{"id":20920,"date":"2026-03-28T01:31:32","date_gmt":"2026-03-28T01:31:32","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/28\/universitas-airlangga-modifikasi-pinostrobin-jadi-5-o-acetylpinostrobin-untuk-kemoterapi-kanker-payudara\/"},"modified":"2026-03-28T01:31:32","modified_gmt":"2026-03-28T01:31:32","slug":"universitas-airlangga-modifikasi-pinostrobin-jadi-5-o-acetylpinostrobin-untuk-kemoterapi-kanker-payudara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/28\/universitas-airlangga-modifikasi-pinostrobin-jadi-5-o-acetylpinostrobin-untuk-kemoterapi-kanker-payudara\/","title":{"rendered":"Universitas Airlangga Modifikasi Pinostrobin Jadi 5-O-Acetylpinostrobin untuk Kemoterapi Kanker Payudara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/28\/1774660951_2d846a35ae1e212f83f9.jpg\" alt=\"Universitas Airlangga Modifikasi Pinostrobin Jadi 5-O-Acetylpinostrobin untuk Kemoterapi Kanker Payudara\"\/><figcaption>Ilustrasi(freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kanker-payudara\" title=\"kanker payudara\">KANKER payudara<\/a> tetap menduduki peringkat teratas sebagai penyebab kematian terkait kanker pada perempuan di seluruh dunia. Meskipun kemajuan dalam dunia medis telah melahirkan berbagai agen kemoterapi seperti doxorubicin, penggunaannya masih sering terbentur oleh efek samping sistemik yang serius, termasuk risiko toksisitas pada jantung.\u00a0<\/p>\n<p>Realitas klinis ini mendorong para peneliti, salah satunya dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/universitas-airlangga\" title=\"Universitas Airlangga\">Universitas Airlangga<\/a> untuk terus mengeksplorasi molekul baru dari bahan alam yang tidak hanya efektif melumpuhkan sel kanker, tetapi juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi terhadap sel normal di dalam tubuh.<\/p>\n<p>Salah satu kandidat yang sangat potensial ialah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pinostrobin\" title=\"pinostrobin\">pinostrobin<\/a>, senyawa flavonoid yang diisolasi dari rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata). Meskipun pinostrobin telah diketahui memiliki aktivitas antikanker, efektivitasnya secara mandiri masih dianggap perlu ditingkatkan agar dapat bersaing dengan standar terapi modern.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/871974\/aktif-bergerak-dan-menjaga-berat-badan-bisa-kurangi-risiko-kematian-akibat-kanker-payudara\" title=\"Aktif Bergerak dan Menjaga Berat Badan Bisa Kurangi Risiko Kematian akibat Kanker Payudara\" target=\"_blank\">Aktif Bergerak dan Menjaga Berat Badan Bisa Kurangi Risiko Kematian akibat Kanker Payudara<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Melalui pendekatan sintesis kimia menggunakan reaksi Schotten-Baumann, tim peneliti Universitas Airlangga berhasil memodifikasi struktur pinostrobin menjadi 5-O-acetylpinostrobin. Modifikasi ini dilakukan dengan tujuan strategis yaitu meningkatkan bioavailabilitas, menurunkan toksisitas, serta meningkatkan selektivitas senyawa dalam membidik sel target.<\/p>\n<p>Efektivitas hasil modifikasi ini diuji secara in vitro menggunakan lini sel kanker payudara T47D. Hasilnya sangat signifikan, di mana 5-O-acetylpinostrobin menunjukkan kekuatan inhibisi pertumbuhan sel kanker yang jauh lebih kuat dibandingkan senyawa induknya, pinostrobin.\u00a0<\/p>\n<p>Dengan nilai IC50 sebesar 53 uM, senyawa derivat ini terbukti hampir tiga kali lipat lebih poten daripada pinostrobin.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/868734\/cesgs-universitas-airlangga-raih-pendanaan-pui-pt-2025-untuk-akselerasi-esg-di-indonesia\" title=\"CESGS Universitas Airlangga Raih Pendanaan PUI-PT 2025 untuk Akselerasi ESG di Indonesia\" target=\"_blank\">CESGS Universitas Airlangga Raih Pendanaan PUI-PT 2025 untuk Akselerasi ESG di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Aspek krusial lainnya ialah indeks selektivitas (SI). Penelitian ini menemukan 5-O-acetylpinostrobin memiliki SI sebesar 22, yang menunjukkan senyawa ini jauh lebih mematikan bagi sel kanker dibandingkan terhadap sel normal (Vero). \u00a0<\/p>\n<p>Tingginya nilai SI ini memberikan sinyal positif bahwa senyawa tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agen co-chemotherapeutic yang aman bagi pasien.<\/p>\n<p>Untuk memahami mekanisme di balik kekuatan terapeutik tersebut, dilakukan studi In silicomelalui metode molecular docking terhadap reseptor estrogen alfa (ER\u03b1).<\/p>\n<p>Simulasi ini menunjukkan bahwa 5-O-acetylpinostrobin memiliki afinitas pengikatan yang sangat baik (-7,98 kcal\/mol). Interaksi ini didominasi oleh ikatan hidrofobik yang meningkatkan stabilitas ikatan antara ligan dan reseptor, sehingga secara efektif menghambat jalur sinyal yang memicu proliferasi sel kanker.<\/p>\n<p>Temuan ini mempertegas bahwa modifikasi struktural yang tepat pada senyawa alam dapat membuka jalan bagi penemuan obat kanker yang lebih selektif. Langkah selanjutnya yang diperlukan adalah eksplorasi mendalam melalui studi in vivo dan analisis mekanisme molekuler yang lebih komprehensif untuk memastikan manfaat serta profil keamanannya sebelum \u00a0melangkah ke tahap aplikasi klinis. (Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/874096\/universitas-airlangga-modifikasi-pinostrobin-jadi-5-o-acetylpinostrobin-untuk-kemoterapi-kanker-payudara\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(freepik) KANKER payudara tetap menduduki peringkat teratas sebagai penyebab kematian terkait kanker pada perempuan di seluruh dunia. Meskipun kemajuan dalam dunia medis telah melahirkan berbagai agen kemoterapi seperti doxorubicin, penggunaannya masih sering terbentur oleh efek samping sistemik yang serius, termasuk risiko toksisitas pada jantung.\u00a0 Realitas klinis ini mendorong para peneliti, salah satunya dari Universitas Airlangga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20921,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-20920","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20920","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20920"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20920\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20920"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20920"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20920"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}