{"id":20114,"date":"2026-03-26T02:43:07","date_gmt":"2026-03-26T02:43:07","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/26\/kinerja-melejit-di-2025-pge-perkuat-posisi-panas-bumi-sebagai-tulang-punggung-transisi-energi\/"},"modified":"2026-03-26T02:43:07","modified_gmt":"2026-03-26T02:43:07","slug":"kinerja-melejit-di-2025-pge-perkuat-posisi-panas-bumi-sebagai-tulang-punggung-transisi-energi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/26\/kinerja-melejit-di-2025-pge-perkuat-posisi-panas-bumi-sebagai-tulang-punggung-transisi-energi\/","title":{"rendered":"Kinerja Melejit di 2025, PGE Perkuat Posisi Panas Bumi sebagai Tulang Punggung Transisi Energi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/26\/1774492712_7fb24f5fee12f34546cf.jpg\" alt=\"Kinerja Melejit di 2025, PGE Perkuat Posisi Panas Bumi sebagai Tulang Punggung Transisi Energi\"\/><figcaption>Ilustrasi&#8211;Sejumlah pekerja memeriksa instalasi saluran uap panas bumi (geothermal) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (23\/10\/2025).(ANTARA\/Anis Efizudin)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PT Pertamina <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/geothermal\" title=\"geothermal\">Geothermal<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/energi\" title=\"energi\">Energi<\/a> Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mencatatkan tren bisnis positif sepanjang 2025. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa energi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/panas-bumi\" title=\"Panas bumi\">panas bumi<\/a> Bulai bergeser dari sekadar energi alternatif menjadi tulang punggung transisi energi bersih di Indonesia.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar US$432,72 juta, naik dari tahun sebelumnya sebesar US$407,12 juta.\u00a0<\/p>\n<p>Tidak hanya dari sisi finansial, perusahaan juga mencetak rekor produksi listrik hijau tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) sebesar 5.095 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55% dibandingkan 2024.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/741969\/pltp-ijen-beroperasi-mampu-listriki-85-ribu-rumah-tangga\" title=\"PLTP Ijen Beroperasi, Mampu Listriki 85 Ribu Rumah Tangga\" target=\"_blank\">PLTP Ijen Beroperasi, Mampu Listriki 85 Ribu Rumah Tangga<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Momentum Pertumbuhan dan Kapasitas Terpasang<\/strong><\/h2>\n<p>Pengamat energi Hadi Ismoyo menilai pencapaian ini mencerminkan momentum penting bagi pengembangan panas bumi nasional. Saat ini, kapasitas terpasang PGE telah mencapai 727 megawatt (MW), naik signifikan dari sebelumnya 672 MW.<\/p>\n<p>\u201cPotensi panas bumi Indonesia sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Dari seluruh potensi yang tersedia, ruang pertumbuhan masih sangat luas,\u201d ujar Hadi, Selasa (17\/3).<\/p>\n<p>Hadi menekankan bahwa panas bumi memiliki keunggulan sebagai energi baseload yang stabil dibandingkan sumber terbarukan lain seperti surya atau angin. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan korporasi ini harus dibarengi dengan dukungan kebijakan yang kuat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/702015\/proyek-panas-bumi-mandek-jokowi-karena-perizinan-lambat\" title=\"Proyek Panas Bumi Mandek, Jokowi: karena Perizinan Lambat\" target=\"_blank\">Proyek Panas Bumi Mandek, Jokowi: karena Perizinan Lambat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cDalam konteks bauran energi nasional, kinerja seperti ini perlu mendapatkan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi, insentif, maupun kemudahan investasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h2><strong>Menopang Target Ekonomi dan Kelistrikan<\/strong><\/h2>\n<p>Sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, kapasitas pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) diproyeksikan tumbuh hingga 76% pada periode 2025\u20132034.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak, menyebut panas bumi sebagai game changer dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus menekan emisi karbon. Apalagi, pemerintah mencanangkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.<\/p>\n<p>\u201cKarena setiap satu persen pertumbuhan ekonomi ditopang 1,8 persen pertumbuhan ketenagalistrikan,\u201d jelas Ali.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, jika kinerja positif PGE terus dijaga, transisi energi Indonesia bisa berjalan lebih agresif mengingat Indonesia memiliki salah satu cadangan panas bumi terbesar di dunia.<\/p>\n<h2><strong>Tantangan dan Kolaborasi Jangka Panjang<\/strong><\/h2>\n<p>Meski prospeknya cerah, Ali mengingatkan adanya tantangan klasik di sektor ini, seperti tingginya biaya eksplorasi awal, risiko proyek, dan kebutuhan infrastruktur pendukung. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta adalah kunci untuk membuka potensi yang masih tersimpan.<\/p>\n<p>\u201cDengan potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya, panas bumi bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga strategi jangka panjang menuju kemandirian energi yang berkelanjutan,\u201d pungkasnya. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/873553\/kinerja-melejit-di-2025-pge-perkuat-posisi-panas-bumi-sebagai-tulang-punggung-transisi-energi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi&#8211;Sejumlah pekerja memeriksa instalasi saluran uap panas bumi (geothermal) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (23\/10\/2025).(ANTARA\/Anis Efizudin) PT Pertamina Geothermal Energi Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mencatatkan tren bisnis positif sepanjang 2025. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa energi panas bumi Bulai bergeser dari sekadar energi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-20114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20114"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20114\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}