{"id":22176,"date":"2026-04-01T03:44:56","date_gmt":"2026-04-01T03:44:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/01\/kpk-kembangkan-penyidikan-korupsi-kuota-haji-klaster-baru-segera-diumumkan\/"},"modified":"2026-04-01T03:44:56","modified_gmt":"2026-04-01T03:44:56","slug":"kpk-kembangkan-penyidikan-korupsi-kuota-haji-klaster-baru-segera-diumumkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/01\/kpk-kembangkan-penyidikan-korupsi-kuota-haji-klaster-baru-segera-diumumkan\/","title":{"rendered":"KPK Kembangkan Penyidikan Korupsi Kuota Haji, Klaster Baru Segera Diumumkan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/01\/1775014845_96d6bd29397a5d9d0a77.jpg\" alt=\"KPK Kembangkan Penyidikan Korupsi Kuota Haji, Klaster Baru Segera Diumumkan\"\/><figcaption>Gedung KPK di Jakarta .(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KOMISI Pemberantasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/korupsi\" title=\"Korupsi\">Korupsi<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kpk\" title=\"KPK\">KPK<\/a>) memastikan penyidikan dugaan korupsi penyelenggaraan dan pembagian <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kuota-haji\" title=\"Kuota Haji\">kuota haji<\/a> di Kementerian Agama (Kemenag) terus bergulir. Lembaga antirasuah tersebut kini mulai membidik klaster-klaster baru di luar empat tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cKarena kalau kita kembali melihat ya, konstruksi perkaranya, ini masih akan terus berkembang,\u201d ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1\/4).<\/p>\n<p><strong>Penelusuran Peran Vital dan Aliran Dana<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nMeski belum merinci detail rencana pengembangan penyidikan, Budi mengungkapkan bahwa tim penyidik telah memetakan adanya keterlibatan pihak-pihak lain dalam skandal ini.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/862182\/kpk-perpanjang-pencegahan-yaqut-cholil-qoumas-ke-luar-negeri-hingga-agustus-2026\" title=\"KPK Perpanjang Pencegahan Yaqut Cholil Qoumas ke Luar Negeri hingga Agustus 2026\" target=\"_blank\">KPK Perpanjang Pencegahan Yaqut Cholil Qoumas ke Luar Negeri hingga Agustus 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Fokus utama penyidik saat ini adalah mendalami peran pejabat, pihak swasta, hingga asosiasi travel haji. \u201cMasih ada klaster-klaster lain yang akan didalami, akan ditelusuri oleh penyidik,\u201d kata Budi.<\/p>\n<p>Penyidik juga tengah melacak aliran dana untuk membedah bagaimana proses lobi-lobi pembagian kuota terjadi, baik sebelum maupun sesudah kebijakan diskresi dikeluarkan.<\/p>\n<p>\u201cSeperti apa peran-peran vital yang dilakukan dalam proses awal pra-diskresi pembagian kuota haji tambahan, ataupun pasca-diskresi,\u201d ucap Budi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/799208\/kasus-dugaan-korupsi-kuota-haji-segera-naik-penyidikan-\" title=\"Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Segera Naik Penyidikan \" target=\"_blank\">Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Segera Naik Penyidikan <\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Konstruksi Perkara dan Pelanggaran Aturan<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nKasus ini berakar dari dugaan manipulasi pembagian kuota haji tambahan sebanyak 20 ribu kursi yang diberikan kepada Indonesia. Sesuai regulasi, kuota tambahan tersebut seharusnya dialokasikan dengan proporsi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 92 Persen: Untuk Haji Reguler (guna memangkas antrean panjang).<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 8 Persen: Untuk Haji Khusus.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Namun, dalam praktiknya, para tersangka diduga membagi kuota tersebut secara sepihak dengan komposisi 50:50. Ketimpangan ini diduga kuat menjadi celah terjadinya praktik transaksional.<\/p>\n<p><strong>Daftar Tersangka Saat Ini:<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nHingga saat ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka utama, yakni:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/yaqut-cholil-qoumas\" title=\"Yaqut Cholil Qoumas\">Yaqut Cholil Qoumas<\/a> (YCQ) \u2013 Eks Menteri Agama.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 Isfan Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex \u2013 Eks Staf Khusus Menteri Agama.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 Ismail Adham (ISM) \u2013 Direktur Operasional Perusahaan Travel Haji dan Umrah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 Asrul Azis Taba (ASR) \u2013 Ketua Umum Kesthuri.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Dalam proses pengumpulan alat bukti, KPK telah memeriksa sejumlah pejabat teras Kemenag serta pihak swasta dari penyedia jasa travel, termasuk di antaranya Ustaz Khalid Basalamah yang dimintai keterangan sebagai saksi. (Can\/P-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/875252\/kpk-kembangkan-penyidikan-korupsi-kuota-haji-klaster-baru-segera-diumumkan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gedung KPK di Jakarta .(Antara) KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyidikan dugaan korupsi penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag) terus bergulir. Lembaga antirasuah tersebut kini mulai membidik klaster-klaster baru di luar empat tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya. \u201cKarena kalau kita kembali melihat ya, konstruksi perkaranya, ini masih akan terus berkembang,\u201d ujar Juru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22177,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-22176","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22176"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22176\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}