{"id":21312,"date":"2026-03-29T23:10:58","date_gmt":"2026-03-29T23:10:58","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/29\/strategi-smart-tips-psikolog-ui-atur-medsos-anak-tanpa-picu-konflik\/"},"modified":"2026-03-29T23:10:58","modified_gmt":"2026-03-29T23:10:58","slug":"strategi-smart-tips-psikolog-ui-atur-medsos-anak-tanpa-picu-konflik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/29\/strategi-smart-tips-psikolog-ui-atur-medsos-anak-tanpa-picu-konflik\/","title":{"rendered":"Strategi SMART Tips Psikolog UI Atur Medsos Anak Tanpa Picu Konflik"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/30\/1774824336_248e8e188324433d319c.jpg\" alt=\"Strategi SMART: Tips Psikolog UI Atur Medsos Anak Tanpa Picu Konflik\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MEMBATASI penggunaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/media-sosial\" title=\"media sosial\">media sosial<\/a> pada anak sering kali menjadi pemicu konflik di rumah. Psikolog Klinis Dewasa lulusan Universitas Indonesia, Teresa Indira Andani, M.Psi., Psikolog, menyarankan orangtua untuk menerapkan prinsip <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/smart\" title=\"smart\">SMART<\/a> guna menciptakan aturan yang efektif dan minim penolakan.<\/p>\n<p>Menurut Teresa, pendekatan yang terlalu keras atau sepihak justru berisiko membuat anak memberontak.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cAnak sekarang sangat sensitif terhadap kontrol yang terasa sepihak. Kalau hanya dilarang tanpa diajak bicara, mereka cenderung melawan atau melakukannya diam-diam,\u201d ujar Teresa, dikutip Senin (30\/3).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/806282\/yuk-jaga-kesehatan-mental-dengan-cara-hindari-kabar-tak-berfaedah\" title=\"Yuk Jaga Kesehatan Mental dengan Cara Hindari Kabar tak Berfaedah\" target=\"_blank\">Yuk Jaga Kesehatan Mental dengan Cara Hindari Kabar tak Berfaedah<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Mengenal Prinsip SMART dalam Pengasuhan Digital<\/strong><\/h2>\n<p>Teresa merinci akronim SMART sebagai panduan praktis bagi orangtua:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>S (Sepakati aturan bersama):<\/strong> Melibatkan anak dalam menentukan batas waktu dan jenis konten. \u201cKetika anak ikut menentukan, mereka merasa dihargai. Rasa memiliki itu membuat mereka lebih bertanggung jawab,\u201d jelasnya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>M (Model dari orangtua):<\/strong> Keteladanan adalah fondasi utama. Teresa menegaskan tidak realistis meminta anak berhenti scrolling jika orangtua sendiri tidak lepas dari ponsel di rumah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>A (Ajarkan literasi digital):<\/strong> Orangtua perlu mengedukasi anak mengenai risiko perundungan siber, hoaks, hingga cara kerja algoritma. Anak perlu memahami alasan di balik sebuah aturan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>R (Rutinitas tanpa gadget):<\/strong> Menetapkan waktu khusus bebas gawai, seperti saat makan bersama atau satu jam sebelum tidur.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>T (Tetap terbuka untuk ngobrol):<\/strong> Membangun komunikasi hangat agar anak nyaman bercerita tentang pengalaman digitalnya.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2><strong>Pentingnya Keteladanan dan Alternatif Aktivitas<\/strong><\/h2>\n<p>Senada dengan Teresa, Guru Besar Fakultas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/psikologi\" title=\"psikologi\">Psikologi<\/a> UI, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog, turut menekankan pentingnya peran orangtua sebagai role model.<\/p>\n<p>\u201cOrangtua adalah contoh bagi anak. Jangan minta anak tidak banyak menggunakan gadget kalau orang tuanya sendiri tidak bisa lepas dari handphone,\u201d tegas Prof. Rose Mini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874492\/pakar-ui-pp-tunas-krusial-lindungi-tumbuh-kembang-anak-di-era-digital\" title=\"Pakar UI: PP TUNAS Krusial Lindungi Tumbuh Kembang Anak di Era Digital\" target=\"_blank\">Pakar UI: PP TUNAS Krusial Lindungi Tumbuh Kembang Anak di Era Digital<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa pembatasan gawai tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan alternatif kegiatan yang menarik.\u00a0<\/p>\n<p>Jika penggunaan media sosial dikurangi, orangtua harus kreatif menciptakan program atau aktivitas lain di rumah yang mampu menyaingi daya tarik konten digital.<\/p>\n<p>Kesimpulannya, pengaturan media sosial pada anak akan jauh lebih berhasil jika dibangun melalui komunikasi dua arah, keteladanan nyata, dan keterlibatan aktif orang tua dalam keseharian anak. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874495\/strategi-smart-tips-psikolog-ui-atur-medsos-anak-tanpa-picu-konflik\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) MEMBATASI penggunaan media sosial pada anak sering kali menjadi pemicu konflik di rumah. Psikolog Klinis Dewasa lulusan Universitas Indonesia, Teresa Indira Andani, M.Psi., Psikolog, menyarankan orangtua untuk menerapkan prinsip SMART guna menciptakan aturan yang efektif dan minim penolakan. Menurut Teresa, pendekatan yang terlalu keras atau sepihak justru berisiko membuat anak memberontak.\u00a0 \u201cAnak sekarang sangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21313,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-21312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21312"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21312\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}