{"id":21679,"date":"2026-03-30T16:02:49","date_gmt":"2026-03-30T16:02:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/30\/14-tips-mengatasi-hipotermia-saat-mendaki-gunung\/"},"modified":"2026-03-30T16:02:49","modified_gmt":"2026-03-30T16:02:49","slug":"14-tips-mengatasi-hipotermia-saat-mendaki-gunung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/30\/14-tips-mengatasi-hipotermia-saat-mendaki-gunung\/","title":{"rendered":"14 Tips Mengatasi Hipotermia saat Mendaki Gunung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/30\/1774886186_f95902d8d7c05baad0b7.jpg\" alt=\"14 Tips Mengatasi Hipotermia saat Mendaki Gunung\"\/><figcaption>Berikut Tips Mengatasi Hipotermia saat Mendaki Gunung(freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hipotermia\" title=\"hipotermia\">HIPOTERMIA<\/a> adalah kondisi medis di mana suhu tubuh turun di bawah normal atau kurang dari 35 derajat celcius sehingga organ tubuh tidak berfungsi dengan baik.<\/p>\n<p>Tubuh manusia normalnya memiliki suhu sekitar 36 sampai 37 derajat celcius. Jika suhu inti tubuh turun terlalu rendah maka detak jantung melambat, pernapasan terganggu, fungsi otak menurun, bahkan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.<\/p>\n<h3><strong>1. Kenali Gejala Hipotermia<\/strong><\/h3>\n<p>Menggigil hebat, kulit pucat dan dingin, bingung atau disorientasi, lelah ekstrem.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/850989\/tanda-tanda-hipotermia-saat-medaki-gunung\" title=\"Tanda-Tanda Hipotermia saat Medaki Gunung\" target=\"_blank\">Tanda-Tanda Hipotermia saat Medaki Gunung<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Pakai Pakaian Berlapis<\/strong><\/h3>\n<p>Gunakan lapisan pakaian seperti base layer, insulation layer atau shell layer.<\/p>\n<h3><strong>3. Pilih Bahan Pakaian yang Tepat<\/strong><\/h3>\n<p>Wol, fleece, atau sintetis. Hindari katun karena menyerap air dan membuat dingin.<\/p>\n<h3><strong>4. Lindungi Kepala dan Leher<\/strong><\/h3>\n<p>Pakai topi, balaclava, atau scarf, tubuh kehilangan banyak panas lewat kepala.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/843296\/tim-sar-evakuasi-pendaki-alami-hipotermia-di-gunung-agung-bali\" title=\"Tim SAR Evakuasi Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Agung Bali\" target=\"_blank\">Tim SAR Evakuasi Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Agung Bali<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Gunakan Sarung Tangan dan Kaos Kaki Hangat<\/strong><\/h3>\n<p>Pastikan tangan dan kaki tetap kering, lapisi kaos kaki jika perlu.<\/p>\n<h3><strong>6. Tetap Kering<\/strong><\/h3>\n<p>Hindari pakaian basah, gunakan jas hujan atau ponco saat hujan.<\/p>\n<h3><strong>7. Konsumsi Makanan Tinggi Kalori<\/strong><\/h3>\n<p>Cemilan berenergi seperti kacang, cokelat, atau energy bar membantu tubuh menghasilkan panas.<\/p>\n<h3><strong>8. Minum Air Hangat<\/strong><\/h3>\n<p>Hindari minuman dingin, air hangat membantu menjaga suhu inti tubuh.<\/p>\n<h3><strong>9. Hindari Alkohol dan Kafein Berlebihan<\/strong><\/h3>\n<p>Alkohol menurunkan suhu tubuh, kafein bisa meningkatkan kehilangan cairan.<\/p>\n<h3><strong>10. Bergerak Secara Teratur<\/strong><\/h3>\n<p>Jalan kaki ringan atau gerakan tangan atau kaki membantu sirkulasi darah dan produksi panas.<\/p>\n<h3><strong>11. Istirahat di Tempat yang Aman<\/strong><\/h3>\n<p>Hindari angin kencang saat istirahat, gunakan tenda atau tempat terlindung.<\/p>\n<h3><strong>12. Gunakan Sleeping Bag atau Selimut Darurat<\/strong><\/h3>\n<p>Saat kondisi hipotermia, balut tubuh dengan sleeping bag hangat atau selimut emergency.<\/p>\n<h3><strong>13. Evakuasi jika Gejala Berat<\/strong><\/h3>\n<p>Jika menggigil tidak berhenti, kesadaran menurun, segera minta pertolongan. Gunakan radio, HP, atau peluit untuk meminta bantuan.<\/p>\n<h3><strong>14. Rencanakan Pendakian dengan Baik<\/strong><\/h3>\n<p>Periksa cuaca sebelum berangkat, bawa perlengkapan hangat dan cadangan pakaian. Informasikan rute dan waktu ke pihak keluarga atau tim rescue.<\/p>\n<p>Hipotermia saat mendaki gunung sangat berbahaya, tapi bisa dicegah dengan pakaian tepat, menjaga tubuh tetap hangat, bergerak, dan persiapan matang sebelum pendakian. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>alodokter, halodoc<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874789\/14-tips-mengatasi-hipotermia-saat-mendaki-gunung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Tips Mengatasi Hipotermia saat Mendaki Gunung(freepik) HIPOTERMIA adalah kondisi medis di mana suhu tubuh turun di bawah normal atau kurang dari 35 derajat celcius sehingga organ tubuh tidak berfungsi dengan baik. Tubuh manusia normalnya memiliki suhu sekitar 36 sampai 37 derajat celcius. Jika suhu inti tubuh turun terlalu rendah maka detak jantung melambat, pernapasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21680,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-21679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21679"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21679\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}