{"id":17797,"date":"2026-03-19T09:58:13","date_gmt":"2026-03-19T09:58:13","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/19\/bts-mendunia-tapi-yang-paling-kaya-tetap-bang-si-hyuk-kenapa\/"},"modified":"2026-03-19T09:58:13","modified_gmt":"2026-03-19T09:58:13","slug":"bts-mendunia-tapi-yang-paling-kaya-tetap-bang-si-hyuk-kenapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/19\/bts-mendunia-tapi-yang-paling-kaya-tetap-bang-si-hyuk-kenapa\/","title":{"rendered":"BTS Mendunia, tapi yang Paling Kaya Tetap Bang Si Hyuk, Kenapa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/19\/1773913976_7fa470385bb8299ee874.jpeg\" alt=\"BTS Mendunia, tapi yang Paling Kaya Tetap Bang Si Hyuk, Kenapa?\"\/><figcaption>Bang Si Hyuk kembali jadi orang terkaya di K-pop dengan Rp57 triliun dari saham HYBE.(Dok. Big Hit Entertaiment)<\/figcaption><\/figure>\n<p>INDUSTRI\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/k-pop\" title=\"K-pop\">K-pop<\/a> kini bukan lagi sekadar soal popularitas artis, melainkan soal siapa yang menguasai saham. Dalam beberapa tahun terakhir, peta kekayaan bergeser tajam ke tangan pemilik perusahaan.<\/p>\n<p>Laporan <em>CXO Institute<\/em> menempatkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bang-si-hyuk\" title=\"Bang Si Hyuk\">Bang Si Hyuk<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pendiri-hybe\" title=\"pendiri HYBE\">pendiri HYBE<\/a>, kembali sebagai figur terkaya di industri K-culture berbasis saham. Nilai kepemilikan sahamnya diperkirakan mencapai \u20a94,8 triliun (sekitar Rp57,6 triliun) per Maret 2026, berasal dari lebih dari 13 juta lembar <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/saham-hybe\" title=\"saham HYBE\">saham HYBE<\/a>.<\/p>\n<p>Di bawahnya, jarak terlihat sangat lebar. J.Y. Park tercatat memiliki kekayaan saham sekitar \u20a9362,7 miliar (Rp4,35 triliun), sementara Yang Hyun Suk sekitar \u20a9225 miliar (Rp2,7 triliun). Selisih ini menegaskan satu hal: dominasi HYBE masih belum tertandingi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/822147\/bts--bigbang-comeback-pada-2026-dua-legenda-diprediksi-picu-lonjakan-triliunan-di-industri-k-pop\" title=\"BTS &amp; BigBang Comeback pada 2026! Dua Legenda Diprediksi Picu Lonjakan Triliunan di Industri K-pop\" target=\"_blank\">BTS &amp; BigBang Comeback pada 2026! Dua Legenda Diprediksi Picu Lonjakan Triliunan di Industri K-pop<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Saham HYBE Melonjak, Strategi Jadi Penentu<\/h2>\n<p>Lonjakan kekayaan Bang Si Hyuk sejalan dengan performa saham HYBE yang agresif. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, sahamnya dilaporkan naik lebih dari 50 persen.<\/p>\n<p>Pertumbuhan ini tidak hanya ditopang musik, tetapi juga strategi ekspansi global dan diversifikasi bisnis. HYBE memperkuat ekosistemnya lewat platform seperti <em>Weverse<\/em> serta akuisisi internasional, termasuk Ithaca Holdings sejak 2021.<\/p>\n<p>Model bisnis ini membuat HYBE tidak lagi bergantung pada album dan tur, melainkan membangun jaringan pendapatan yang lebih luas dan berkelanjutan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/818552\/k-pop-tidak-selalu-bersinar-fakta-mengejutkan-dunia-trainee-korea\" title=\"K-Pop Tidak Selalu Bersinar: Fakta Mengejutkan Dunia Trainee Korea\" target=\"_blank\">K-Pop Tidak Selalu Bersinar: Fakta Mengejutkan Dunia Trainee Korea<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bts\" title=\"BTS\">BTS<\/a>: Besar Secara Pengaruh, Kecil di Kepemilikan<\/h2>\n<p>Di sisi lain, kontribusi BTS terhadap ekonomi HYBE tetap signifikan, namun tidak tercermin dalam kepemilikan saham. Total nilai saham gabungan seluruh member BTS diperkirakan hanya sekitar \u20a920 miliar (Rp240 miliar) per 17 Maret 2026.<\/p>\n<p>Sejak September 2023, BTS tidak lagi masuk kategori pemegang saham utama. Konsekuensinya, perubahan kepemilikan mereka tidak wajib dilaporkan secara publik, membuat data yang beredar saat ini bersifat estimasi.<\/p>\n<h2>K-Pop Beralih ke Era Korporasi<\/h2>\n<p>Data ini menandai pergeseran besar dalam <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/industri-k-pop\" title=\"industri K-pop\">industri K-pop<\/a>. Jika dulu artis adalah pusat nilai, kini kekayaan terkonsentrasi di level korporasi dan pemegang saham.<\/p>\n<p>Struktur ini lazim dalam perusahaan publik, namun juga membawa risiko. Pada 2025, HYBE sempat diselidiki regulator Korea Selatan terkait dugaan pelanggaran dalam proses IPO.<\/p>\n<p>Belum ada putusan final, tetapi kasus tersebut menegaskan: semakin besar valuasi, semakin ketat pengawasan. (<em>The Korea Times\/Digital Music News\/<\/em>Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/872235\/bts-mendunia-tapi-yang-paling-kaya-tetap-bang-si-hyuk-kenapa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bang Si Hyuk kembali jadi orang terkaya di K-pop dengan Rp57 triliun dari saham HYBE.(Dok. Big Hit Entertaiment) INDUSTRI\u00a0K-pop kini bukan lagi sekadar soal popularitas artis, melainkan soal siapa yang menguasai saham. Dalam beberapa tahun terakhir, peta kekayaan bergeser tajam ke tangan pemilik perusahaan. Laporan CXO Institute menempatkan Bang Si Hyuk, pendiri HYBE, kembali sebagai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17798,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-17797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}