{"id":20054,"date":"2026-03-25T23:05:13","date_gmt":"2026-03-25T23:05:13","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/tips-aman-konsumsi-masakan-santan-sisa-lebaran-ala-dietisien\/"},"modified":"2026-03-25T23:05:13","modified_gmt":"2026-03-25T23:05:13","slug":"tips-aman-konsumsi-masakan-santan-sisa-lebaran-ala-dietisien","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/tips-aman-konsumsi-masakan-santan-sisa-lebaran-ala-dietisien\/","title":{"rendered":"Tips Aman Konsumsi Masakan Santan Sisa Lebaran ala Dietisien"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/26\/1774479458_e26031ed78861d1210b7.jpg\" alt=\"Tips Aman Konsumsi Masakan Santan Sisa Lebaran ala Dietisien\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SAJIAN khas <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lebaran\" title=\"lebaran\">Lebaran<\/a> seperti opor ayam dan rendang memang menggugah selera, namun mengonsumsi sisanya di hari-hari berikutnya memerlukan perhatian khusus.\u00a0<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dietisien\" title=\"dietisien\">Dietisien<\/a> dari RS Dr. Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati S.Gz M.Kes, membagikan panduan agar sisa hidangan bersantan tetap aman bagi kesehatan.<\/p>\n<p>Menurut Yesi, masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/872792\/pakar-fkui-bagikan-tips-untuk-kendalikan-penyakit-autoimun\" title=\"Pakar FKUI Bagikan Tips untuk Kendalikan Penyakit Autoimun\" target=\"_blank\">Pakar FKUI Bagikan Tips untuk Kendalikan Penyakit Autoimun<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Teknik Pemanasan yang Tepat<\/strong><\/p>\n<p>Kunci utama dalam memanaskan makanan adalah memastikan suhu panas mencapai bagian terdalam, bukan hanya di permukaan.\u00a0<\/p>\n<p><strong>Berikut adalah panduan durasi dan suhu yang disarankan:<\/strong><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/871225\/tips-mudik-aman-dan-nyaman-bagi-penderita-gerd-di-masa-puasa\" title=\"Tips Mudik Aman dan Nyaman bagi Penderita GERD di Masa Puasa\" target=\"_blank\">Tips Mudik Aman dan Nyaman bagi Penderita GERD di Masa Puasa<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Minimal 70\u00b0C selama 2 menit.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>75\u00b0C selama 30 detik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>80\u00b0C selama 6 detik.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Untuk masakan berkuah, sebaiknya direbus kembali hingga mendidih. Sementara untuk masakan tanpa kuah, Anda bisa menggunakan metode tumis, kukus, atau memanfaatkan perangkat seperti oven, microwave, maupun air fryer.<\/p>\n<h2><strong>Risiko Pemanasan Berulang<\/strong><\/h2>\n<p>Meski bisa dipanaskan, Yesi memperingatkan agar tidak melakukannya berkali-kali. Pemanasan berulang tidak hanya merusak tekstur, rasa, dan gizi, tetapi juga memicu risiko kesehatan serius.<\/p>\n<p>&#8220;Makanan bersantan bila dihangatkan berkali-kali akan menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya terhadap kesehatan,&#8221; jelas Yesi.<\/p>\n<p>Selain itu, suhu yang tidak tepat saat pemanasan dapat memicu keracunan makanan. Bakteri diketahui berkembang sangat cepat pada rentang suhu 4 hingga 60 derajat Celsius.<\/p>\n<h2><strong>Peringatan Khusus Sayuran Hijau<\/strong><\/h2>\n<p>Yesi memberikan catatan khusus bagi masakan yang mengandung sayuran hijau. Jenis makanan ini sangat tidak disarankan untuk dipanaskan berulang kali.<\/p>\n<p>&#8220;Sayuran hijau mengandung nitrat, yang bila dipanaskan berulang akan menghasilkan zat karsinogenik, pemicu kanker,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<h2><strong>Manajemen Penyimpanan<\/strong><\/h2>\n<p>Agar sisa makanan tetap berkualitas, Yesi menyarankan untuk membagi makanan ke dalam **porsi kecil** dan menyimpannya di wadah tertutup rapat. Hal ini bertujuan agar makanan tidak cepat basi dan memudahkan saat ingin dipanaskan kembali sesuai kebutuhan porsi.<\/p>\n<p><strong>Durasi penyimpanan yang disarankan:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Chiller:<\/strong> 3\u20134 hari.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Freezer: <\/strong>3\u20134 bulan (meski tekstur dan rasa mungkin akan sedikit berubah karena kehilangan kelembapan). (Ant\/Z-1)<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/873528\/tips-aman-konsumsi-masakan-santan-sisa-lebaran-ala-dietisien\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) SAJIAN khas Lebaran seperti opor ayam dan rendang memang menggugah selera, namun mengonsumsi sisanya di hari-hari berikutnya memerlukan perhatian khusus.\u00a0 Dietisien dari RS Dr. Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati S.Gz M.Kes, membagikan panduan agar sisa hidangan bersantan tetap aman bagi kesehatan. Menurut Yesi, masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20055,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-20054","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20054","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20054"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20054\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20054"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20054"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}