{"id":22144,"date":"2026-04-01T00:39:18","date_gmt":"2026-04-01T00:39:18","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/01\/jangan-langsung-tancap-gas-ini-tips-perawatan-kendaraan-pascamudik\/"},"modified":"2026-04-01T00:39:18","modified_gmt":"2026-04-01T00:39:18","slug":"jangan-langsung-tancap-gas-ini-tips-perawatan-kendaraan-pascamudik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/04\/01\/jangan-langsung-tancap-gas-ini-tips-perawatan-kendaraan-pascamudik\/","title":{"rendered":"Jangan Langsung Tancap Gas, Ini Tips Perawatan Kendaraan Pascamudik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/04\/01\/1775003894_6cf0f0e97fcf1a4260c1.jpg\" alt=\"Jangan Langsung Tancap Gas, Ini Tips Perawatan Kendaraan Pascamudik\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PEMILIK <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kendaraan\" title=\"kendaraan\">kendaraan<\/a> diingatkan untuk tidak langsung menggunakan mobil atau sepeda motor secara normal setelah menempuh perjalanan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mudik\" title=\"mudik\">mudik<\/a> jarak jauh. Pemeriksaan awal sangat krusial guna memastikan keamanan sebelum kendaraan kembali digunakan untuk aktivitas harian.<\/p>\n<p>Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa perjalanan di atas 500 kilometer memberikan beban kerja ekstra pada kendaraan.\u00a0<\/p>\n<p>Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/otomotif\/874596\/usai-mudik-jarak-jauh-jangan-lupa-cek-kondisi-kendaraan\" title=\"Usai Mudik Jarak Jauh, Jangan Lupa Cek Kondisi Kendaraan\" target=\"_blank\">Usai Mudik Jarak Jauh, Jangan Lupa Cek Kondisi Kendaraan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cBoleh langsung dipakai, asalkan kendaraan tidak menunjukkan gejala aneh dan dilakukan pengecekan cepat terlebih dahulu,\u201d ujar Yannes, dikutip Rabu (1\/4).<\/p>\n<h2><strong>Ritual Cek 10 Menit<\/strong><\/h2>\n<p>Sebelum kembali bekerja, pemilik kendaraan disarankan meluangkan waktu sekitar 10 menit untuk melakukan pemeriksaan mandiri yang meliputi:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Kebocoran Cairan: Memastikan tidak ada tetesan oli atau cairan lain di area parkir.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kondisi Ban: Mengecek tekanan ban saat dingin serta memeriksa adanya paku, benjolan, atau retakan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sistem Rem: Menguji rem secara perlahan untuk memastikan tidak terasa &#8220;ngempos&#8221; atau bergetar.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Fungsi Pendukung: Memastikan lampu-lampu dan wiper\u00a0berfungsi normal.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>\u201cJika semuanya normal, kendaraan bisa digunakan terlebih dahulu untuk perjalanan pendek selama satu hingga dua hari sambil memantau suara dan getaran. Jika muncul gejala yang tidak biasa, sebaiknya jangan dipaksakan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/872647\/tips-mudik-aman-dan-sehat-untuk-anak-dari-ketua-umum-idai\" title=\"Tips Mudik Aman dan Sehat untuk Anak dari Ketua Umum IDAI\" target=\"_blank\">Tips Mudik Aman dan Sehat untuk Anak dari Ketua Umum IDAI<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Perhatian Khusus untuk Sepeda Motor<\/strong><\/h2>\n<p>Bagi pemudik motor, Yannes menekankan pengecekan pada sistem penggerak. Untuk motor bebek atau sport, periksalah rantai dan sprocket, sementara untuk motor matik, perhatikan kondisi komponen CVT.<\/p>\n<p><strong>Indikasi motor harus segera dibawa ke bengkel meliputi:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Rem berbunyi gesek tajam atau terasa blong.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Setang tidak stabil atau muncul getaran berlebih pada kecepatan menengah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mesin cepat panas atau mengeluarkan suara kasar.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Oli berkurang drastis atau gejala CVT selip.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2><strong>Kapan Harus Servis Besar?<\/strong><\/h2>\n<p>Servis besar menjadi wajib jika kendaraan mengalami penggunaan ekstrem, seperti melintasi jalan rusak dengan beban berat dalam waktu lama.\u00a0<\/p>\n<p>Tanda-tandanya pada mobil meliputi setir bergetar, bunyi di bagian kolong (kaki-kaki), hingga transmisi yang terasa menghentak. Sedangkan pada motor, waspadai keausan ban yang tidak merata atau kebocoran pada shockbreaker.<\/p>\n<p>Khusus untuk kendaraan berusia di atas lima tahun atau yang belum sempat diservis sebelum mudik, Yannes menyarankan untuk segera melakukan perawatan menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cServis besar pascamudik biasanya lebih aman dan ekonomis dibanding menunggu kerusakan yang lebih parah,\u201d pungkas Yannes. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/otomotif\/875214\/jangan-langsung-tancap-gas-ini-tips-perawatan-kendaraan-pascamudik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) PEMILIK kendaraan diingatkan untuk tidak langsung menggunakan mobil atau sepeda motor secara normal setelah menempuh perjalanan mudik jarak jauh. Pemeriksaan awal sangat krusial guna memastikan keamanan sebelum kendaraan kembali digunakan untuk aktivitas harian. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa perjalanan di atas 500 kilometer memberikan beban kerja ekstra [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22145,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-22144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22144"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22144\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}