekahan di area kawah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/876218\/aktivitas-vulkanik-gunung-slamet-meningkat-seluruh-jalur-pendakian-ditutup\" title=\"Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Meningkat Seluruh Jalur Pendakian Ditutup\u00a0\" target=\"_blank\">Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Meningkat Seluruh Jalur Pendakian Ditutup\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dari sisi kegempaan, aktivitas Gunung Slamet juga mengalami peningkatan. Dalam kurun 16 Maret hingga 3 April 2026, tercatat ratusan gempa hembusan dan gempa frekuensi rendah yang berkaitan dengan pergerakan gas magmatik. Aktivitas ini semakin konsisten sejak akhir Maret.<\/p>\n<p>Pemantauan deformasi juga mengindikasikan adanya pergerakan magma menuju kedalaman yang lebih dangkal. Kondisi ini meningkatkan tekanan di bawah tubuh gunung yang berpotensi memicu erupsi.<\/p>\n<p>\u201cPeningkatan tekanan di bawah tubuh gunung memicu gempa dangkal dan meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi,\u201d kata Lana.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan, potensi bahaya saat ini meliputi lontaran material pijar, hujan abu, serta semburan gas vulkanik dengan konsentrasi tinggi di sekitar kawah. Hujan abu juga berpotensi meluas tergantung arah dan kecepatan angin.<\/p>\n<p>Untuk itu, masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.<\/p>\n<p>Badan Geologi memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif. Status aktivitas Gunung Slamet akan segera ditinjau kembali apabila terjadi perubahan signifikan, baik secara visual maupun kegempaan. \u201cMasyarakat di sekitar gunung diharapkan tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah,\u201d pungkasnya. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/876253\/aktivitas-gunung-slamet-meningkat-radius-aman-diperluas-3-kilometer\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok Badan Geologi) BADAN Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas jarak rekomendasi aman di Gunung Slamet di Jawa Tengah menjadi radius 3 kilometer dari kawah puncak. Kebijakan ini diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau dalam beberapa waktu terakhir. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan status Gunung Slamet hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":23697,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-23696","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23696"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23696\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}