{"id":17769,"date":"2026-03-19T08:38:57","date_gmt":"2026-03-19T08:38:57","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/19\/ekspor-ri-diprediksi-masih-bisa-tumbuh-45-ini-catatannya\/"},"modified":"2026-03-19T08:38:57","modified_gmt":"2026-03-19T08:38:57","slug":"ekspor-ri-diprediksi-masih-bisa-tumbuh-45-ini-catatannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/19\/ekspor-ri-diprediksi-masih-bisa-tumbuh-45-ini-catatannya\/","title":{"rendered":"Ekspor RI Diprediksi Masih Bisa Tumbuh 45, Ini Catatannya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/19\/1773909088_2535deca2fac6c143b50.jpg\" alt=\"Ekspor RI Diprediksi Masih Bisa Tumbuh 4%\u20135%, Ini Catatannya\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Dok.MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>EXIMBANK atau Lembaga\u00a0Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memperkirakan bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ekonomi-indonesia\" title=\"ekonomi indonesia\">ekonomi Indonesia<\/a> masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perdagangan-global\" title=\"perdagangan global\">perdagangan global<\/a>. Namun ada kondisi yang memungkinkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas serta kondisi perdagangan global, ekspor Indonesia pada 2026 diperkirakan masih dapat tumbuh pada kisaran 4\u20135%, dan berpotensi meningkat menjadi sekitar 5\u20136% pada 2027, dengan catatan permintaan global pulih secara bertahap dan meredanya tensi geopolitik,&#8221; ujar Head of Indonesia Eximbank Institute Rini Satriani<\/p>\n<p>Ia \u00a0menyebut dampak langsung eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap perdagangan Indonesia diperkirakan relatif terbatas. Hal itu mengingat eksposur perdagangan RI dengan kawasan tersebut masih kecil.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/860448\/indef-ramadan-2026-dongkrak-ekonomi-triwulan-i-ii\" title=\"INDEF: Ramadan 2026 Dongkrak Ekonomi Triwulan I-II\" target=\"_blank\">INDEF: Ramadan 2026 Dongkrak Ekonomi Triwulan I-II<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Indonesia Eximbank Institute menunjukkan bahwa ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor nasional. Komoditas utama meliputi minyak kelapa sawit (HS 1511), perhiasan (HS 7113), serta mobil dan kendaraan bermotor lainnya (HS 8703).\u00a0<\/p>\n<p>Sementara itu, impor Indonesia dari kawasan tersebut mencapai sekitar 3,9% dari total impor nasional dan didominasi oleh komoditas energi, khususnya minyak.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Struktur perdagangan tersebut menunjukkan bahwa eksposur perdagangan langsung Indonesia terhadap kawasan konflik relatif terbatas,&#8221; kata \u00a0dalam keterangan yang diterima, Kamis (19\/3).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/857411\/bps-ekonomi-indonesia-tumbuh-511-persen-di-2025\" title=\"BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di 2025\" target=\"_blank\">BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di 2025<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan data terkini, sebagian besar ekspor Indonesia mengalir ke kawasan lain seperti Asia Timur (36,4%), Asia Tenggara (20,8%), Amerika Utara (11,5%), Asia Selatan (9,6%), dan Eropa Barat (5,7%). Karena itu dinamika ekonomi di kawasan-kawasan tersebut tetap menjadi faktor yang menentukan bagi kinerja ekspor nasional.\u00a0<\/p>\n<p>Rini mengatakan bahwa perkembangan konflik dan implikasinya terhadap perdagangan global terus dipantau, terutama terkait stabilitas jalur energi internasional.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cKami memonitor secara cermat dinamika di kawasan Timur Tengah, termasuk keamanan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz yang merupakan salah satu arteri utama perdagangan energi dunia,\u201d ujar Rini.\u00a0<\/p>\n<p>Kawasan tersebut memiliki peran strategis dalam sistem energi global karena menyumbang lebih dari 30% produksi minyak dunia. Sementara sekitar 20\u201330% perdagangan minyak global melewati Selat Hormuz. Gangguan pada jalur ini dapat dengan cepat memengaruhi harga energi internasional sekaligus meningkatkan biaya logistik perdagangan global.\u00a0<\/p>\n<p>Walaupun impor minyak Indonesia tidak secara langsung berasal dari Timur Tengah, dampaknya tetap dapat dirasakan melalui jalur perdagangan regional. Sekitar 75% impor minyak Indonesia berasal dari Singapura dan Malaysia, yang merupakan pusat perdagangan dan pengolahan minyak di Asia.<\/p>\n<p>Kedua negara tersebut juga mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah, sehingga gangguan pasokan di kawasan tersebut dapat mendorong kenaikan harga energi yang dihadapi Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p>Indonesia Eximbank Institute juga mencermati dampak perubahan distribusi energi global terhadap negara-negara pengimpor utama minyak Timur Tengah seperti Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut merupakan konsumen energi utama dari kawasan Teluk sekaligus pasar ekspor penting bagi Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Peningkatan biaya energi berpotensi menekan aktivitas industri di negara-negara tersebut dan memengaruhi permintaan terhadap produk ekspor Indonesia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Apabila ketegangan geopolitik berlangsung dalam periode yang relatif lama, harga minyak global sepanjang 2026 diperkirakan bergerak pada kisaran US$85\u2013US$120 per barel secara rata-rata. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata awal tahun yang masih berada di sekitar US$60 per barel.\u00a0<\/p>\n<p>Rini memaparkan, kenaikan harga energi dan biaya logistik berpotensi meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor industri global. Bagi eksportir Indonesia, tekanan tersebut akan lebih terasa pada sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor, seperti industri manufaktur, petrokimia, dan logam dasar.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dalam kondisi tersebut, kenaikan biaya input dapat menggerus margin produksi, terutama apabila di saat yang sama permintaan global mengalami perlambatan,&#8221; jelasnya. (H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/872212\/ekspor-ri-diprediksi-masih-bisa-tumbuh-45-ini-catatannya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Dok.MI) EXIMBANK atau Lembaga\u00a0Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global. Namun ada kondisi yang memungkinkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh. &#8220;Dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas serta kondisi perdagangan global, ekspor Indonesia pada 2026 diperkirakan masih dapat tumbuh pada kisaran 4\u20135%, dan berpotensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17770,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-17769","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17769"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17769\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17770"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}