{"id":19540,"date":"2026-03-24T14:06:11","date_gmt":"2026-03-24T14:06:11","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/24\/banyak-konsumsi-kue-khas-lebaran-picu-gerd-dan-gangguan-kerongkongan\/"},"modified":"2026-03-24T14:06:11","modified_gmt":"2026-03-24T14:06:11","slug":"banyak-konsumsi-kue-khas-lebaran-picu-gerd-dan-gangguan-kerongkongan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/24\/banyak-konsumsi-kue-khas-lebaran-picu-gerd-dan-gangguan-kerongkongan\/","title":{"rendered":"Banyak Konsumsi Kue Khas Lebaran Picu GERD dan Gangguan Kerongkongan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/24\/1774331809_aee2c23b5fb04199c155.png\" alt=\"Banyak Konsumsi Kue Khas Lebaran Picu GERD dan Gangguan Kerongkongan\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terlalu banyak mengonsumsi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kue-kue-lebaran\" title=\"kue-kue lebaran\">kue-kue lebaran<\/a> karena bisa berdampak pada kesehatan.<\/p>\n<p>Kue-kue lebaran saat ini seperti\u00a0 kue kering maupun kue cake (bolu) umumnya sangat manis dan mengandung coklat dan keju.<\/p>\n<p>&#8220;Sering kali saya sampaikan bahwa coklat dan keju merupakan salah satu komponen makanan yang bisa menyebabkan gangguan pada kerongkongan atau yang kita bilang Lower Esophageal Sphincter (LES) jadi lemah,&#8221; kata Prof Ari saat dihubungi, Selasa (24\/3).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/872248\/bijak-makan-all-you-can-eat-agar-terbebas-dari-gerd\" title=\"Bijak Makan All You Can Eat Agar Terbebas dari GERD\" target=\"_blank\">Bijak Makan All You Can Eat Agar Terbebas dari GERD<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Akibatnya memungkinkan makanan bisa balik arah dan memicu menjadi Gastroesophageal Reflux Disease (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gerd\" title=\"GERD\">GERD<\/a>).<\/p>\n<p>Selain kue khas lebaran yang manis atau kombinasi keju dan cokelat. Makanan lainnya yang harus dibatasi yakni makanan yang biasa tersaji ketika momen lebaran seperti gulai, opor, dan sebagainya yang banyak mengandung lemak dan bersantan.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Makanan yang bersantan dan berlemak akan mendorong kantong empedu yang sudah ada riwayat radang kronis menjadi radang kembali atau akan merangsang batu empedu sehingga menyebabkan nyeri,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Diketahui bahwa sebagian dari masyarakat punya masalah dengan kantong empedu yang mengalami peradangan kronis atau mungkin juga ada batu di kantong empedu. (Iam\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/kesehatan\/873119\/banyak-konsumsi-kue-khas-lebaran-picu-gerd-dan-gangguan-kerongkongan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terlalu banyak mengonsumsi kue-kue lebaran karena bisa berdampak pada kesehatan. Kue-kue lebaran saat ini seperti\u00a0 kue kering maupun kue cake (bolu) umumnya sangat manis dan mengandung coklat dan keju. &#8220;Sering kali saya sampaikan bahwa coklat dan keju [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19541,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-19540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19540"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19540\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}