{"id":19950,"date":"2026-03-25T13:59:53","date_gmt":"2026-03-25T13:59:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/p2g-nilai-pjj-bukan-solusi-efisiensi-energi-soroti-risiko-turunnya-kualitas-pembelajaran\/"},"modified":"2026-03-25T13:59:53","modified_gmt":"2026-03-25T13:59:53","slug":"p2g-nilai-pjj-bukan-solusi-efisiensi-energi-soroti-risiko-turunnya-kualitas-pembelajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/p2g-nilai-pjj-bukan-solusi-efisiensi-energi-soroti-risiko-turunnya-kualitas-pembelajaran\/","title":{"rendered":"P2G Nilai PJJ Bukan Solusi Efisiensi Energi, Soroti Risiko Turunnya Kualitas Pembelajaran"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/25\/1774441166_04057febd435aa0fcf0d.jpg\" alt=\"P2G Nilai PJJ Bukan Solusi Efisiensi Energi, Soroti Risiko Turunnya Kualitas Pembelajaran\"\/><figcaption>Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim.(Dok. Medcom)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pembelajaran-jarak-jauh\" title=\"pembelajaran jarak jauh\">pembelajaran jarak jauh<\/a> (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pjj\" title=\"PJJ\">PJJ<\/a>) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.\u00a0<\/p>\n<p>Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menegaskan, kebijakan PJJ sejak awal bukan pilihan bijak untuk merespons isu efisiensi energi. Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, upaya efisiensi energi seharusnya tidak menyasar sektor krusial seperti pendidikan dan kesehatan.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPilihan PJJ sebagai strategi efisiensi energi itu kurang tepat dan kurang bijak. Masih banyak opsi lain tanpa harus menyentuh sektor pendidikan,\u201d ujar Satriwan saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (25\/3).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/873440\/pembelajaran-tatap-muka-harus-berkualitas-dan-bermakna\" target=\"_blank\" title=\"Pembelajaran Tatap Muka Harus Berkualitas dan Bermakna\">Pembelajaran Tatap Muka Harus Berkualitas dan Bermakna<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menyoroti momentum pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) yang akan dihadapi siswa dalam waktu dekat, khususnya bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 7 SMP. Dalam kondisi tersebut, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pembelajaran-tatap-muka\" title=\"Pembelajaran tatap muka\">pembelajaran tatap muka<\/a> dinilai jauh lebih efektif untuk menunjang kesiapan siswa.<\/p>\n<p>\u201cAnak-anak sedang mempersiapkan diri menghadapi tes kemampuan akademik, terutama yang akan menempuh jalur prestasi dalam PPDB atau SPMB. Kalau dilakukan secara daring, baik proses belajar maupun tesnya, kami khawatir hasilnya tidak optimal,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain faktor kesiapan akademik, Satriwan juga mengingatkan dampak panjang PJJ pada masa pandemi covid-19 yang memicu fenomena learning loss.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/854976\/curah-hujan-masih-tinggi-pramono-perpanjang-pjj-dan-wfh-hingga-1-februari\" target=\"_blank\" title=\"Curah Hujan Masih Tinggi, Pramono Perpanjang PJJ dan WFH hingga 1 Februari\">Curah Hujan Masih Tinggi, Pramono Perpanjang PJJ dan WFH hingga 1 Februari<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menyebut, pembelajaran daring selama lebih dari satu tahun kala itu tidak mampu menjaga kualitas pendidikan secara merata.<\/p>\n<p>\u201cDampaknya masih kita rasakan sampai sekarang. Kemampuan dasar anak-anak, terutama di bidang literasi, numerasi, dan sains, mengalami penurunan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Merujuk pada hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang menunjukkan capaian siswa Indonesia mengalami penurunan signifikan, bahkan menjadi yang terendah sepanjang keikutsertaan Indonesia.<\/p>\n<p>Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari praktik PJJ yang belum mampu menghadirkan pembelajaran berkualitas. Karena itu, ia menilai kebijakan serupa tidak seharusnya diulang tanpa kesiapan sistem yang matang.<\/p>\n<p>\u201cPJJ saat pandemi tidak mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Justru berdampak negatif terhadap kemampuan dasar siswa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Satriwan menilai tantangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) saat ini semakin berat. Pemerintah dituntut tidak hanya memulihkan dampak learning loss, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n<p>\u201cAgenda besar Kemdikdasmen sekarang adalah meningkatkan literasi, numerasi, dan sains, sekaligus mengembangkan pembelajaran yang lebih relevan, termasuk coding dan kecerdasan artifisial,\u201d katanya. (H-3)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/873442\/p2g-nilai-pjj-bukan-solusi-efisiensi-energi-soroti-risiko-turunnya-kualitas-pembelajaran\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim.(Dok. Medcom) KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.\u00a0 Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menegaskan, kebijakan PJJ sejak awal bukan pilihan bijak untuk merespons isu efisiensi energi. Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, upaya efisiensi energi seharusnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-19950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19950"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19950\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}