{"id":21810,"date":"2026-03-31T00:24:24","date_gmt":"2026-03-31T00:24:24","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/31\/orangtua-harus-jadi-cermin-dalam-batasi-penggunaan-gawai-anak\/"},"modified":"2026-03-31T00:24:24","modified_gmt":"2026-03-31T00:24:24","slug":"orangtua-harus-jadi-cermin-dalam-batasi-penggunaan-gawai-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/31\/orangtua-harus-jadi-cermin-dalam-batasi-penggunaan-gawai-anak\/","title":{"rendered":"Orangtua Harus Jadi Cermin dalam Batasi Penggunaan Gawai Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/31\/1774916334_78365b453b36a9bc3cd9.jpg\" alt=\"Orangtua Harus Jadi Cermin dalam Batasi Penggunaan Gawai Anak\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PAKAR psikologi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anak\" title=\"anak\">anak<\/a>, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., menekankan bahwa peran aktif <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/orangtua\" title=\"orangtua\">orangtua<\/a> adalah kunci keberhasilan dalam membatasi akses anak terhadap perangkat digital.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, aturan pembatasan tidak akan berjalan efektif jika orangtua tidak memberikan contoh nyata di rumah.<\/p>\n<h2><strong>Pentingnya Keteladanan<\/strong><\/h2>\n<p>Prof. Rose Mini menjelaskan bahwa anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari. Konflik pesan akan terjadi jika orang tua melarang anak bermain ponsel, namun mereka sendiri tidak bisa lepas dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gawai\" title=\"gawai\">gawai<\/a>.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874527\/cegah-anak-tantrum-akibat-gawai-aktivitas-fisik-dan-keteladanan-orangtua-jadi-kunci\" title=\"Cegah Anak Tantrum Akibat Gawai, Aktivitas Fisik dan Keteladanan Orangtua Jadi Kunci\" target=\"_blank\">Cegah Anak Tantrum Akibat Gawai, Aktivitas Fisik dan Keteladanan Orangtua Jadi Kunci<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Orangtua adalah contoh bagi anak. Jangan minta anak tidak banyak menggunakan gadget kalau orangtuanya sendiri tidak bisa lepas dari handphone,&#8221; ujarnya, dikutip Selasa (31\/3).<\/p>\n<h2><strong>Dampak Pengabaian Interaksi<\/strong><\/h2>\n<p>Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa penggunaan ponsel yang berlebihan oleh orangtua saat berada di rumah dapat menutup ruang komunikasi dengan anak.\u00a0<\/p>\n<p>Kondisi ini membuat anak merasa tidak memiliki akses untuk berinteraksi, yang akhirnya mendorong mereka kembali pelarian ke dunia digital.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874517\/pendekatan-inspiratif-jadi-kunci-alihkan-ketergantungan-gawai-pada-anak\" title=\"Pendekatan Inspiratif Jadi Kunci Alihkan Ketergantungan Gawai pada Anak\" target=\"_blank\">Pendekatan Inspiratif Jadi Kunci Alihkan Ketergantungan Gawai pada Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Ketika orangtua di rumah tapi waktunya diambil oleh *handphone*, kapan waktu untuk anak?&#8221; tuturnya.<\/p>\n<h2><strong>Strategi Pendampingan dan Alternatif Kegiatan<\/strong><\/h2>\n<p>Agar pembatasan akses digital tidak memicu perlawanan atau kebingungan pada anak, Prof. Rose Mini menyarankan orang tua untuk lebih kreatif dalam menghadirkan alternatif kegiatan. Tanpa adanya aktivitas pengganti, anak akan sulit menyesuaikan diri.<\/p>\n<p>Beberapa langkah yang disarankan antara lain:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Mengontrol diri: <\/strong>Orangtua harus disiplin membatasi penggunaan gawai pribadi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Aktivitas Bersama: <\/strong>Mengajak anak berolahraga atau mengerjakan proyek sederhana bersama.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Membangun Komunikasi:<\/strong> Menjadikan momen bebas gawai sebagai sarana mempererat hubungan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2><strong>Konsistensi adalah Kunci<\/strong><\/h2>\n<p>Meskipun regulasi atau aturan pembatasan platform digital tersedia untuk membantu, tanggung jawab utama dalam membimbing anak tetap berada di tangan orangtua. Peran aktif ini sangat krusial untuk mencegah dampak buruk gawai terhadap kesehatan fisik dan mental anak.<\/p>\n<p>&#8220;Regulasi itu membantu orangtua. Tapi yang membimbing tetap orang tua. Mereka harus kreatif dan konsisten,&#8221; pungkasnya. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874823\/orangtua-harus-jadi-cermin-dalam-batasi-penggunaan-gawai-anak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) PAKAR psikologi anak, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., menekankan bahwa peran aktif orangtua adalah kunci keberhasilan dalam membatasi akses anak terhadap perangkat digital.\u00a0 Menurutnya, aturan pembatasan tidak akan berjalan efektif jika orangtua tidak memberikan contoh nyata di rumah. Pentingnya Keteladanan Prof. Rose Mini menjelaskan bahwa anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21811,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-21810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21810"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21810\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}