{"id":18745,"date":"2026-03-22T05:04:01","date_gmt":"2026-03-22T05:04:01","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/22\/obesitas-bukan-sekadar-risiko-tapi-penyakit-kronis-yang-mengancam-reproduksi\/"},"modified":"2026-03-22T05:04:01","modified_gmt":"2026-03-22T05:04:01","slug":"obesitas-bukan-sekadar-risiko-tapi-penyakit-kronis-yang-mengancam-reproduksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/22\/obesitas-bukan-sekadar-risiko-tapi-penyakit-kronis-yang-mengancam-reproduksi\/","title":{"rendered":"Obesitas bukan Sekadar Risiko, Tapi Penyakit Kronis yang Mengancam Reproduksi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/22\/1774155333_95a82a0e6bda769a8c07.jpg\" alt=\"Obesitas bukan Sekadar Risiko, Tapi Penyakit Kronis yang Mengancam Reproduksi\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DOKTER Spesialis <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyakit\" title=\"penyakit\">Penyakit<\/a> Dalam, dr. M. Vardian Mahardika, M.Biomed, Sp.PD, AIFO-K, menegaskan bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/obesitas\" title=\"obesitas\">obesitas<\/a> telah dikategorikan sebagai penyakit kronis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2022. Kondisi ini bukan sekadar masalah berat badan, melainkan pemicu berbagai gangguan kesehatan serius, termasuk sistem <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/reproduksi\" title=\"reproduksi\">reproduksi<\/a>.<\/p>\n<h2><strong>Dampak pada Hormon dan Reproduksi<\/strong><\/h2>\n<p>Menurut Vardian, obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan. Hal ini memicu kondisi seperti Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) hingga endometriosis yang berdampak pada kesuburan (fertilitas).<\/p>\n<p>\u201cObesitas itu banyak banget datang tiba-tiba dengan fertilitas, misalnya PCOS. Kemudian endometriosis, itu juga bisa terjadi karena kondisi obesitas. Jadi perempuan-perempuan mulai harus lebih aware dengan yang namanya obesitas,\u201d kata Vardian, dikutip Minggu (22\/3).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/816360\/anak-stunting-punya-risiko-obesitas-lebih-tinggi\" title=\"Anak Stunting Punya Risiko Obesitas Lebih Tinggi\" target=\"_blank\">Anak Stunting Punya Risiko Obesitas Lebih Tinggi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Risiko ini semakin nyata saat perempuan memasuki fase perimenopause di usia 45\u201350 tahun. Penurunan kadar hormon pada fase ini membuat berbagai penyakit lebih mudah muncul, terutama jika seseorang sudah memiliki riwayat obesitas sebelumnya.<\/p>\n<h2><strong>Salah Kaprah Definisi Obesitas<\/strong><\/h2>\n<p>Vardian juga menyoroti kekeliruan masyarakat yang hanya menjadikan berat badan atau Body Mass Index (BMI) sebagai patokan tunggal. Menurutnya, BMI belum tentu mampu menggambarkan distribusi lemak dan komposisi tubuh secara menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cMakanya banyak orang yang badannya kelihatannya tidak obesitas, tapi ketika kita cek lingkar perutnya, perbandingan lingkar perut dengan lingkar paha, tinggi badan, ternyata lemaknya sudah tinggi dan masuk ke kategori obesitas,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/815999\/obesitas-yang-tidak-tertangani-jadi-pintu-berbagai-penyakit\" title=\"Obesitas yang tidak Tertangani Jadi Pintu Berbagai Penyakit\" target=\"_blank\">Obesitas yang tidak Tertangani Jadi Pintu Berbagai Penyakit<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Komplikasi dari Pikun hingga Gagal Jantung<\/strong><\/h2>\n<p>Bahaya obesitas meluas ke berbagai organ tubuh. Di tingkat sistem saraf, obesitas meningkatkan risiko demensia dan Alzheimer.\u00a0<\/p>\n<p>Sementara pada sistem pernapasan, penderita rentan mengalami sleep apnea atau henti napas saat tidur yang ditandai dengan mendengkur.<\/p>\n<p>Selain itu, obesitas menjadi faktor risiko terbesar untuk:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Penyakit Kardiovaskular:<\/strong> Meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, hingga gagal jantung.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Metabolik dan\u00a0Organ Dalam: <\/strong>Memicu diabetes tipe 2, batu empedu, serta fatty liver yang dalam jangka panjang bisa berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Masalah Seksual dan\u00a0Fisik:<\/strong> Penurunan libido akibat jaringan lemak yang mengubah testosteron menjadi estrogen, serta beban berlebih pada persendian.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2><strong>Penanganan yang Komprehensif<\/strong><\/h2>\n<p>Mengingat statusnya sebagai penyakit kronis, dr. Vardian menekankan bahwa penanganan obesitas tidak bisa dilakukan sembarangan atau hanya mengandalkan niat semata.<\/p>\n<p>\u201cKompleks banget kalau kita ngomongin obesitas. Penanganannya tidak bisa niat aja, olahraga, makan dikurangi. Enggak sesimpel itu. Harus ada peran dokter, lifestyle modification, farmakologi (obat-obatan), dan mungkin operasi bariatrik,\u201d pungkas dokter lulusan Universitas Brawijaya tersebut. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/872799\/obesitas-bukan-sekadar-risiko-tapi-penyakit-kronis-yang-mengancam-reproduksi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) DOKTER Spesialis Penyakit Dalam, dr. M. Vardian Mahardika, M.Biomed, Sp.PD, AIFO-K, menegaskan bahwa obesitas telah dikategorikan sebagai penyakit kronis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2022. Kondisi ini bukan sekadar masalah berat badan, melainkan pemicu berbagai gangguan kesehatan serius, termasuk sistem reproduksi. Dampak pada Hormon dan Reproduksi Menurut Vardian, obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18746,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-18745","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18745"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18745\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18746"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}