{"id":19922,"date":"2026-03-25T11:44:35","date_gmt":"2026-03-25T11:44:35","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/kpk-kebut-pemberkasan-kasus-korupsi-kuota-haji-eks-menag-yaqut-segera-diseret-ke-meja-hijau\/"},"modified":"2026-03-25T11:44:35","modified_gmt":"2026-03-25T11:44:35","slug":"kpk-kebut-pemberkasan-kasus-korupsi-kuota-haji-eks-menag-yaqut-segera-diseret-ke-meja-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/kpk-kebut-pemberkasan-kasus-korupsi-kuota-haji-eks-menag-yaqut-segera-diseret-ke-meja-hijau\/","title":{"rendered":"KPK Kebut Pemberkasan Kasus Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Diseret ke Meja Hijau"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/25\/1774436850_c510c354b6a710d2b61c.jpg\" alt=\"KPK Kebut Pemberkasan Kasus Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Diseret ke Meja Hijau\"\/><figcaption>Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas (kiri) tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (24\/3\/2026)(ANTARA FOTO\/Fakhri Hermansyah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KOMISI Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kpk\" title=\"KPK\">KPK<\/a>) mengungkap alasan memeriksa eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) saat libur lebaran. Penyidik ingin mempercepat pemberkasan kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji agar segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.<\/p>\n<p>\u201cAgar bisa segera menuntaskan dan melengkapi berkas penyidikannya, sehingga nanti bisa segera dilakukan tahap dua atau limpah ke penuntutan,\u201d kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Rabu (25\/3).<\/p>\n<p>KPK menegaskan telah mengantongi bukti-bukti kuat, termasuk hasil audit perhitungan kerugian negara yang timbul akibat penyimpangan kuota haji tersebut. Seluruh temuan penyidik direncanakan akan dibuka secara transparan dalam proses persidangan mendatang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/873418\/diseret-ke-dewas-gara-gara-gus-yaqut-kpk-buka-suara\" title=\"Diseret ke Dewas Gara-Gara Gus Yaqut, KPK Buka Suara\" target=\"_blank\">Diseret ke Dewas Gara-Gara Gus Yaqut, KPK Buka Suara<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKetika perkara ini nanti masuk ke tahap persidangan, masyarakat bisa secara terbuka melihat dan mencermati setiap fakta yang muncul dalam persidangan,\u201d tambah Budi.<\/p>\n<p>Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka utama, yakni eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dan eks Staf Khusus Menag, Isfan Abidal Aziz (IAA) atau Gus Alex. Fokus penyidikan tertuju pada manipulasi 20 ribu kuota haji tambahan yang diberikan untuk Indonesia.<\/p>\n<p>Sesuai regulasi, kuota tersebut seharusnya didistribusikan dengan porsi 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus. Namun, para tersangka diduga mengubah kebijakan tersebut menjadi pembagian rata 50-50, yang disinyalir membuka pintu bagi praktik rasuah.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa puluhan saksi dari internal Kementerian Agama hingga pihak swasta penyedia jasa travel umrah, guna memperkuat konstruksi hukum sebelum perkara ini disidangkan. (P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/873420\/kpk-kebut-pemberkasan-kasus-korupsi-kuota-haji-eks-menag-yaqut-segera-diseret-ke-meja-hijau\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas (kiri) tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (24\/3\/2026)(ANTARA FOTO\/Fakhri Hermansyah) KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan memeriksa eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) saat libur lebaran. Penyidik ingin mempercepat pemberkasan kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19923,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-19922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19922"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19922\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}