{"id":20955,"date":"2026-03-28T03:57:04","date_gmt":"2026-03-28T03:57:04","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/28\/jadi-kandidat-top-csr-awards-2026-ini-program-csr-unggulan-ybm-brilian\/"},"modified":"2026-03-28T03:57:04","modified_gmt":"2026-03-28T03:57:04","slug":"jadi-kandidat-top-csr-awards-2026-ini-program-csr-unggulan-ybm-brilian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/28\/jadi-kandidat-top-csr-awards-2026-ini-program-csr-unggulan-ybm-brilian\/","title":{"rendered":"Jadi Kandidat TOP CSR Awards 2026, Ini Program CSR Unggulan YBM BRILiaN"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><strong>Jakarta, FaktaBerita \u2014<\/strong> Untuk kali pertama YBM BRILiaN menjadi finalis ajang penghargaan bergengsi TOP CSR Awards yang diselenggarakan Majalah FaktaBerita. Seiring dengan itu, untuk keperluan penilaian, YBM BRILiaN mengikuti sesi penjurian yang digelar secara daring, Jumat (27\/3\/2026).<\/p>\n<p>YBM BRILiaN diketahui menghadirkan pendekatan berbeda dalam program CSR-nya melalui inisiatif pemberdayaan keluarga (<em>Family Strengthening<\/em>) yang dirancang secara komprehensif dan berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu <em>flagship<\/em> yang diharapkan mampu menjawab persoalan kemiskinan dari hulu ke hilir.<\/p>\n<p>Manager of Corporate Governance YBM BRILiaN, Irfanul Arifin, menyebut bahwa program ini lahir dari realitas sosial yang masih menunjukkan tingginya angka kemiskinan dan berbagai persoalan turunan lainnya di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKami coba ingin menawarkan satu program yang ini mungkin salah satu menjadi program flagship kami di YBM BRILiaN tentang program pemberdayaan keluarga,\u201d ujar di hadapan dewan juri TOP CSR Awards 2026 di antaranya Kusuma Prabandari (Dwika Consulting), Ben De Haan (MSI), Febrizal Efendi (Aspiluki), dan AJ Boesra (Kepak Sayapku).<\/p>\n<p><strong>Latar Belakang<\/strong><\/p>\n<p>YBM BRILiaN melihat bahwa persoalan kemiskinan di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data dari BPS (Maret 2025), terdapat sekitar 23,8 juta masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Angka ini bahkan berpotensi lebih tinggi jika menggunakan standar lain seperti nisab zakat atau indikator kebutuhan hidup layak.<\/p>\n<p>Tak hanya kemiskinan, berbagai persoalan sosial lain juga menjadi perhatian, mulai dari angka putus sekolah, masalah gizi dan stunting, hingga kesenjangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja yang terserap.<\/p>\n<p>\u201cMasih banyak masyarakat kita yang mungkin masih di bawah garis kemiskinan\u2026 sekitar 23,8 juta. Tapi kalau kita naikkan standarnya\u2026 maka mungkin angkanya lebih banyak lagi,\u201d kata Irfanul.<\/p>\n<p>Irfanul Arifin juga menyoroti kompleksitas persoalan ketenagakerjaan. \u201cAda 19 juta lowongan pekerjaan, tapi masih ada 7,46 juta yang belum mendapatkan pekerjaan. Tantangannya tidak semudah itu melihat fakta di lapangan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam konteks tersebut, lembaga zakat dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), seperti pengentasan kemiskinan dan kelaparan.<\/p>\n<p>Sebagai lembaga filantropi, YBM BRILiaN menempatkan diri tidak hanya sebagai penyalur bantuan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cPeran lembaga filantropi itu dia punya dana, dia menghimpun, mengelola, dan menyalurkan. Fokusnya kepada isu-isu sosial,\u201d ujar Irfanul.<\/p>\n<p>Menurutnya, pendekatan program tidak bisa lagi bersifat jangka pendek semata. Dibutuhkan keseimbangan antara penanganan kebutuhan mendesak dan pembangunan jangka panjang.<\/p>\n<p>\u201cHarus menjawab kebutuhan hari ini dan bagaimana program bisa sustain di masa depan, tidak sekadar charity, dikasih terus kemudian habis,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan nasional serta strategi induk perusahaan, termasuk integrasi dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).<\/p>\n<p><strong>Usung 5 Pilar<\/strong><\/p>\n<p>Dalam menjalankan programnya, YBM BRILiaN mengusung lima pilar utama yang menjadi fondasi seluruh kegiatan CSR.<\/p>\n<p>\u201cKami berangkat dari lima pilar: Pendidikan, Sosial Kemanusiaan, Ekonomi, Dakwah, dan Kesehatan,\u201d ungkap Irfanul.<\/p>\n<p>Kelima pilar ini dirancang untuk saling terintegrasi, sehingga setiap intervensi program tidak berdiri sendiri, melainkan saling mendukung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Pendekatan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan lokal melalui proses asesmen yang mendalam.<\/p>\n<p>\u201cSemua balik lagi kepada apa yang menjadi kebutuhan di lapangan\u2026 kami akan tetap lakukan asesmen dan modifikasi sesuai kebutuhan lokal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p><strong>Program CSR Unggulan<\/strong><\/p>\n<p>Program CSR unggulan Family Strengthening menjadi diferensiasi utama YBM BRILiaN. Program ini menyasar unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga, sebagai kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan.<\/p>\n<p>\u201cKami mulai masuk ke isu keluarga, karena isu ini sangat sensitif, tapi akan berdampak besar ketika programnya komprehensif,\u201d kata Irfanul.