{"id":17623,"date":"2026-03-19T01:29:38","date_gmt":"2026-03-19T01:29:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/19\/setara-institute-desak-pengusutan-rantai-komando-kasus-andrie-yunus\/"},"modified":"2026-03-19T01:29:38","modified_gmt":"2026-03-19T01:29:38","slug":"setara-institute-desak-pengusutan-rantai-komando-kasus-andrie-yunus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/19\/setara-institute-desak-pengusutan-rantai-komando-kasus-andrie-yunus\/","title":{"rendered":"Setara Institute Desak Pengusutan Rantai Komando Kasus Andrie Yunus"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/19\/1773883132_62bce40989300a210fce.jpg\" alt=\"Setara Institute Desak Pengusutan Rantai Komando Kasus Andrie Yunus\"\/><figcaption>Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan .(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KASUS <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyiraman-air-keras\" title=\"penyiraman air keras\">penyiraman air keras<\/a> terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/andrie-yunus\" title=\"Andrie Yunus\">Andrie Yunus<\/a>, yang diduga melibatkan anggota TNI aktif terus menuai kecaman luas. Setara Institute mendesak agar penanganan perkara ini tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan harus diusut tuntas hingga menyentuh kemungkinan adanya perintah dari atasan atau rantai komando.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan, menegaskan bahwa penangkapan empat prajurit TNI tidak boleh hanya menjadi upaya kosmetik untuk meredam kemarahan publik.<\/p>\n<p>\u201cPenangkapan empat prajurit (TNI) dalam kasus kekerasan baru-baru ini jangan sampai menjadi strategi scapegoating atau sekadar mencari kambing hitam untuk meredam kemarahan publik,\u201d ujar Halili dalam Diskusi Publik dan Buka Puasa Bersama di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (18\/3).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/871807\/tni-pastikan-kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-transparan\" title=\"TNI Pastikan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Transparan\" target=\"_blank\">TNI Pastikan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Transparan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Tim Pencari Fakta<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nHalili mendorong aparat penegak hukum untuk berani menelusuri aktor intelektual di balik serangan tersebut. Menurutnya, penting untuk memastikan apakah insiden ini merupakan inisiatif pribadi atau instruksi terstruktur.<\/p>\n<p>\u201cKita harus berani bertanya secara akademik, apakah ini tindakan individu nakal (<em>rogue elements<\/em>) atau merupakan bagian dari rantai komando (<em>chain of command<\/em>)\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebagai langkah konkret guna menjamin akuntabilitas, ia mendesak Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prabowo-subianto\" title=\"Prabowo Subianto\">Prabowo Subianto<\/a> untuk segera membentuk tim pencari fakta (TPF) independen.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/870670\/prabowo-instruksikan-kapolri-usut-tuntas-kasus-penyiraman-air-keras-aktivis-kontras\" title=\"Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras\" target=\"_blank\">Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cTanpa adanya Tim Pencari Fakta (TPF) yang independen, penegakan hukum hanya akan menjadi sabotase terhadap keadilan substansial,\u201d tambah Halili.<\/p>\n<p><strong>Ancaman terhadap Demokrasi<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nSerangan fisik terhadap aktivis HAM dipandang sebagai alarm bahaya bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Halili menilai pola intimidasi ini merupakan bentuk pelemahan norma yang dilakukan secara bertahap.<\/p>\n<p>\u201cDemokrasi kini tidak lagi runtuh melalui kudeta militer yang cepat, melainkan melalui pelemahan norma dan intimidasi warga sipil secara bertahap,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kajian Strategis Anak Semua Negeri, Zidan Al-Fadlu, menyebut peristiwa ini sebagai bentuk kekerasan simbolik yang bertransformasi menjadi kekerasan struktural.<\/p>\n<p>\u201cTujuannya jelas, menanamkan normalisasi rasa takut sehingga represi dianggap sebagai kewajaran dalam menjaga stabilitas,\u201d kata Zidan.<\/p>\n<p><strong>Status Hukum Tersangka<\/strong><br \/>&#13;<br \/>\nSebelumnya, Tentara Nasional Indonesia telah menetapkan empat prajurit aktif sebagai tersangka. Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto, merinci keempat tersangka tersebut adalah:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 Kapten NDP<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 Lettu SL<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 Lettu BHW<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>\u00a0 \u00a0 Serda ES<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Para tersangka dijerat dengan Pasal 467 ayat 1 dan 2 KUHP Baru terkait penganiayaan berencana, yang membawa ancaman hukuman antara 2 hingga 4 tahun penjara. (Dev\/P-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/872061\/setara-institute-desak-pengusutan-rantai-komando-kasus-andrie-yunus\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan .(Antara) KASUS penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)\u00a0Andrie Yunus, yang diduga melibatkan anggota TNI aktif terus menuai kecaman luas. Setara Institute mendesak agar penanganan perkara ini tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan harus diusut tuntas hingga menyentuh kemungkinan adanya perintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17624,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-17623","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17623"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17623\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}