{"id":19903,"date":"2026-03-25T10:11:59","date_gmt":"2026-03-25T10:11:59","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/veda-ega-raih-podium-moto3-doni-tata-jogja-gudang-rider-tapi-sirkuit-belum-punya\/"},"modified":"2026-03-25T10:11:59","modified_gmt":"2026-03-25T10:11:59","slug":"veda-ega-raih-podium-moto3-doni-tata-jogja-gudang-rider-tapi-sirkuit-belum-punya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/veda-ega-raih-podium-moto3-doni-tata-jogja-gudang-rider-tapi-sirkuit-belum-punya\/","title":{"rendered":"Veda Ega Raih Podium Moto3, Doni Tata Jogja Gudang Rider, tapi Sirkuit belum Punya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/25\/1774433317_077dc1f6d0189aab6d7e.png\" alt=\"Veda Ega Raih Podium Moto3, Doni Tata: Jogja Gudang Rider, tapi Sirkuit belum Punya\"\/><figcaption>embalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia Veda Pratama, memperlihatkan trofi pembalap terbaik ketiga pada balapan Moto3 GP Brasil 2026 di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu (22\/3\/2026).(ANTARA\/HO-MotoGP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MANTAN pembalap Moto2 asal Indonesia, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/doni-tata\" title=\"Doni Tata\">Doni Tata<\/a> Pradita, melontarkan seruan penting bagi masa depan dunia balap tanah air. Ia menilai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah sangat mendesak membutuhkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sirkuit\" title=\"sirkuit\">sirkuit<\/a> permanen untuk menunjang pembinaan rider muda yang kini mulai mendominasi panggung internasional.<\/p>\n<p>Menurut Doni, potensi besar Yogyakarta dalam melahirkan talenta balap belum diimbangi dengan fasilitas latihan yang memadai.<\/p>\n<p>\u201cKita bisa melahirkan banyak pembalap, tetapi belum punya sirkuit permanen. Mudah-mudahan ke depan ada fasilitas yang bisa mendukung pembalap di Yogyakarta,\u201d ujar Doni dikutip dari Antara, Rau (25\/3).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/873319\/veda-ega-pratama-bidik-prestasi-di-moto3-as-usai-podium-bersejarah-di-brasil\" title=\"Veda Ega Pratama Bidik Prestasi di Moto3 AS Usai Podium Bersejarah di Brasil\" target=\"_blank\">Veda Ega Pratama Bidik Prestasi di Moto3 AS Usai Podium Bersejarah di Brasil<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Prestasi Dunia di Tengah Keterbatasan<\/h2>\n<p>Seruan Doni ini bukan tanpa alasan. Yogyakarta baru saja mencatatkan sejarah melalui <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/veda-ega-pratama\" title=\"Veda Ega Pratama\">Veda Ega Pratama<\/a> yang menjadi pembalap Indonesia pertama peraih podium Grand Prix setelah finis ketiga di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/moto3\" title=\"Moto3\">Moto3<\/a> Brasil pekan lalu. Selain itu, Aldi Satya Mahendra juga sukses naik podium kedua pada seri pembuka World Supersport 2026 di Phillip Island, Australia.<\/p>\n<p>Bahkan, pembalap sekelas Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) yang pernah berlaga di Moto2 pun rutin mengasah kemampuannya di Yogyakarta.<\/p>\n<p>\u201cDi Jogja banyak sekolah balap. Ada sekolah balap punya orang tua Veda (Sudarmono), kemudian tempat saya juga, dan beberapa pelatih lain. Jadi kami sering latihan bareng, saling berbagi pengalaman,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/873040\/perjalanan-karier-veda-ega-pratama-wonderkid-indonesia-di-panggung-motogp\" title=\"Perjalanan Karier Veda Ega Pratama: Wonderkid Indonesia di Panggung MotoGP\" target=\"_blank\">Perjalanan Karier Veda Ega Pratama: Wonderkid Indonesia di Panggung MotoGP<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Berlatih di Parkiran dan Pasar Sapi<\/h2>\n<p>Ironisnya, para calon juara dunia ini seringkali harus berlatih di lokasi seadanya akibat minimnya infrastruktur. Kawasan Stadion Mandala Krida hingga area Pasar Sapi menjadi saksi bisu perjuangan mereka.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya kami latihan bareng di Mandala Krida atau di area Pasar Sapi. Jadi memang lebih ke kebersamaan dan saling mendukung,\u201d ungkap Doni.<\/p>\n<p>Keterbatasan ini memaksa para pembalap memanfaatkan lahan parkir yang penggunaannya pun tidak menentu. \u201cKami kadang latihan di tempat parkir. Kalau ada acara atau konser ya tidak bisa dipakai. Jadi memang masih terbatas,\u201d tambah Doni.<\/p>\n<h2>Harapan untuk Pemerintah Daerah<\/h2>\n<p>Meskipun pembalap seperti Veda dan Aldi kini lebih banyak menempa diri di Eropa, Doni menekankan bahwa fondasi latihan di tanah air tetap krusial. Perhatian pemerintah daerah dalam membangun sirkuit permanen dianggap sebagai kunci agar regenerasi tidak terputus, termasuk di cabang motocross seperti yang ditekuni Sheva Anella Ardiansyah.<\/p>\n<p>\u201cJogja ini sebenarnya barometer pembalap Indonesia. Dengan segala keterbatasan saja bisa lahir pembalap internasional,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Doni berharap Yogyakarta segera memiliki sirkuit permanen dengan standar internasional agar pembinaan atlet muda jauh lebih maksimal.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya tentu Jogja bisa punya sirkuit. Supaya bisa melahirkan lebih banyak Veda baru dan pembalap Indonesia lainnya,\u201d kata\u00a0Doni. (Ant\/P-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/873405\/veda-ega-raih-podium-moto3-doni-tata-jogja-gudang-rider-tapi-sirkuit-belum-punya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>embalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia Veda Pratama, memperlihatkan trofi pembalap terbaik ketiga pada balapan Moto3 GP Brasil 2026 di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Minggu (22\/3\/2026).(ANTARA\/HO-MotoGP) MANTAN pembalap Moto2 asal Indonesia, Doni Tata Pradita, melontarkan seruan penting bagi masa depan dunia balap tanah air. Ia menilai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah sangat mendesak membutuhkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19904,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-19903","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19903"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19903\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19904"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}