<\/p>\n<p>Program ini dirancang menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga keharmonisan rumah tangga.<\/p>\n<p>\u201cKami coba masuk secara komprehensif melalui aspek spiritual, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pendekatan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa banyak persoalan sosial berakar dari kondisi keluarga.<\/p>\n<p>\u201cMasalah ekonomi, sosial, pendidikan anak, itu dari keluarga semuanya. Ketika keluarga baik, insya Allah ke bawahnya juga baik,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Program Family Strengthening tidak hanya fokus pada satu fase kehidupan, melainkan mencakup siklus hidup keluarga secara utuh.<\/p>\n<p>Intervensi dimulai dari fase pra-nikah, kehamilan, kelahiran, hingga pendidikan anak dan penguatan ekonomi keluarga.<\/p>\n<p>\u201cPembinaan keluarga ini mulai dari pra-nikah, pernikahan, prenatal saat kehamilan, hingga setelah melahirkan,\u201d jelas Irfanul.<\/p>\n<p>Dalam aspek kesehatan, program ini juga berkontribusi dalam pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak. \u201cKami memberikan makanan tambahan, karena fokusnya penjagaan di stunting,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara di bidang pendidikan, YBM BRILiaN menyediakan beasiswa serta menghadirkan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri sebagai mentor dan motivator.<\/p>\n<p>\u201cMereka didatangkan untuk memberikan pembelajaran dan motivasi, mereka juga bisa kuliah di tempat-tempat yang bagus,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan sekadar memberikan bantuan finansial. \u201cSemua intervensi mengarah kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia,\u201d tegas Irfanul.<\/p>\n<p>Pendekatan ini dilakukan untuk memutus siklus kemiskinan yang selama ini terus berulang antar generasi. \u201cKetika pendidikan rendah, penghasilan rendah, akan kembali lagi ke siklus kemiskinan. Bagaimana kita bisa memutus itu? Harus masuk ke seluruh lini,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan ini, YBM BRILiaN menargetkan para penerima manfaat (mustahik) dapat bertransformasi menjadi individu yang mandiri, bahkan menjadi pemberi zakat (muzaki) di masa depan.<\/p>\n<p>Program Family Strengthening disebut telah menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia. Hingga saat ini, program tersebut telah mencakup sekitar 6.700 penerima manfaat dalam 1.600 kelompok.<\/p>\n<p>Selain itu, berbagai penghargaan juga berhasil diraih sebagai bentuk pengakuan atas dampak program yang dihasilkan.<\/p>\n<p>\u201cKami mendapatkan penghargaan Platinum untuk Program Family Strengthening di ASEAN Impact Award,\u201d ungkap Irfanul.<\/p>\n<p>Selain Family Strengthening, YBM BRILiaN juga memiliki sejumlah program CSR lain, di antaranya Bright Scholarship, Mustahik Income Generating Program (MIGP), dan Water Sanitation and Hygiene (WASH).<\/p>\n<p>Bright Scholarship, merupakan program beasiswa yang diperuntukkan bagi mahasiswa terpilih dari Perguruan Tinggi Negeri terbaik meliputi tuition fee, living allowance, dan dormitory.<\/p>\n<p>Mustahik Income Generating Program, yaitu Program pemberdayaan kepada mustahik perorangan atau kelompok dengan memberikan bantuan dalam bentuk usaha yang bersifat produktif yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mustahik.<\/p>\n<p>Adapun Water Sanitation and Hygiene adalah Program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas dengan intervensi penyediaan sarana-prasarana air bersih dan sanitasi yang memadai sebagai upaya menyelesaikan permasalahan air bersih sekaligus penyuluhan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan.<\/p>\n<p>Ke depan, YBM BRILiaN menargetkan program-programnya semakin selaras dengan target pembangunan global dan nasional, khususnya SDGs.<\/p>\n<p>\u201cMisi kami di 2030 ingin sejalan dengan mendukung peran pemerintah dalam mencapai target SDGs,\u201d kata Irfanul.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan yang terintegrasi, berbasis data, serta berorientasi jangka panjang, YBM BRILiaN optimistis dapat terus memperluas dampak sosial dan mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.topbusiness.id\/125796\/jadi-kandidat-top-csr-awards-2026-ini-program-csr-unggulan-ybm-brilian.html\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, FaktaBerita \u2014 Untuk kali pertama YBM BRILiaN menjadi finalis ajang penghargaan bergengsi TOP CSR Awards yang diselenggarakan Majalah FaktaBerita. Seiring dengan itu, untuk keperluan penilaian, YBM BRILiaN mengikuti sesi penjurian yang digelar secara daring, Jumat (27\/3\/2026). YBM BRILiaN diketahui menghadirkan pendekatan berbeda dalam program CSR-nya melalui inisiatif pemberdayaan keluarga (Family Strengthening) yang dirancang secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,5],"tags":[],"class_list":["post-20955","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-business","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20955"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20955\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}