{"id":19757,"date":"2026-03-25T02:34:19","date_gmt":"2026-03-25T02:34:19","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/punya-riwayat-keluarga-penyakit-jantung-ini-cara-menekan-risikonya\/"},"modified":"2026-03-25T02:34:19","modified_gmt":"2026-03-25T02:34:19","slug":"punya-riwayat-keluarga-penyakit-jantung-ini-cara-menekan-risikonya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/25\/punya-riwayat-keluarga-penyakit-jantung-ini-cara-menekan-risikonya\/","title":{"rendered":"Punya Riwayat Keluarga Penyakit Jantung Ini Cara Menekan Risikonya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/25\/1774405554_09e2770efb00ad0bb6b6.jpeg\" alt=\"Punya Riwayat Keluarga Penyakit Jantung? Ini Cara Menekan Risikonya\"\/><figcaption>Ilustrasi(freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MEMILIKI anggota keluarga dengan riwayat <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit-jantung\" title=\"penyakit jantung\">penyakit jantung<\/a> bukanlah hal yang jarang terjadi. Namun, kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama karena banyak orang menganggap faktor genetik sebagai penentu utama <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-jantung\" title=\"kesehatan jantung\">kesehatan jantung<\/a>.<\/p>\n<p>Padahal, menurut ahli jantung dari Mayo Clinic, Stephen Kopecky, faktor genetik bukanlah satu-satunya penentu. Ia menegaskan gaya hidup justru memiliki peran yang jauh lebih besar dalam menentukan kesehatan jantung seseorang.<\/p>\n<p>\u201cGenetik hanya menyumbang sekitar 20% hingga 30% dari risiko penyakit jantung. Sementara itu, kebiasaan hidup sehari-hari memiliki dampak yang jauh lebih besar,\u201d ujar Kopecky.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/818691\/kesehatan-jantung-dimulai-sejak-usia-20-an-bukan-saat-menjadi-tua\" title=\"Kesehatan Jantung Dimulai Sejak Usia 20-an, Bukan Saat Menjadi Tua\" target=\"_blank\">Kesehatan Jantung Dimulai Sejak Usia 20-an, Bukan Saat Menjadi Tua<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Penyakit Jantung dan Peran Genetik<\/h2>\n<p>Penyakit jantung merupakan istilah umum yang mencakup berbagai gangguan pada struktur dan fungsi jantung. Jenis yang paling umum adalah penyakit jantung koroner, yang biasanya disebabkan oleh penumpukan plak di pembuluh darah.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat juga penyakit katup jantung, kardiomiopati, gangguan sistem listrik jantung, hingga penyakit jantung bawaan yang dapat diturunkan dalam keluarga. Beberapa kondisi genetik, seperti down sindrom dan jenis tertentu dari distrofi otot, juga diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, riwayat keluarga juga berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung di usia dewasa. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan riwayat penyakit jantung dalam keluarga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa, bahkan bisa meningkat hingga tiga kali lipat jika terdapat kematian dini akibat penyakit jantung dalam keluarga.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/865603\/ini-fakta-kandungan-minyak-sawit-yang-jarang-diketahui-publik\" title=\"Ini Fakta Kandungan Minyak Sawit yang Jarang Diketahui Publik\" target=\"_blank\">Ini Fakta Kandungan Minyak Sawit yang Jarang Diketahui Publik<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Gaya Hidup Bisa Mengalahkan Genetik<\/h2>\n<p>Meski begitu, Kopecky menjelaskan genetik tidak menjadi faktor pasti yang menyebabkan orang menjadi terkena penyakit jantung. Kopecky menekankan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gaya-hidup-sehat\" title=\"Gaya Hidup Sehat\">gaya hidup sehat<\/a> dapat memengaruhi cara gen bekerja dalam tubuh.<\/p>\n<p>\u201cGaya hidup sehat tertentu dapat \u2018mematikan\u2019 gen yang buruk dan \u2018mengaktifkan\u2019 gen yang baik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan pasien dengan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kolesterol\" title=\"kolesterol\">kolesterol<\/a> tinggi akibat faktor genetik. Dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini, risiko serangan jantung dan stroke tetap dapat ditekan secara signifikan.<\/p>\n<p>Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari justru lebih berpengaruh dibandingkan faktor keturunan.<\/p>\n<h2>Cara Menjaga Kesehatan Jantung<\/h2>\n<p>Untuk menjaga kesehatan jantung, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:<\/p>\n<p>Pertama, perbanyak konsumsi makanan sehat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Sebaliknya, batasi makanan tinggi gula, garam, dan olahan.<\/p>\n<p>Kedua, rutin beraktivitas fisik. Orang dewasa disarankan untuk berolahraga setidaknya 150 menit per minggu. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berkebun, atau naik tangga juga sudah memberikan manfaat.<\/p>\n<p>Ketiga, pastikan tidur yang cukup dan berkualitas. Kopecky menyarankan untuk memiliki jadwal tidur yang konsisten setiap hari.<\/p>\n<p>\u201cJangan pasang alarm untuk bangun, tetapi pasang alarm untuk mengingatkan waktu tidur,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Keempat, berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol. Kebiasaan merokok terbukti meningkatkan risiko serangan jantung secara signifikan.<\/p>\n<p>Kelima, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis, terutama jika memiliki riwayat keluarga penyakit jantung. (Mayo Clinic.\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/873293\/punya-riwayat-keluarga-penyakit-jantung-ini-cara-menekan-risikonya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(freepik) MEMILIKI anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung bukanlah hal yang jarang terjadi. Namun, kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama karena banyak orang menganggap faktor genetik sebagai penentu utama kesehatan jantung. Padahal, menurut ahli jantung dari Mayo Clinic, Stephen Kopecky, faktor genetik bukanlah satu-satunya penentu. Ia menegaskan gaya hidup justru memiliki peran yang jauh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19758,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-19757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19757"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19757\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}