{"id":22212,"date":"2026-04-01T06:42:21","date_gmt":"2026-04-01T06:42:21","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/01\/dampak-perang-iran-harga-bbm-as-melonjak-biaya-hidup-melambung\/"},"modified":"2026-04-01T06:42:21","modified_gmt":"2026-04-01T06:42:21","slug":"dampak-perang-iran-harga-bbm-as-melonjak-biaya-hidup-melambung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/01\/dampak-perang-iran-harga-bbm-as-melonjak-biaya-hidup-melambung\/","title":{"rendered":"Dampak Perang Iran Harga BBM AS Melonjak Biaya Hidup Melambung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/01\/1775023573_274dfa3a59638400f2a2.jpg\" alt=\"Dampak Perang Iran: Harga BBM AS Melonjak Biaya Hidup Melambung\"\/><figcaption>Warga AS.(Al Jazeera)<\/figcaption><\/figure>\n<p>LONJAKAN harga bahan bakar minyak (BBM) di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amerika-serikat\" title=\"Amerika Serikat\">Amerika Serikat<\/a> (AS) memicu kemarahan publik, menyusul dampak perang antara Amerika Serikat-Israel dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/iran\" title=\"Iran\">Iran<\/a> yang terus meluas.<\/p>\n<p>Laporan AFP pada Selasa (31\/3) menyebutkan bahwa harga bensin di berbagai wilayah AS meningkat hingga 35%, bahkan melampaui ambang US$4 atau sekitar Rp68 ribu per galon yang sebelumnya menjadi patokan.<\/p>\n<p>Jeanne Williams, 83, warga yang melakukan perjalanan dari Richmond, Virginia, menuju Falls Church, mengaku terkejut saat melihat harga bahan bakar di papan digital sebuah pom bensin.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/875269\/donald-trump-umumkan-pasukan-as-tarik-diri-dari-iran-dalam-3-pekan\" title=\"Donald Trump Umumkan Pasukan AS Tarik Diri dari Iran dalam 3 Pekan\" target=\"_blank\">Donald Trump Umumkan Pasukan AS Tarik Diri dari Iran dalam 3 Pekan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Itu mengerikan. Saya tidak marah, saya hanya bingung, kacau, dan tidak senang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tidak meminta perang ini,&#8221; tegas dia.<\/p>\n<p>Di wilayah Falls Church, harga bensin tercatat mulai dari US$3,7 atau sekitar Rp63 ribu per galon untuk pembayaran tunai, sementara tarif lebih tinggi diberlakukan bagi pengguna kartu. Di lokasi lain yang tak jauh, harga bahkan mencapai US$4,25 atau sekitar Rp72 ribu per galon.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/874379\/as-rancang-serangan-darat-ke-iran-mayoritas-rakyat-menolak\" title=\"AS Rancang Serangan Darat ke Iran, Mayoritas Rakyat Menolak\" target=\"_blank\">AS Rancang Serangan Darat ke Iran, Mayoritas Rakyat Menolak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Williams, seorang pensiunan pegawai negeri yang tengah menjalani pengobatan kanker, mengaku sebelumnya merasa dana pensiunnya cukup. Namun, lonjakan biaya hidup membuatnya kini harus mengandalkan tabungan.<\/p>\n<p>&#8220;Untungnya saya tidak punya anak. Saya juga tidak punya pasangan. Jadi hanya saya sendiri dan apa pun yang saya miliki, saya bantu kerjakan untuk saudara perempuan saya,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Meski inflasi di AS telah menurun dari puncaknya sebesar 9,1 persen pada masa pandemi covid-19, harga kebutuhan pokok tetap tinggi. Kondisi ini diperburuk oleh krisis energi global akibat konflik di Iran.<\/p>\n<p>Luis Ramos, 26, warga New York City, mengaku beban hidup semakin berat akibat kenaikan harga bahan bakar.<\/p>\n<p>&#8220;Sungguh tidak masuk akal. Melihat harga bensin meroket, benar-benar luar biasa. Biaya hidup sudah meroket,&#8221; katanya saat ditemui di sebuah pom bensin di New Jersey.<\/p>\n<p>Keluhan serupa disampaikan David Lee, 39, yang rutin mengisi bahan bakar dua kali dalam sepekan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya merasa setiap kali mengisi bensin, saya mungkin membayar setidaknya 10 dolar lebih mahal daripada biasanya,&#8221; ujarnya dikutip CNN, Rabu (1\/4).<\/p>\n<p>Meski mengaku masih mampu menanggung biaya tersebut, Lee menilai banyak orang di sekitarnya mulai terdampak.<\/p>\n<p>&#8220;Namun, saya melihat banyak teman saya mengeluh bahwa mereka tidak akan bisa mengemudi sesering dulu,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Kondisi ini juga dirasakan Joseph Crouch, 77, yang kini membatasi aktivitas berkendara karena harga bahan bakar yang dinilai tidak masuk akal.<\/p>\n<p>&#8220;Ini konyol. Harganya sangat tinggi. Saya rasa pemerintah tidak tahu apa yang mereka lakukan,&#8221; keluhnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sedang menanggung akibat dari perang ini. Mereka mencoba mengatakan bahwa ini adalah hal lain, tetapi ini jelas perang,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Fred Koester, 78, menyebut konflik tersebut sebagai perang bodoh dan menilai dampaknya justru merugikan masyarakat Amerika.<\/p>\n<p>Perang yang pecah sejak 28 Februari itu telah memicu krisis energi global. Harga minyak dunia berulang kali menembus angka US$100 per barel, memicu tekanan ekonomi di berbagai negara.<\/p>\n<p>Dampaknya tidak hanya dirasakan di Amerika Serikat, tetapi juga meluas ke kawasan Asia dan Eropa.\u00a0<\/p>\n<p>Sejumlah negara bahkan mulai menerapkan langkah antisipatif, seperti kebijakan kerja dari rumah (work from home) dan mendorong penggunaan transportasi publik untuk menekan konsumsi energi. (I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/875278\/dampak-perang-iran-harga-bbm-as-melonjak-biaya-hidup-melambung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga AS.(Al Jazeera) LONJAKAN harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) memicu kemarahan publik, menyusul dampak perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang terus meluas. Laporan AFP pada Selasa (31\/3) menyebutkan bahwa harga bensin di berbagai wilayah AS meningkat hingga 35%, bahkan melampaui ambang US$4 atau sekitar Rp68 ribu per galon yang sebelumnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22213,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-22212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22212"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22212\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22213"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}