{"id":17811,"date":"2026-03-19T10:43:56","date_gmt":"2026-03-19T10:43:56","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/19\/kapan-waktunya-mencari-bantuan-profesional-memahami-batasan-tekanan-emosional\/"},"modified":"2026-03-19T10:43:56","modified_gmt":"2026-03-19T10:43:56","slug":"kapan-waktunya-mencari-bantuan-profesional-memahami-batasan-tekanan-emosional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/19\/kapan-waktunya-mencari-bantuan-profesional-memahami-batasan-tekanan-emosional\/","title":{"rendered":"Kapan Waktunya Mencari Bantuan Profesional Memahami Batasan Tekanan Emosional"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/19\/1773916812_a68d759838cffc9c7345.jpg\" alt=\"Kapan Waktunya Mencari Bantuan Profesional? Memahami Batasan Tekanan Emosional\"\/><figcaption>Ilustrasi(Freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MENGHADAPI tekanan hidup adalah hal yang lumrah, namun ada titik ketika seseorang harus menyadari bahwa beban emosionalnya memerlukan penanganan lebih serius.\u00a0<\/p>\n<p>Psikolog klinis Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog menekankan bahwa bantuan tenaga profesional menjadi sangat mendesak ketika <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tekanan-emosional\" title=\"tekanan emosional\">tekanan emosional<\/a> mulai menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>&#8220;Bantuan profesional perlu dipertimbangkan ketika seseorang merasa tekanan emosionalnya menetap, bahkan semakin berat, sampai membuat dirinya kewalahan dan mulai mengganggu fungsi sehari-hari,&#8221; ujar psikolog lulusan Universitas Indonesia tersebut dikutip Kamis (19\/3).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/858355\/kasus-gangguan-jiwa-anak-naik-di-jabar-30-persen-pasien-alami-depresi\" title=\"Kasus Gangguan Jiwa Anak Naik di Jabar, 30 Persen Pasien Alami Depresi\" target=\"_blank\">Kasus Gangguan Jiwa Anak Naik di Jabar, 30 Persen Pasien Alami Depresi<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong>Tanda-Tanda Peringatan<\/strong><\/h2>\n<p>Menurut Ratih, yang juga tergabung dalam Tim Ahli Kelompok Kerja <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-jiwa\" title=\"Kesehatan jiwa\">Kesehatan Jiwa<\/a> Kementerian Kesehatan RI, kondisi kritis terjadi saat seseorang kesulitan menjalankan fungsi dasar.\u00a0<\/p>\n<p>Hal ini mencakup hambatan dalam bekerja, menjaga relasi, pola tidur yang terganggu, hingga rutinitas harian yang terbengkalai.<\/p>\n<p><strong>Ada beberapa tanda peringatan spesifik yang perlu diwaspadai:<\/strong><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/829193\/mengenal-skizofrenia-gangguan-jiwa-yang-dapat-dipulihkan\" title=\"Mengenal Skizofrenia, Gangguan Jiwa yang Dapat Dipulihkan\" target=\"_blank\">Mengenal Skizofrenia, Gangguan Jiwa yang Dapat Dipulihkan<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Munculnya perasaan putus asa yang berlangsung lama.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Ledakan emosi yang sulit dikendalikan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Keinginan ekstrem untuk menarik diri dari lingkungan sosial.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>&#8220;Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan dukungan yang lebih terarah dari tenaga profesional,&#8221; kata Ratih.\u00a0<\/p>\n<p>Ia juga menyarankan bagi siapa saja yang merasa sudah tidak mampu mengelola emosinya sendiri untuk segera mencari bantuan demi memulihkan diri.<\/p>\n<h2><strong>Langkah Awal Melalui Kesadaran Diri<\/strong><\/h2>\n<p>Meski bantuan profesional sangat penting, proses pemulihan tidak selalu harus dimulai dari sana.\u00a0<\/p>\n<p>Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si, Ph.D., Psikolog, menjelaskan bahwa kesadaran diri (self-awareness) adalah fondasi utama.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau seseorang merasa perlu ada yang membantu dan memutuskan pergi ke bantuan profesional, itu tentu langkah yang baik,&#8221; kata Novi.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, ia juga menekankan bahwa memahami emosi dan kondisi pribadi secara mandiri dapat menjadi langkah awal yang efektif.<\/p>\n<p>Novi menyarankan masyarakat untuk membangun kesadaran diri melalui refleksi pribadi atau membaca literatur mengenai pengembangan diri dan filsafat. Hal ini membantu seseorang memahami tujuan hidup dan alasan di balik reaksi emosional yang muncul.<\/p>\n<h2><strong>Kemudahan Akses dan Pentingnya Ketenangan<\/strong><\/h2>\n<p>Saat ini, layanan psikolog sudah semakin terjangkau dan tersedia di berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, di luar bantuan medis, kemampuan untuk mengambil jeda dari tekanan lingkungan tetap memegang peranan kunci.<\/p>\n<p>&#8220;Kuncinya adalah kesadaran diri. Ketika seseorang mulai mengenali dirinya, itu sudah menjadi langkah awal untuk memulihkan kondisi mental,&#8221; tutup Novi. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/872247\/kapan-waktunya-mencari-bantuan-profesional-memahami-batasan-tekanan-emosional\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Freepik) MENGHADAPI tekanan hidup adalah hal yang lumrah, namun ada titik ketika seseorang harus menyadari bahwa beban emosionalnya memerlukan penanganan lebih serius.\u00a0 Psikolog klinis Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog menekankan bahwa bantuan tenaga profesional menjadi sangat mendesak ketika tekanan emosional mulai menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari. &#8220;Bantuan profesional perlu dipertimbangkan ketika seseorang merasa tekanan emosionalnya menetap, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17812,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-17811","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17811"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17811\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}