{"id":17010,"date":"2026-03-17T05:39:00","date_gmt":"2026-03-17T05:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/17\/paparan-pestisida-klorpirifos-tingkatkan-risiko-parkinson-hingga-25-kali-lipat\/"},"modified":"2026-03-17T05:39:00","modified_gmt":"2026-03-17T05:39:00","slug":"paparan-pestisida-klorpirifos-tingkatkan-risiko-parkinson-hingga-25-kali-lipat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/03\/17\/paparan-pestisida-klorpirifos-tingkatkan-risiko-parkinson-hingga-25-kali-lipat\/","title":{"rendered":"Paparan Pestisida Klorpirifos Tingkatkan Risiko Parkinson hingga 2,5 Kali Lipat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/03\/17\/1773725449_96ae16a0c2077533239e.jpg\" alt=\"Paparan Pestisida Klorpirifos Tingkatkan Risiko Parkinson hingga 2,5 Kali Lipat\"\/><figcaption>Ilustrasi(freepik)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SEBUAH studi terbaru dari UCLA Health mengungkapkan fakta mengkhawatirkan mengenai dampak jangka panjang penggunaan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pestisida\" title=\"pestisida\">pestisida<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/klorpirifos\" title=\"klorpirifos\">klorpirifos<\/a> (chlorpyrifos). Penelitian ini menemukan individu yang terpapar pestisida tersebut secara terus-menerus di lingkungan tempat tinggalnya memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar untuk mengidap penyakit <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/parkinson\" title=\"Parkinson\">Parkinson<\/a>.<\/p>\n<p>Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Neurodegeneration ini menggabungkan data manusia skala besar dengan eksperimen laboratorium. Hasilnya memberikan bukti biologis kuat tentang bagaimana bahan kimia ini merusak sel-sel otak penghasil <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dopamin\" title=\"dopamin\">dopamin<\/a>.<\/p>\n<h2>Bukti Kerusakan Sel Otak<\/h2>\n<p>Para peneliti memeriksa data dari 829 pasien Parkinson dan 824 orang sehat di California. Dengan mencocokkan catatan penggunaan pestisida dan lokasi tempat tinggal serta tempat kerja selama bertahun-tahun, tim berhasil merekonstruksi pola paparan klorpirifos pada setiap peserta.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/852449\/terobosan-baru-parkinson-peneliti-temukan-cara-lindungi-pabrik-energi-otak-dari-kerusakan\" title=\"Terobosan Baru Parkinson, Peneliti Temukan Cara Lindungi &quot;Pabrik Energi&quot; Otak dari Kerusakan\" target=\"_blank\">Terobosan Baru Parkinson, Peneliti Temukan Cara Lindungi &#8220;Pabrik Energi&#8221; Otak dari Kerusakan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain data manusia, eksperimen pada tikus dan ikan zebra memperkuat temuan ini. Tikus yang terpapar klorpirifos melalui inhalasi selama 11 minggu menunjukkan gejala yang identik dengan pasien Parkinson:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Gangguan kemampuan bergerak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Hilangnya neuron penghasil dopamin.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Terjadinya peradangan otak.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penumpukan abnormal protein alpha-synuclein yang beracun di otak.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Gangguan pada &#8220;Sistem Pembersihan&#8221; Sel<\/h2>\n<p>Eksperimen pada ikan zebra mengungkap mekanisme yang lebih mendalam. Diketahui klorpirifos mengganggu proses autophagy, yakni sistem alami sel untuk membersihkan protein yang rusak. Ketika sistem &#8220;pembersihan&#8221; ini terganggu, protein beracun menumpuk dan memicu kematian saraf. Menariknya, saat peneliti memulihkan proses pembersihan ini di laboratorium, neuron kembali terlindungi dari kerusakan.<\/p>\n<p>&#8220;Studi ini menetapkan klorpirifos sebagai faktor <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/risiko-lingkungan\" title=\"risiko lingkungan\">risiko lingkungan<\/a> spesifik untuk penyakit Parkinson, bukan hanya pestisida sebagai golongan umum,&#8221; ujar Dr. Jeff Bronstein, profesor Neurologi di UCLA Health sekaligus penulis senior studi tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/849775\/bahaya-tersembunyi-pestisida-risiko-parkinson-bisa-naik-dua-kali-lipat\" title=\"Bahaya Tersembunyi Pestisida, Risiko Parkinson Bisa Naik Dua Kali Lipat\" target=\"_blank\">Bahaya Tersembunyi Pestisida, Risiko Parkinson Bisa Naik Dua Kali Lipat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Dengan menunjukkan mekanisme biologis pada model hewan, kami telah membuktikan hubungan ini kemungkinan besar bersifat kausal (sebab-akibat). Penemuan bahwa disfungsi autophagy mendorong neurotoksisitas juga mengarahkan kami pada potensi strategi terapeutik untuk melindungi sel-sel otak yang rentan.&#8221;<\/p>\n<h2>Masa Depan Pencegahan dan Pengobatan<\/h2>\n<p>Meskipun penggunaan klorpirifos di lingkungan rumah tangga telah dilarang sejak 2001 dan penggunaannya di sektor pertanian AS mulai dibatasi pada 2021, bahan kimia ini masih digunakan pada berbagai jenis tanaman di banyak belahan dunia.<\/p>\n<p>Temuan ini membuka jalan bagi metode pengobatan baru yang berfokus pada penguatan sistem pembersihan protein alami dalam sel. Selain itu, para ilmuwan menyarankan agar individu yang diketahui pernah terpapar klorpirifos di masa lalu mendapatkan pemantauan neurologis yang lebih ketat guna deteksi dini penyakit Parkinson. (Science Daily\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/871290\/paparan-pestisida-klorpirifos-tingkatkan-risiko-parkinson-hingga-25-kali-lipat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(freepik) SEBUAH studi terbaru dari UCLA Health mengungkapkan fakta mengkhawatirkan mengenai dampak jangka panjang penggunaan pestisida klorpirifos (chlorpyrifos). Penelitian ini menemukan individu yang terpapar pestisida tersebut secara terus-menerus di lingkungan tempat tinggalnya memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar untuk mengidap penyakit Parkinson. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Neurodegeneration ini menggabungkan data manusia skala besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-17010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17010"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17010\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}